Raih Nomor Urut 1, Kristy Toar: Simbol Persatuan & Niat Tulus Membangun Walantakan

Raih Nomor Urut 1, Kristy Toar: Simbol Persatuan & Niat Tulus Membangun Walantakan

Mitra, Sulutreview – Tahapan penetapan calon sekaligus pengambilan nomor urut dalam pemilihan Hukum Tua Desa Walantakan, Kecamatan Langowan Utara, berlangsung dengan lancar, tertib, dan diwarnai antusiasme luar biasa dari masyarakat. Momen penting ini menegaskan Srikandi Kristy Toar, SE sebagai salah satu kandidat utama, yang secara resmi mendapatkan nomor urut 1 dalam kontestasi tersebut.

Dikenal sebagai sosok yang ramah, rendah hati, dan sangat dekat dengan seluruh lapisan warga, dukungan kepada Kristy Toar terus mengalir deras seiring kepercayaan masyarakat akan integritas dan dedikasinya.

Bagi Kristy, angka satu bukan sekadar nomor urut, melainkan lambang persatuan dan kebersamaan yang menjadi modal utama memajukan desa ke arah yang lebih baik.

“Nomor urut satu memiliki makna mendalam bagi saya dan kita semua, yaitu simbol persatuan. Kita harus bersatu, tanpa membeda-bedakan pilihan. Bersama-sama kita wujudkan Desa Walantakan yang semakin maju, aman, dan sejahtera bagi seluruh warga,” ujar Kristy dengan penuh keyakinan.

Istri dari Alex Manulong ini juga menegaskan, langkahnya maju menjadi calon Hukum Tua didasari semata oleh panggilan hati dan keinginan tulus untuk mengabdi, tanpa ada kepentingan pribadi sedikit pun.

“Saya maju ke sini murni karena panggilan jiwa dan dorongan masyarakat. Tidak ada kepentingan lain yang saya kejar. Satu-satunya tujuan saya adalah bekerja sepenuh hati, tulus, dan sungguh-sungguh demi kemajuan Desa Walantakan tercinta,” tegasnya.

Kristy pun berharap seluruh rangkaian proses pemilihan ke depan dapat berjalan aman, damai, dan tetap menjunjung tinggi nilai kekeluargaan yang sudah terjalin erat selama ini.

“Segala tahapan yang akan kita lalui, kita serahkan ke dalam tangan Tuhan Yang Maha Kuasa. Saya percaya, jika niat kita baik dan tulus untuk melayani masyarakat, maka Tuhan akan senantiasa menuntun dan memberkati setiap langkah kita,” tambahnya.

Ia juga mengajak seluruh warga untuk saling menjaga suasana kondusif hingga pemilihan selesai, dan menjadikan momen ini sebagai sarana mempererat persaudaraan.

“Pesta demokrasi desa ini harus menjadi momentum kebersamaan, bukan perpecahan. Berbeda pilihan itu hal yang wajar, namun persatuan dan kekeluargaan kita adalah harga mati yang harus dijaga. Itu adalah kunci utama agar Desa Walantakan terus melangkah maju,” tandas Kristy Toar. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *