Langowan, Sulutreview.com – Kader Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Teddy Masengi, menyentil keberadaan calon presiden Prabowo Subianto yang mengaku orang Langowan, tetapi sejatinya sudah sekitar 12 tahun, tidak pulang Langowan.
“Mengaku-mengaku orang Langowan, ternyata sudah 12 tahun faktanya tidak pernah pulang kampung untuk melihat Langowan,” kata Masengi saat menghadiri
kampanye terbatas dapil tiga wilayah Kecamatan Langowan Raya, Sabtu (13/1/2024).
Demikian juga dengan patung Schwarz, kata Masengi, diresmikan oleh Gubernur Olly Dondokambey dan Sinode GMIM serta Jemaat GMIM Schwarz Langowan.
“Patung itu diresmikan Pak Olly Dondokambey dan Sinode GMIM serta Jemaat. Bukan oleh Pak Prabowo Subianto,” tukasnya.
Diketahui, kampanye terbatas dihadiri
ribuan kader PDIP Sulawesi Utara (Sulut) yang dipusatkan di Taman Cita Waya, Langowan.
Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PDIP Sulut, Steven OE Kandouw turut hadir dan membakar semangat pengurus hingga simpatisan PDIP.
Steven Kandouw mengajak semua jajaran PDIP di Sulut wajib menyukseskan Pemilu yang tinggal beberapa minggu lagi.
“Mari bersikap yang benar, bijaksana serta berkeadilan,” ajak Steven.
“PDIP adalah partai yang menjadi pelopor keluar dari belenggu orde baru. Dimana fakta membuktikan 25 tahun PDIP tidak mengkhianati reformasi rakyat.” tambah Kandouw.
Kandouw mengajak warga mengawal reformasi. Caranya dengan memilih pemimpin yang menjalankan agenda reformasi dan berkomitmen pada agenda pembangunan yang bersendikan reformasi.
“Jadi tugas kita saat ini menjaga dan memenangkan Capres Ganjar Pranowo dan Cawapres Mahfud MD.” katanya.
“Kampanye di Langowan tersebut menunjukkan eksistensi PDI-P benar-benar konsisten pro rakyat dan pro demokrasi serta konsisten dalam menjaga semangat reformasi.” ujar Riedel Sumarauw.
Menurut Riedel, hal yang menakjubkan ketika Steven Kandouw mengurai bahwa perjuangan reformasi mahasiswa merupakan jawaban rakyat Indonesia untuk membawa perubahan yang besar dalam memperjuangkan keadilan. Juga memperjuangkan anti KKN dan memperjuangkan Rlrakyat Indonesia keluar dari kemiskinan dan ketertinggalan sebagai akibat dari penguasa yang otoriter yang menggunakan kekuasaan untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya.
“Sehingga era Reformasi menjadi jalan satu-satunya mendapatkan Hak Rakyat boleh berdaulat dalam politik kekuasaan melalui demokrasi dan partai satu-satunya di Indonesia yang berjuang bersama rakyat sejak era Reformasi sampai saat ini dan tetap konsisten adalah PDI-P,” ujarnya.
“Untuk itu saya mengajak agar milenial Sulawesi Utara segera bergabung bersama PDI-P yang berjuang untuk Kesejahteraan Rakyat,” ucapnya.
Indri Waleleng juga merasa salut dan bangga dengan apa yang disampaikan oleh Steven Kandouw untuk memilih pemimpin, dengan tidak mendua hati, karena orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya.
“Mengapa? Alasan Steven Kandouw kita jangan berpihak kepada kelompok yang telah mempreteli undang-undang untuk dapat berkuasa. Karena undang-undang ditetapkan seharusnya dilaksanakan secara murni dan konsekuen, dan di sisi lain jangan pakai kekuasaan untuk mendapatkan kekuasaan dengan tidak berlaku adil karena aturan Pilpres dalam undang-undang dilakukan dengan cara jujur dan adil,” kata Indri.
Lanjut Indri, dengan memperlakukan orang tidak adil sudah melanggar aturan, apalagi ada dua peserta lainnya.
“Apakah Pilpres ini dibuat hanya berpihak pada salah satu calon ? Apabila ini terus menerus dilakukan maka Indonesia diambang kehancuran demokrasi dan ini adalah bentuk pengkhianatan kepada seluruh rakyat Indonesia. Ini artinya kita lagi dalam ancaman bangkitnya Neo Orde Baru berkuasa dengan Menghalalkan segala cara , tidak beretika dan tidak memiliki Moral dalam berpolitik,” terang Indri.
Sementara itu, dikatakan warga lainnya bernama Josua, apa yang disampaikan oleh Steven Kandouw adalah early warning agar rakyat tidak terjebak tetapi rakyat harus cerdas menyatakan pilihan yang tepat dan pro kebenaran.
“Seperti ungkapan Steven Kandouw peta jalan Indonesia bisa maju mandiri dan sejahtera tidak ada jalan lain selain kawal pada komitmen reformasi untuk mengamankan demokrasi yang jujur dan adil,” ujar Josua.
Bagi Josua kampanye Steven Kandouw yang mempertegas Ganjar-Mahfud adalah solusi masa depan Indonesia lebih beradab, Indonesia akan berdaya saing dan memiliki identitas yang berintegritas sebagai pemimpin adalah teladan.(eda)












