PLN Manfaatkan 1,2 Juta Ton FABA Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Produk olahan FABA. Ist

Jakarta, Sulutreview.com – PT PLN (Persero) menunjukkan komitmennya dengan mengolah limbah hasil pembakaran batu bara di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), melalui pemanfaatan Fly Ash dan Bottom Ash (FABA).

Perusahaan berhasil membuka peluang ekonomi terbaru sekaligus dapat memperkuat praktik ramah lingkungan.

Tercatat, dari 47 PLTU yang beroperasi di berbagai wilayah Indonesia, potensi pemanfaatan FABA mencapai lebih dari 1,2 juta ton per tahun. Limbah tersebut kini tak lagi dianggap sebagai beban, melainkan dimanfaatkan menjadi bahan pembenah tanah, pupuk, hingga material bangunan.

“Pemanfaatan FABA telah menunjukkan hasil positif di sejumlah daerah, seperti Labuan, Bengkayang, Pacitan, dan Air Anyir. Hasil pertanian masyarakat meningkat, dan lingkungan tetap terjaga,” ujar Direktur Manajemen Pembangkitan PLN, Rizal Calvary Marimbo, dalam acara Launching dan Sosialisasi SNI 9387:2025 FABA, di Jakarta, Selasa (28/10).

Rizal menambahkan, hadirnya SNI menjadi langkah penting untuk menjamin mutu, keselamatan, dan keberlanjutan dalam setiap proses pemanfaatan FABA. Ia menegaskan bahwa inovasi ini sejalan dengan konsep waste to value, yang menjadikan limbah sebagai sumber daya bernilai tinggi.

“Dengan adanya standar nasional, kita memastikan pemanfaatan FABA berjalan aman, produktif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ini bukti bahwa energi dan pertanian bisa tumbuh berdampingan,” katanya.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Standar BSN, Hendro Kusumo, yang mewakili Kepala BSN, menyampaikan bahwa SNI 9387:2025 tentang FABA telah resmi ditetapkan pada 2 Oktober 2025. Menurutnya, keberadaan standar ini menjadi pedoman teknis dan hukum bagi para pemangku kepentingan yang ingin mengelola maupun memanfaatkan FABA secara bertanggung jawab.

“Standar ini memberikan kepastian bagi dunia industri dan masyarakat. Melalui SNI, FABA bisa dimanfaatkan dengan aman, baik untuk pembenah tanah maupun bahan baku pupuk,” ungkap Hendro.

Pemanfaatan FABA dipandang sebagai langkah strategis dalam mendukung pertanian berkelanjutan dan pengelolaan limbah ramah lingkungan. Dengan dukungan standar nasional dan inovasi teknologi, FABA kini menjadi bukti nyata bahwa limbah energi dapat diubah menjadi peluang ekonomi yang menyejahterakan.(hilda).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *