Kisah Mitra Grab Chelsea Magido, Tetap Eksis di Tengah Pandemi

0
218

Manado, SULUTREVIEW – Dampak pandemi Covid-19 yang berlangsung selama 4 bulan ini, telah berdampak pada tatanan kehidupan.

Perekonomian pun ikut terguncang, bahkan membuat banyak orang kehilangan pekerjaan karena harus dirumahkan atau menjadi korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Namun tantangan tersebut justru menjadi peluang bagi usaha Chelsea Magido (28) tahun, pemilik Toko Folcis Pudding yang dengan tekun terus menjalankan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Sebagai seorang pelaku UMKM di Manado,
Chelsea mengaku usahanya itu tetap dapat berjalan berkat kerja sama dengan Grab.

Sebab, saat pandemi, di mana banyak orang melakukan semua aktivitasnya dari rumah Chelsea semakin gigih menjalankan usahanya.

“Saya mendirikan Folcis pertama kali pada bulan Agustus 2019. Awalnya, saya hanya memasarkannya lewat media sosial dan mendapatkan respons yang baik dari masyarakat. Karena pesanannya semakin banyak, saya sedikit kerepotan untuk pengantarannya. Lalu, saya bergabung dengan Grab supaya sistem pendataan pesanan dan pengantarannya jadi lebih mudah,” kata Chelsea yang mengaku banyak diuntungkan karena telah bergabung dengan Grab.

“Saya telah merasakan manfaat usaha digitalisasi, dan Grab telah menjadi mitra usaha terbaik Folcis Pudding,” ujarnya.

Saat ini, sambung Chelsea, Folcis Pudding semakin dikenal masyarakat. Makanya tak heran jika produksi terus meningkat.

“Sekarang Folcis bisa memproduksi hampir 500 puding setiap harinya. Dengan adanya Folcis, saya bersyukur sudah dapat membantu karyawan saya untuk mendapatkan pekerjaan,” tukasnya.

Harapannya ke depan, Folcis Pudding semakin berkembang.

“Saya berharap bisa mengembangkan folcis pudding lebih besar lagi dan membuka banyak cabang di luar Manado. Saya juga berharap agar lebih banyak UMKM Manado yang memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan penjualan, serba memberikan dampak positif bagi lebih banyak orang,” tandasnya.

Sementara itu, menurut Center for Strategic and International Studies (CSIS) dan Tenggara Strategics merilis studi yang dilakukan di bulan Januari 2020 di kota Manado.

Dalam riset tersebut, diketahui bahwa gig economy yang didukung oleh teknologi Grab telah memberi dampak bagi ketahanan ekonomi Manado.

Mitra Grab Manado yang disurvei menyatakan bahwa Grab tidak hanya menawarkan peluang ekonomi yang lebih baik bagi pekerja informal (yang merupakan 56,5% dari total tenaga kerja Indonesia), tetapi juga meningkatkan pertumbuhan bisnis kecil dan menciptakan lapangan pekerjaan di luar platform Grab.

Peningkatan Pendapatan & Pemasukan. Mitra merchant GrabFood dan agen GrabKios Manado yang disurvei melihat peningkatan pendapatan hingga 22% menjadi Rp64.7 juta per bulan, sedangkan rata-rata pendapatan agen GrabKios Manado meningkat 26% menjadi Rp8.5 juta per bulan sejak bergabung.

Sebanyak 45% mitra merchant GrabFood Manado juga mengaku tidak perlu penambahan modal untuk meningkatkan bisnisnya. Peningkatan penghasilan yang sangat signifikan pun dirasakan oleh mitra pengemudi GrabCar dan GrabBike di Manado dengan peningkatan pendapatan hingga 105% menjadi Rp5,6 juta per bulan dan 175% menjadi Rp4,2 juta per bulan setelah bergabung dengan Grab.

Peningkatan ini membuat para mitra bisa menabung yang membuka akses keuangan lainnya, seperti produk investasi dan pinjaman. Sejumlah 22% mitra pengemudi GrabBike dan 16% mitra pengemudi GrabCar di Manado baru membuka rekening tabungan pertama mereka ketika bergabung dengan Grab.

Berdasarkan akses perbankan, terjadi peningkatan penghasilan sehingga membuat lebih banyak mitra Grab mulai mengatur keuangan pribadi mereka.

Sebanyak 76% mitra pengemudi GrabBike dan 73% mitra pengemudi GrabCar sekarang rutin menabung di bank dengan rata-rata tabungan masing-masing Rp1,1 juta hingga Rp1,7 juta. Dengan adanya tabungan di bank dan kesehatan finansial yang lebih baik, sebanyak 59% dari mitra pengemudi GrabBike dan 59% mitra pengemudi GrabCar dapat lebih mudah meminjam uang setelah bergabung dengan Grab karena penyedia jasa keuangan lebih memercayai mereka. Pinjaman ini membuat mereka lebih leluasa mengembangkan bisnis atau berinvestasi pada kendaraan mereka.

Dari riset tersebut, terbukti ada banyak masyarakat yang terinspirasi untuk membuka usaha. Sebanyak 10% mitra merchant GrabFood Manado terinspirasi untuk memulai bisnisnya karena adanya GrabFood dan 13% mitra merchant menggunakan GrabFood saat pertama kali memulai bisnisnya. Seiring dengan tumbuhnya bisnis mitra merchant GrabFood dan agen GrabKios, mereka juga menyerap tenaga kerja dari komunitas mereka. Sebanyak 43% mitra merchant GrabFood dan 19% mitra agen GrabKios di Manado menambah hingga 2 pegawai baru sejak bergabung dengan Grab.

Riyadi Suparno, M.Sc, Direktur Eksekutif, Tenggara Strategics, menyatakan melalui riset ini seluruh elemen terkait bisa melihat kontribusi yang sudah dilakukan oleh pihak Grab dalam beberapa waktu ke belakang.

“Saat Manado mulai beradaptasi untuk menyambut era pasca-COVID-19, kami percaya bahwa platform seperti Grab dan sektor gig economy dapat mendukung Manado dalam perjalanannya menuju pemulihan ekonomi. Kami melihat bahwa ada peningkatan kualitas hidup para gig workers di Manado sebesar 16% setelah bergabung dengan Grab. Untuk itu, kesiapan para gig workers pelaku UMKM secara digital akan menjadi lebih penting dalam era new normal. Dalam riset tersebut, kami juga menemukan bahwa 27% mitra GrabFood mempekerjakan rata-rata dua karyawan baru saat bisnis mulai bertumbuh. Sistem digital dari platform Grab juga bisa membantu mereka tetap menjalankan bisnisnya di tengah wabah COVID-19 dan siap memasuki era tatanan kehidupan baru,” jelasnya.

Diketahui, Grab telah meluncurkan Laporan Dampak Sosial 2019/2020 Edisi Kedua yang difokuskan pada dampak COVID-19 terhadap komunitas dan cara Grab meresponsnya.

Di Indonesia sendiri, Grab telah berkomitmen lebih dari Rp 260 miliar dan menciptakan lebih dari 24 inisiatif baru untuk meringankan dampak pandemi pada para mitra, garda terdepan, dan komunitas selama pandemi COVID-19.

Di Manado, Grab telah menghadirkan 3 layanan baru untuk mendukung mitra, masyarakat, dan juga UMKM di tengah pandemi. Untuk mendukung masyarakat yang kini lebih banyak beraktivitas dari rumah, dan sekaligus membantu UMKM dan mitra Grab agar tetap memiliki penghasilan, Grab luncurkan layanan kurir GrabAssistant dan layanan belanja GrabMart.

Memasuki era new normal, Grab juga menghadirkan layanan GrabProtect, armada khusus pertama di Indonesia yang memberikan perlindungan tambahan bagi mitra pengemudi dan pelanggan berupa partisi dari plastik tebal untuk keamanan perjalanan. Grab juga menghadirkan pengantaran tanpa kontak dan bekerja sama dengan petugas medis untuk melakukan edukasi kepada ratusan mitra merchant GrabFood untuk memastikan kebersihan dan keamanan proses usaha kuliner mereka.

Walikota Manado, Dr Ir Godbless Sofcar Vicky Lumentut SH MSi DEA, mengapresiasi seluruh program Grab yang ada di Kota Manado.

“Langkah baik yang dilakukan Grab pastinya akan berdampak besar kepada masyarakat Manado sekarang dan masa depan. Para pengusaha kecil dan tradisional ini harus siap menghadapi “new normal” dengan tetap bisa menjalankan bisnisnya,” ungkap Lumentut.

Pemerintah juga sudah siapkan lokasi bagi para IKM dan UMKM untuk mereka membuka usahanya kembali. “Program #TerusUsaha dari Grab merupakan wujud nyata kolaborasi sektor swasta dan pemerintahan yang dapat membantu digitalisasi UMKM agar memiliki daya saing dan lebih mudah dijangkau pembeli,” ujarnya.

Grab berharap program #TerusUsaha yang dijalankan di Kota Manado akan mendorong perekonomian masyarakat dalam waktu dekat.

“Inisiatif berasaskan gotong-royong yang sudah dijalankan oleh Grab selama pandemi ini kami harapkan mampu membantu masyarakat yang terkena dampak. Grab pun sudah membantu para mitra untuk menerapkan protokol kesehatan yang ketat agar tetap memiliki daya saing dalam pemulihan ekonomi di era tatanan kehidupan baru. Kami akan terus berupaya agar wirausahawan mikro atau bisnis sekecil apa pun mampu beradaptasi dalam era tatanan baru dan mempertahankan mata pencaharian mereka. Mari bersama ubah susah menjadi peluang dengan Terus Usaha,” tambah Halim Wijaya.(hil)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here