Kotamobagu, Sulutreview.com – Kelompok Tani (Poktan) Berkah di Kelurahan Pobundayan, Kota Kotamobagu, memanen 5 ton bawang merah di lahan seluas 5.000 meter persegi pada Rabu (10/1/2024).
Terobosan program Marijo Bakobong tersebut, mendapat dukungan penuh dari Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Utara melalui Petani Unggulan Bank Indonesia (PUBI) Sulut, yang menunjukkan hasil maksimal bagi pemenuhan kebutuhan komoditas strategis, yakni bamer.
Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Sulut, Fernando R Butarbutar mengatakan, seluruh hasil panen dari Poktan Berkah dipasarkan di Kotamobagu.
“Tujuannya untuk mendukung ketersediaan pasokan yang berdampak pada stabilitas harga dan tingkat inflasi terutama menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri 2024,” ungkap Fernando.
Selain itu, BI Sulawesi Utara, sambung Fernando, juga melakukan hilirisasi produk juga dilakukan oleh Poktan Berkah yang bekerja sama dengan kelompok subsisten yang terdiri dari ibu-ibu rumah tangga untuk membuat produk turunan berupa bawang goreng.
“Produknya diberi nama Bareng Mami, sehingga melalui pengolahan produk turunan ini, hasil panen dapat dioptimalkan seiring dengan kesejahteraan yang meningkat,” ucapnya.
Ke depan, upaya pengendalian inflasi khususnya di Kotamobagu, sambung Fernando, perlu terus diperkuat. Mengingat capaian inflasi Kotamobagu cenderung tinggi di akhir tahun 2023 yaitu 3,40% (yoy) yang disebabkan oleh lonjakan harga komoditas barito.
“Ketersediaan pasokan perlu terus dijaga baik melalui peningkatan produksi lokal maupun implementasi Kerja sama Antar Daerah (KAD),” ujarnya.
Panen komoditas bawang merah turut dihadiri oleh jajaran Dinas Pertanian Provinsi Sulut, Dinas Pertanian Kota Kotamobagu, dan Lurah Pobundayan Kotamobagu.
Selain, Poktan Berkah, juga dilakukan penanaman perdana komoditas tomat di lahan seluas 1,4 ha yang diperkirakan akan membuahkan hasil pada Maret 2024 mendatang.(hilda)













