Bitung, Sulutreview.com– jajaran DPRD melalui Pansus Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) APBD 2025 terus tancap tanpa kenal lelah, dalam melakukan evaluasi dengan seluruh jajaran SKPD Pemerintahan Kota Bitung di Medio Mei 2026 ini.
Kali ini giliran Perumda Air Minum Duasudara Bitung yang dilakukan evaluasi. Pada rapat Pansus ini, dipimpin oleh anggota DPRD Rafika Papente dimana pada awal rapat jajaran Pansus mencecar akan seluk beluk di Perumda Air Minum yang terutama fasilitas yang ada begitu pula kendala apa dalam pendistribusian air bersih sehingga dapat mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Selain itu Hi Olan mengharapkan agar Perumda Air Minum dapat menjangkau air bersih diseluruh wilayah Kota Bitung sebab banyak laporan masih ada wilayah yang belum terjangkau seperti di Kepulauan Lembeh dan wilayah ketinggian.
Pansus pun, mengharapkan ada solusi yang taktis agar distribusi air dapat aman dan lancar bukan selalu ada gangguan.
Seketika Direktur Perumda Air Minum Alfred Salindeho SE MM yang didampingi jajaran Manajemen Joubert Kusoy SE dan Joutje Sumampouw SAB serta Oudy Lumingkewas S.Pd mengatakan bahwa memang untuk fasilitas seperti perpipaan pihaknya masih menggunakan pipa yang lama namun masih layal dipakai. Kalaupun ada gangguan tetap kami lakukan perbaikan yang disesuaikan dengan anggaran yang ada saat ini.
Sir Ape, sapaan akrabnya juga melaporan bahwa saat ini masalah yang ditakutkan pihaknya yaitu lilitan akar pohon yang sering mengganggu pipa-pipa sehingga sering bocor.
Untuk jangkauan air bersih, memang diakui masih banyak yang belum terjangkau karena terkendala dengan anggaran yang sampai saat ini masih dimaksimalkan.
Selain itu juga untuk peningkatan PAD terlebih untuk merangsang masyarakat agar rajin membayar tagihan pihaknya sudah melakukan berbagai cara sampai melakukan undian motor tiap tahunnya.
Namun masih ada saja masyarakat yang mindset-nya sulit untuk membayar tepat waktu bahkan ada yang tidak membayar.
Kalangan Pansus juga mengharapkan ada pola digitalisasi dalam hal pembayaran dan hal itu telah dilakukan oleh pihak Perumda melalui pembayaran via bank dan mini market di Kota Bitung.
Untuk deteksi gangguan secara digital, Sir Ape mengatakan bahwa tak bisa dipungkiri pihaknya saat ini masih menggunakan manual system.
“Sebab kami sudah tanya alatnya seperti di wilayah jawa ada yang sudah memakai itu namun harganya sangat fantastis sampai 400 miliar sehingga kami belum mampu untuk menerapkan hal itu,” jelasnya.
Alexander Wenas pun menyoroti jangan sampai ada petugas yang nakal dalam menggunakan air bersih tanpa melalui meteran yang resmi.
“Sebab yang dulu ada saja petugas yang seperti itu. Yang mungkin saja faktor kesejahteraanya masih belum memuaskan atau ada hal lainya,” kata Nyong.
Alfred pun mengatakan bahwa saat ini Puji Tuhan petugas nakal seperti sudah tidak lagi karna semua circle arus manajemennya dari bagian teknik, gangguan, keuangan dan produksinya sudah by system.
“Untuk kesejahteraan saya sudah menerapkanya dengan baik serta setiap pagi instrumen penguatan secara iman saya lakukan yaitu ibadah setiap pagi. Saya percaya sentuhan doa dan siraman rohani menyadarkan petugas untuk tidak nakal lagi, sehingga saya percaya seluruh pegawai sudah tidak ada keluhan lagi apalagi soal kesejahteraan,” kata Ape.
Diakhir rapat, Ketua Pansus Rafika Papente SE, pun merasa puas dengan penjelasan Direktur apalagi dalam penyampaiannya dilandasi fakta yang telah ditunjukan yang berhasil membawa Perumda Air Minum kian berkembang apalagi selama kepemimpinan Alfred Salindeho sudah 4 kali berturut-turut telah memberikan kewajibannya yaitu Deviden serta berhasil meraih opini WTP berturut turut dan mendapat pengakuan dari BPKP terbaik dalam pengelolaan keuangannya.
“Ini adalah prestasi nyata bukan omon -omon yang tentunya Manajemen yang dipimpin Pak Alfred Salindeho patut dipertahankan terus serta Penyertaan Modal dapat secepatnya terealisasikan agar kendala-kendala dalam hal distribusi air beraih dapat terselesaikan,” kata Rafika Papente SE.
Senada disampaikan Ketua DPRD Vivi Ganap SE pun memberikan apresiasi Perumda Air yang banyak prestasi apalagi pembuktiannya sudah ditunjukan lewat pemberian Deviden kepada Pemkot serta pengakuan pengelolaan Keuangan dari KAP dan BPKP.
“Ini harus diapresiasi bukan akan diganti itu sangat salah besar. Manajemenya harus terus dipertahankan dibawah kendali Alfred Salindeho,” pungkasnya.
Hadir juga anggota Pansus yaitu Chery Mamesah SE, Abigail Sigarlaki M.SI, Yanny Ponengoh, Denny Liemitang, Hengky Tumangkeng ST.(zet)













