Manado, Sulutreview.com — Petinggi Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) menyatakan bahwa tidak ada mahasiswa aktif yang terlibat dalam aksi unjuk rasa di Kepolisian Daerah Sulawesi Utara (Polda Sulut) pada 30 April 2026 lalu.
Klarifikasi ini disampaikan langsung oleh Wakil Rektor III Unsrat, Dr. Ralfie Pinasang.
Menurutnya, pihak kampus telah melakukan penelusuran internal terkait informasi yang beredar di publik, bahwa demo melibatkan dosen dan mahasiswa. Namun hasilnya, tidak ditemukan keterlibatan mahasiswa aktif dalam aksi tersebut, yang mengarahkan tudingan bahwa Rektor Unsrat melakukan korupsi.
“Kami sudah melakukan koordinasi dan pengecekan secara internal, ternyata yang terlibat bukan mahasiswa, melainkan alumni. Namun ada beberapa oknum dosen yang hadir dalam aksi itu,” ujarnya.
Pinasang mengatakan bahwa pada dasarnya, mahasiswa memiliki hak untuk menyampaikan aspirasi, namun tetap harus mematuhi aturan yang berlaku, termasuk kewajiban utama mengikuti kegiatan perkuliahan. Dengan demikian, ketika akan melakukan demo, maka setiap bentuk aksi harus melalui prosedur perizinan resmi.
“Sebagai mahasiswa, tentunya harus memprioritaskan kewajiban kuliah. Jika terbukti melanggar aturan, maka akan ada sanksi disiplin. Namun dalam kasus ini, tidak ada mahasiswa yang terlibat,” sebut Pinasang.
Terkait keterlibatan dosen dalam aksi tersebut, Unsrat akan mengacu pada ketentuan disiplin aparatur sipil negara, termasuk Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang disiplin PNS. Pihak rektorat juga memastikan akan melakukan klarifikasi terhadap dosen yang diduga hadir dalam aksi tersebut.
“Kami akan klarifikasi kehadiran mereka, termasuk tujuan keikutsertaan. Semua akan ditangani sesuai aturan yang berlaku,” jelas Pinasang lagi.
Sementara itu, Wakil Rektor II Unsrat,
Ir. Royke I. Montolalu, SPi Sc menambahkan bahwa persoalan yang menjadi isu dalam aksi, termasuk terkait sertifikasi dosen (serdos), tetap diproses sesuai ketentuan administrasi.
“Serdos adalah hak dosen yang telah memenuhi syarat. Proses administrasinya tetap berjalan dan pasti akan dibayarkan,” katanya.
Dari unsur mahasiswa, Ketua Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) Unsrat, Jastin Anlo, juga menyatakan tidak ada koordinasi internal organisasi, bahwa ada mahasiswa yang terkait dengan aksi tersebut.
“Tidak ada koordinasi dengan BEM atau lembaga kemahasiswaan lainnya. Kalau pun ada keterlibatan, itu hanya oknum dan bukan membawa nama institusi,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua BEM Unsrat, Solideo Saul, juga memastikan bahwa tidak ada mahasiswa aktif yang terlibat dalam aksi demo di Polda Sulut.
“Kami menyatakan dengan tegas tidak ada keterlibatan mahasiswa Unsrat. Kami sebagai mahasiswa tetap berdiri di tengah isu masyarakat. Kalaupun ada keanggotaan organisasi mereka yang turun aksi, itu atas individu tidak ada kaitannya dengan BEM Unsrat,” tandasnya.
Klarifikasi Unsrat atas demo di Polda Sulut ini, turut dihadiri Juru Bicara Unsrat
Drs. Philep Morse Regar, MS.(hilda)













