Bitung, Sulutreview.com– Rencana pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional BIMATARA (Bitung-Manado-Minahasa Utara) yang digagas pemerintah pusat melalui dukungan Asian Development Bank (ADB) mendapat dukungan Penuh dari Pemerintah Kota Bitung Sulawesi Utara (Sulut).
Dengan akan hadirnya SPAM Regional Bimatara ini akan memperluas dan memperkuat layanan air bersih dari Perusahaan Air Minum Duasudara Bitung untuk distribusi air bersih kepada masyarakat.
Demikian disampaikan Sekretaris Daerah Kota Bitung Ignatius Ir Ignatius Rudy Theno ST MT saat membuka Konsultasi Publik Lingkungan dan Sosial Regional Water Supply Project yang berlangsung di Kota Bitung mewakili Wali Kota Bitung Hengky Honandar.
Dalam sambutan Wali Kota yang dibacakannya, Rudi Theno mengatakan forum konsultasi publik menjadi momentum penting untuk memastikan pembangunan SPAM Regional BIMATARA mampu menjawab kebutuhan air minum layak bagi masyarakat di Kota Bitung, Kota Manado, dan Kabupaten Minahasa Utara.
Berdasarkan data Perumda Air Minum Dua Sudara Kota Bitung, kapasitas terpasang saat ini mencapai 388 liter per detik dengan jumlah pelanggan sebanyak 32.429 sambungan rumah.
Sementara kapasitas produksi tercatat 239,05 liter per detik dan kemampuan distribusi sebesar 233,52 liter per detik.
Menurutnya, tantangan penyediaan air bersih akan semakin besar seiring pertumbuhan penduduk dan perkembangan aktivitas ekonomi di Kota Bitung sebagai kawasan industri dan pintu gerbang perdagangan internasional.
“Jika tidak ada langkah besar yang kita ambil, maka akan terjadi defisit layanan yang berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat,” ujar Rudi Theno membacakan sambutan Wali Kota.
Ia menjelaskan SPAM BIMATARA merupakan solusi jangka panjang untuk menjamin ketersediaan air minum yang aman dan berkelanjutan bagi masyarakat di tiga daerah.
Proyek tersebut akan memanfaatkan sumber air baku dari Bendungan Kuwil Kawangkoan dengan pembangunan instalasi pengolahan air di Suwaan, Kabupaten Minahasa Utara.
“SPAM BIMATARA bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan simbol kolaborasi regional antara Bitung, Manado, dan Minahasa Utara untuk memastikan ketersediaan air minum yang layak bagi masyarakat,” katanya.
Pemerintah Kota Bitung juga menegaskan kesiapan mendukung seluruh tahapan pembangunan yang dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara sesuai pembagian tugas yang telah ditetapkan.
Melalui konsultasi publik tersebut, pemerintah berharap terbangun kesepahaman bersama mengenai pentingnya SPAM BIMATARA, terciptanya komitmen dalam penyelesaian persoalan lahan dan kelembagaan, serta meningkatnya partisipasi masyarakat agar manfaat proyek dapat dirasakan secara maksimal.
Pemkot Bitung menargetkan kehadiran SPAM BIMATARA dapat menjadi langkah strategis dalam mewujudkan akses air minum layak bagi seluruh masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan berkelanjutan di Sulawesi Utara.(zet)













