Jaga Kepercayaan Publik, PLN dan Ombudsman RI Sulteng Andalkan Inovasi

Palu, Sulutreview.com — Di tengah kebutuhan masyarakat akan layanan listrik yang semakin andal, PLN UP3 Palu bersama Ombudsman RI Provinsi Sulawesi Tengah memilih jalan kolaborasi.

Bukan sekadar pertemuan formal, kegiatan yang digelar di Aula Hotel Santika Palu ini menjadi ruang dialog yang hangat, tempat masyarakat, pegawai PLN, hingga mitra kerja saling mendengar dan didengar.

General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, menyampaikan apresiasi sekaligus harapan besar terhadap sinergi ini. Baginya, kerja sama bukan hanya urusan administrasi, tetapi soal menjaga kepercayaan publik.

“Sinergi antara PLN UP3 Palu dan Ombudsman Sulawesi Tengah adalah kunci mewujudkan pelayanan publik yang benar-benar dirasakan manfaatnya. Tujuan utama kami adalah kepuasan pelanggan. Dengan kolaborasi ini, kami optimistis bisa memberikan layanan kelistrikan terbaik bagi masyarakat,” ungkap Usman.

Suasana kegiatan semakin hidup ketika para peserta diberi ruang untuk menyampaikan pandangan mereka secara langsung. Jasrin, salah satu peserta, mengaku merasa dihargai karena PLN membuka diri terhadap masukan masyarakat.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena menghadirkan dialog terbuka antara masyarakat, PLN, dan Ombudsman. Terima kasih kepada PLN yang sudah memfasilitasi kegiatan positif ini,” tuturnya dengan wajah puas.

Sesi pemaparan dari Dr. M. Iqbal Andi Magga, S.H., M.H., perwakilan Ombudsman RI Sulteng, juga memberi warna berbeda. Ia dengan lugas memaparkan bagaimana standar pelayanan publik seharusnya berjalan, serta pentingnya pencegahan maladministrasi agar keluhan masyarakat dapat ditangani dengan cepat dan tepat.

Bagi PLN UP3 Palu, kolaborasi ini bukan sekadar seremonial. Ada harapan besar bahwa sinergi yang telah terbangun dapat terus berlanjut. Harapan untuk menghadirkan layanan listrik yang lebih berkualitas, andal, dan manusiawi, serta membangun kepercayaan masyarakat melalui pelayanan yang responsif.

Di akhir kegiatan, tersisa optimisme bahwa dialog semacam ini akan terus membuka jalan bagi perubahan positif. Bahwa layanan listrik bukan hanya soal teknis, tetapi soal menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi seluruh warga Sulawesi Tengah.(hilda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *