Judi Togel di Minut Capai Rp 30 M/Bulan

Noldy Awuy saat membeberkan maraknya judi togel kepada DPRD Minut.
IMG-20210818-WA0009

Airmadidi, Sulutreview.com –
Aksi judi toto gelap alias togel disinyalir masih berlangsung marak di kabupaten Minahasa Utara. Bahkan penarikan uang pasang togel oleh bandar judi di bumi revolusi mental ini diperkirakan dapat mencapai Rp 1 miliar per hari atau Rp 30 miliar per bulan.
Angka fantastis ini diungkapkan ketua DPD Advokasi Rakyat Untuk Nusantara (ARUN) Noldy Awuy dalam rapat dengar pendapat (RDP) lintas komisi di ruang sidang DPRD Minahasa Utara, Senin (21/06/2021).

Pimpinan DPRD, para ketua komisi dan sebagian anggota menerima aspirasi di ruang paripurna.

Dalam RDP yang dipimpin wakil ketua DPRD Olivia Mantiri tersebut turut hadir sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat di kecamatan Airmadidi. Ini sebagai salah satu bentuk keprihatinan terhadap penyakit masyarakat tersebut. Para tokoh agama yang hadir antara lain Pdt. Adrie Lengkong S.Th gembala Gereja Gerakan Pentakosta (GGP) Sukur sekaligus tokoh masyarakat Sarongsong I , Anita Mamangkey S.Th gembala Gereja Segala Bangsa (Gesba) Gerizim Sawangan, Vonny Manueke S.Th dari GPdI Bukit Sion Patar Airmadidi Bawah, Vebe Sutanto S.Th dari Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Sarongsong II, Suhartono Tilamuhu imam masjid Agung Diponegoro dan Anwar Ismail imam masjid Istiqlal Airmadidi. Sementara tokoh masyarakat antara lain Johny Pontoh (Airmadidi Atas) dan Guus Awuy (Airmadidi Bawah).

Sebagian tokoh agama yang terhimpun dalam Bamag Minut.

Noldy Awuy mengatakan ada lima jenis judi togel yang ada di Minut. Yaitu togel Singapura, Hongkong, London, dan Malaysia. “Dimana berdasarkan survei kami, untuk penarikan satu jenis togel sampai Rp 250 juta per hari. Berarti kalau ada 4 jenis togel, seorang bandar dapat meraup Rp 1 miliar setiap hari dari uang para pemasang di Minut. Kalau satu bulan berarti bisa sampai Rp 30 miliar,” bebernya,
Mirisnya, sambung pria yang juga ketua LSM Minut Connection, para pemasang togel kebanyakan berasal dari golongan ekonomi menengah ke bawah. ” Mereka tergiur memasang Rp 1.000 demi mendapat Rp 3 juta. Padahal mereka takkan dapat. Kalaupun dapat, paling hanya 1-2 orang dari 1 juta pemasang. Kalau mereka pasang selama 30 hari atau 1 bulan maka sudah keluar uang Rp 300.000. Dengan uang sebesar itu sebenarnya mereka bisa membeli beras untuk kebutuhan utama mereka,” tandasnya.

Sebagian tokoh masyarakat kecamatan Airmadidi.

Vecky Dihuma M.Th, gembala GPdI Filadelfia Raprap, menegaskan seluruh tokoh agama di Minut menolak tegas keberadaan judi dalam bentuk apapun di Minahasa Utara. “Judi tak sesuai dengan teologi alkitabiah. Bahkan dari aspek budaya Tonsea, setahu saya tak mengenal judi. Karena itu kami tolak tegas judi togel maupun bentuk judi lainnya,” tegasnya.

Stenly Lengkong, ketua MAPATU Minut.

Sementara ketua Masyarakat Adat Masyarakat Adat Pakasaan Ne Tounsea (MAPATU) Stenly Lengkong, maraknya judi togel sudah masuk tahap mengkhawatirkan. “Bagaimana tidak. Banyak pemasang yang jika bertemu seseorang, langsung bertanya ada mimpi apa. Habis itu mereka mulai ‘bersyair’ (otak-atik angka, red) untuk dipasang di togel. Ini benar-benar sudah jadi penyakit masyarakat,” ungkapnya.
Di lain sisi ia juga menyayangkan tidak diundangnya pihak kepolisian dalam RDP kali ini oleh DPRD Minut. Sebab merekalah yang paling bertanggungjawab dalam pemberantasan judi togel.
RDP terkait togel ini berakhir dengan kesepakatan DPRD Minut untuk memberi rekomendasi dan dukungan kepada jajaran Polres Minut agar memberantas judi togel sampai ke akar-akarnya.(art)

banner 300x250