Semangat Pancasila Menyala di Pelosok Sulteng, Sinergi PLN dan Pemprov Wujudkan Keadilan Energi

Palu, Sulutreview.com – Momentum Hari Lahir Pancasila menjadi pengingat penting bahwa pembangunan harus dirasakan secara merata oleh seluruh rakyat Indonesia. Semangat tersebut tercermin dalam sinergi yang terus diperkuat antara PT PLN (Persero) dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) untuk mempercepat pemerataan akses listrik hingga ke wilayah terpencil.

Kolaborasi strategis itu mengemuka dalam pertemuan antara Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid dan jajaran manajemen PLN di Kantor Gubernur Sulawesi Tengah. Pertemuan tersebut membahas evaluasi sistem kelistrikan sekaligus percepatan Program Listrik Desa (Lisdes) yang menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah.

Bagi Gubernur Anwar Hafid, upaya menghadirkan listrik ke seluruh pelosok bukan sekadar pembangunan infrastruktur, melainkan implementasi nyata nilai-nilai Pancasila, khususnya Sila Kelima tentang Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

“Semangat Hari Lahir Pancasila harus menjadi pengingat bahwa keadilan pembangunan wajib dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Listrik adalah motor penggerak pendidikan, kesehatan, dan ekonomi warga. Pemprov Sulteng berkomitmen penuh mendukung PLN agar target seluruh desa menikmati listrik layak pada tahun 2029 bisa tercapai,” ujar Anwar.

Senada dengan itu, General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, menegaskan bahwa semangat gotong royong yang menjadi ruh Pancasila tercermin dalam kerja sama erat antara PLN dan pemerintah daerah.

Menurutnya, listrik bukan hanya soal penerangan, tetapi menjadi fondasi utama dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan membuka peluang pembangunan yang lebih luas.

“Nilai gotong royong dalam Pancasila tercermin kuat dari sinergi kokoh antara PLN dan Pemprov Sulteng. Listrik bukan sekadar penerangan, melainkan fondasi utama peningkatan kualitas hidup masyarakat. Karena itu, PLN mengawal penuh Program Listrik Desa agar target 100 persen desa berlistrik di Sulawesi Tengah pada 2029 dapat terwujud,” kata Usman.

Hingga Mei 2026, Program Lisdes di Sulawesi Tengah menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Sebanyak 84 lokasi telah berhasil dialiri listrik, sementara 10 lokasi lainnya masih dalam tahap penyelesaian konstruksi. Pada 2026, PLN juga merencanakan pembangunan jaringan listrik di ratusan lokasi baru yang tersebar di berbagai wilayah terpencil.

Manager PLN UP2K Sulawesi Tengah, Rahmatan, menjelaskan bahwa capaian tersebut tidak terlepas dari dukungan pemerintah daerah dan partisipasi masyarakat.

“Kami optimistis berbagai tantangan geografis dapat diatasi melalui kolaborasi yang kuat. Semangat kebersamaan inilah yang menjadi kunci keberhasilan pemerataan listrik di Sulawesi Tengah,” ujarnya.

Sementara itu, Manager PLN UP3 Palu, Ansar, menegaskan bahwa PLN tidak hanya fokus membangun jaringan baru, tetapi juga menjaga keandalan pasokan listrik bagi masyarakat yang telah menikmati layanan kelistrikan.

“Ketika listrik hadir secara andal di desa-desa, peluang ekonomi tumbuh, kualitas pendidikan meningkat, dan kesejahteraan masyarakat semakin baik. Inilah bentuk nyata pengabdian kami kepada masyarakat,” katanya.

Melalui semangat gotong royong dan nilai-nilai Pancasila, PLN bersama Pemprov Sulteng optimistis mampu mewujudkan keadilan energi hingga ke pelosok daerah. Langkah ini menjadi bukti bahwa negara hadir untuk memastikan seluruh masyarakat memperoleh hak yang sama dalam menikmati hasil pembangunan, tanpa terkecuali.(hilda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *