Manado, Sulutreview.com – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Billy Lombok menerima aspirasi-aspirasi dari mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Manado, Selasa (6/9/2022).
Lombok dan kawan- kawan (Cs) yang saat itu didampingi anggota DPRD lainnya, yaitu Hendri Walukow, Ivan Kristo Lumentut, Melky J. Pangemanan dan Braien Waworuntu menerima kedatangan mahasiswa-mahasiswi GMNI di depan gedung DPRD Sulut.
Adapun 11 tuntutan aksi demo mahasiswa GMNI, yakni menuntut pemerintah RI berdaulat dalam mengambil sikap untuk membeli BBM dari negara produsen minyak termurah demi meringankan beban BUMN.
Selanjutnya, mendesak Presiden RI untuk menurunkan kembali harga BBM, mendesak pemerintah untuk memberantas pemburu rente BBM bersubsidi, mendesak pemerintah untuk mengevaluasi Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) karena tidak mampu menjalankan fungsi pengaturan dan pengawasan terhadap penyediaan dan pendistribusian BBM.
Mereka juga mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memeriksa BPH Migas terkait dengan adanya penyelewengan distribusi BBM bersubsidi yang tidak tepat sasaran, mendesak DPRD Sulut untuk segera mengesahkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Legalitas Cap Tikus, mendesak pemerintah untuk mengusir PT. TMS dari Kepulauan Sangihe karena sudah tidak memiliki legal standing.
Para pendemo juga mendesak Polda Sulut untuk mengusut tuntas dan menindak tegas mafia solar yang ada di Sulut, mendesak Polda Sulut untuk mengevaluasi kinerja Polresta Manado dalam menciptakan keamanan dan ketertiban di Kota Manado, Stop kriminalisasi terhadap petani Cap Tikus, serta mendesak Polda Sulut untuk menghentikan kriminalisasi terhadap masyarakat penolak PT. TMS sekaligus mencopot Kapolres Sangihe.
Kesebelas poin tuntutan yang dibacakan dengan suara lantang oleh Ketua GMNI Manado, Fernando Tampi di depan anggota DPRD Sulut dan meminta agar DPRD Sulut akan memberikan berita acara tindak lanjut penyerahan aspirasi paling lambat dalam waktu satu pekan.
Lombok mengapresiasi tuntutan aksi yang dilakukan oleh mahasiswa GMNI yang mengkritisi apa yang terjadi saat ini, terlebih dengan adanya kenaikan BBM.
“Saya mengapresiasi teman-teman mahasiswa GMNI yang telah mengkritisi apa yang terjadi saat ini, khususnya dengan adanya kenaikan harga BBM yang mengakibatkan shock kepada masyarakat,” ujarnya.
“Saya dan teman-teman anggota DPRD Sulut berada di pihak teman-teman mahasiswa GMNI dan pastinya semua tuntutan-tuntutan aksi tersebut akan kami perjuangkan ke pihak-pihak yang terkait,” tutup Lombok.(lina)













