Pineleng, Sulutreview.com –
Jemaat Kasih Karunia Pancuran 9 Wilayah Manado Malalayang Timur merayakan hari jadi ke-11 lewat ibadah syukur, Minggu (20/06/2021), yang dipimpin sekretaris umum BPMS GMIM Pdt. Dr. Evert AA Tangel S.Th M.PdK.

Dalam khotbahnya, Tangel mengatakan hidup manusia harus seperti sumber mata air yang mengalirkan air kehidupan yang bermanfaat bagi sesama manusia.
Ia juga menegaskan jumlah jemaat GMIM yang bertambah merupakan buah-buah penginjilan.

“Bertambahnya jumlah jemaat menunjukkan GMIM diberkati Tuhan. Gereja yang bertumbuh dan berkembang berarti mendapat suplai nutrisi Firman Tuhan,” ujarnya.
Lanjut Sekum GMIM ini, meski tergolong usia remaja, jemaat Kasih Karunia harus bersyukur karena dapat terus bersaksi bagi Yesus Kristus di tengah pandemi Covid-19.

Sementara dalam sambutannya, ketua BPMJ Kasih Karunia Pdt. Jenita Posumah Rewah M.Th bersyukur jemaat dapat merayakan HUT ke-11. Ia yakin jemaat ini akan terus berkembang di tengah dinamika kehidupan jemaat. “Selama sekitar 3,5 tahun melayani di sini, saya yakin jemaat Kasih Karunia akan berkembang dan berbuah dalam kasih Yesus,” kata pendeta yang baru menapaki usia 51 tahun pada 15 Juni 2021.

Ketua BPMW Manado Malalayang Timur Pdt. Eduard Arina yang turut hadir dalam ibadah, mengapresiasi jemaat Kasih Karunia yang menjadi panutan bagi jemaat-jemaat se-wilayah. “Banyak selamat kepada Jemaat Kasih Karunia. Jemaat ini banyak menjadi contoh dalam banyak hal di berbagai kegiatan wilayah Manado Malalayang Timur,” tuturnya.

Ibadah HUT kali ini disemarakkan dengan orkes P/KB dan tarian Maengket W/KI jemaat serta menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Diketahui, Jemaat GMIM Kasih Karunia yang berlokasi di Desa Sea Satu Kecamatan Pineleng merupakan hasil pemekaran sebelas tahun lalu dari jemaat GMIM Karunia perumahan CHT di desa yang sama.(art)













