Breaking News!! Diduga Keracunan, Puluhan Karyawan PT SUN Sagerat Dirawat di RSUD Manembo-Nembo Bitung

Bitung, Sulutreview.com– Puluhan Karyawan yang bergerak di bidang Perikanan bernama PT Samudra Ulam Nusantara (SUN) yang berlokasi di Kelurahan Sagerat Kota Bitung Sulawesi Utara (Sulut), secara mendadak dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Manembo-Nembo, pada Sabtu (09/09/2023).

Kabar diperoleh, ada sekira 30-an karyawan PT SUN yang dirawat yang diduga kuat ada gas bocor hingga keracunan saat sementara bekerja.

Terpantau sejak pukul 10 WITA terlihat di dalam RSUD di ruang Unit Gawat Darurat (UGD) memang ada puluhan pasien dari PT SUN yang dirawat.

Saat masuk didalam UGD, salah satu karyawan hendak mencegat wartawan hendak menutup-nutupi kejadian ini. Akan tetapi saat dilakukan perdebatan yang hebat. Akhirnya bisa mencair dan diperbolehkan karena sudah mendapat ijin dari Direktur RSUD Manembo-Nembo dr Chally Tirajoh.

Pihak RSUD Manembo-Nembo melalui salah satu pejabat Maxi Puasa saat dikonfirmasi via ponsel. Membenarkan adanya puluhan karyawan yang katanya dari salah satu perusahaan sedang dirawat di RSUD.

“Jadi sesuai laporan tim di lapangan, awalnya ada sekira 50 pasien yang akan dirawat. Namun kebetulan tampungan full jadi hanya sekira 30-an pasien yang dirawat,” ujarnya dari balik ponsel.

Ditanya apakah 30-an pasien ini, karena keracunan? Maxi Puasa mengatakan bahwa tim dokter masih melakukan pemeriksaan.

Sementara itu, beberapa keluarga pasien, saat ditanyakan asal karyawan yang masuk RSUD memang dari PT SUN.

Tak lama kemudian, datang Kapolsek Matuari AKP Jemmy Lewu datang di RSUD untuk mengecek akan adanya kabar banyak pasien yang diduga keracunan serta Kadis DLH Merry Dumbela pun langsung masuk mengecek sejumlah Pasien.

Kapolsek pun, untuk sementara masih enggan untuk memberikan keterangan lebih, karena harus melaporkan ke Pak Kapolres Bitung AKBP Tommy Bambang Souissa SIK serta bagian Humas Polres Bitung.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bitung Merry Dumbela mengatakan bahwa timnya telah turun di PT SUN untuk mengecek akan dugaan keracunan.

“Kami belum bisa mengambil kesimpulan terkait hal ini, tim kami masih sementara pemeriksaan di PT SUN secara lebih lanjut,” katanya.(zet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *