PGE Rehabilitasi 11 Yaki di Gunung Masarang Tomohon

PGE Area Lahendong bersama Yayasan Masarang peduli selamatkan Yaki

Tomohon, Sulutreview.com – Program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) Pertamina Geothermal Energy (PGE) tidak sebatas pada bantuan kepedulian sosial kepada masyarakat, lebih dari itu sebagai wujud pelestarian alam, Pertamina memiliki program konservasi keanekaragaman hayati (Kehati).

Hal inilah yang menjadi dasar pelaksanaan kerja sama PGE Area Lahendong bersama Yayasan Masarang untuk kegiatan pelestarian satwa Yaki, khususnya di Kota Tomohon.

Upaya translokasi satwa Monyet Yaki (Macaca nigra) yang jumlahnya ada 11 ekor, dari Tasikoki Wildlife Rescue Centre yang berada di Bitung ke lokasi Pusat Rehabilitasi Monyet Yaki di (PRMY) Gunung Masarang yang berada di Kelurahan Rurukan-Tomohon.

PRMY Gunung Masarang sendiri merupakan hasil kerja sama antara PGE dengan Yayasan Masarang di mana kegiatan ini berupa pembangunan kandang rehabilitasi Yaki di daerah Kota Tomohon. Di tempat inilah nantinya akan dilakukan rehabilitasi Yaki selama beberapa waktu ke depan hingga satwa ini dinilai siap untuk dilakukan pelepasliaran.

General Manager PGE Area Lahendong Chris Toffle menyampaikan “pelestarian ini diharapkan dapat menjadi menjadi sarana edukasi konservasi dan dapat meningkatkan kepedulian para pihak terhadap konservasi satwa liar.”

Pada kesempatan ini dihadiri Willie Smits selaku Pembina Yayasan Masarang, Ketua Harian Yayasan Masarang Harry Kaunang serta Lurah Desa Rurukan Berty Ampuw.

Dalam sambutannya Willie Smits mengapresiasi kerja sama PGE ini demi pelestarian satwa endemic Sulawesi Utara, kerja sama ini telah berjalan baik dan harmonis sejak lama pada program-program lingkungan lainnya seperti pemanfaatan tanaman Nira/Aren hingga reboisasi. Ke depannya kerja sama ini dapat didukung pihak-pihak lain untuk menimbulkan dampak positif yang lebih luas lagi.

“Jika upaya konservasi Yaki tidak dilakukan dari sekarang, maka populasi Yaki akan semakin terancam dan mendekati ambang kepunahan” tambahnya lagi.

Seperti kita ketahui bahwa satwa monyet Yaki merupakan salah satu satwa endemic Sulawesi Utara di mana tidak akan ditemukan satwa ini di daerah lain di dunia. Yaki sendiri merupakan satwa liar yang dilindungi di Indonesia berdasarkan UU RI No. 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dan Permen LHK No. 20 tahun 2018 tentang Penetapan Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi.

Saat ini jumlah Yaki Sulawesi semakin berkurang bahkan menghadapi kepunahan. Aktivitas perburuan liar menjadi faktor terbesar berkurangnya populasi di alam.(srv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *