Minut  

Buntut Pilkada, Panji Yosua Minut Terancam Pecah

Joppi Lengkong menanyai Stendy Rondonuwu terkait undangan di JGKWL center usai rapat paripurna HUT ke-17 Minut di DPRD Minut, Jumat (20/11/2020).

Airmadidi, Sulutreview.com –
Tarik-menarik dukungan dalam Pilkada Sulut dan Minut tahun 2020 tampaknya berdampak pada soliditas organisasi yang ada di Minut. Tak terkecuali Panji Yosua Minut.
Sebagai organisasi di bawah Pria/Kaum Bapa (P/KB) GMIM yang memiliki jumlah anggota yang besar, Panji Yosua berpotensi menggoda calon kepala daerah untuk mendulang dukungan dari organisasi pelayanan tersebut. Ancaman disintegrasi muncul saat ada di antara pengurus maupun anggota Panji Yosua yang ikut dalam kontestasi pilkada.
Kondisi di Panji Yosua Minut saat ini tampaknya tak terlepas dari ancaman tersebut. Dan makin bergejolak saat beredar undangan lewat grup-grup whatsapp (WA) bagi komandan, pengurus dan pasukan khusus Panji Yosua di jemaat dan wilayah rayon I dan II Minut. Undangan itu mengajak utk hadir dalam ibadah dan pertemuan Panji Yosua GMIM rayon Minahasa Utara I & II yang dilaksanakan Jumat 20 November 2020 pukul 14.00 wita sampai selesai di aula serbaguna paslon nomor urut 2 Joune Ganda-Kevin William Lotulung (JGKWL media center) Jalan Soekarno, Desa Matungkas Kecamatan Dimembe. Sebagai pengundang masing-masing Kepala Staf Panji Yosua Minut Pnt. Stendy Rondonuwu, Ketua PKB Rayon I Minut Pnt. Denny Lolong, SSos, Ketua PKB Rayon II Minut Pnt. Drs. Moses Corneles.
Tak pelak undangan menimbulkan keterkejutan banyak pihak. Terutama komandan Panji Yosua Minut Ir. Joppi Lengkong Msi
Kepada Sulutreview.com usai rapat paripurna HUT ke-17 Minut di kantor DPRD, Lengkong menegaskan kekecewaannya karena Panji Yosua yang merupakan organisasi pelayanan gereja justru dibawa ke politik praktis. “Ini tidak benar. Pertama, kita ada aturan bahwa Panji Yosua tidak boleh mendukung atau berpihak kepada partai politik. Ini malah Panji Yosua diundang ke tempat salah satu paslon. Ini kental sekali politiknya. Ini namanya memecah-belah,” tegas Lengkong yang kebetulan juga calon wabup nomor urut 3 berpasangan dengan calon bupati Drs Sompie Singal.
Kedua, sambungnya, undangan tersebut menunjukkan tak adanya etika berorganisasi dari pengundang. “Panji Yosua Minut ada komandannya. Tapi ini yang mengundang hanya kepala staf dan ketua-ketua P/KB rayon. Ini menunjukkan tak ada etika berorganisasi. Ini sangat saya sayangkan,” ujar Lengkong dengan suara bergetar.
Ia juga menyinggung banyak pendeta dan pelsus GMIM yang sekarang bertindak sebagai tim sukses di masa pilkada 2020 ini. “Mau hancur GMIM kalau begini. Kenapa gereja yang kita cintai menjadi begini. Saya penatua lama. Jangan karena anak mantu (Kevin Lotulung, red) ketua sinode, lalu jadi begini. Ini sangat tidak benar,” keluh Lengkong.
Terpisah, kepala staf Panji Yosua Minut Stendy Rondonuwu saat dikonfirmasi membenarkan adanya undangan tersebut. Hanya tak menyebutkan apakah sepengetahuan komandan Panji Yosua Ir. Joppi Lengkong. “Sebagai kepala staf Panji Yosua Minut, saya mengundang rekan-rekan Panji Yosua untuk hadir ibadah untuk mendoakan Joune Ganda dan Kevin Lotulung. Sebab mereka berdua juga anggota Panji Yosua,” ujarnya.
Lanjut Rondonuwu, undangan sebagai respon Panji Yosua atas cita-cita dan kerinduan JG-KWL untuk memimpin Minut ke depan. Disinggung pernyataan Joppi Lengkong kalau Panji Yosua seharusnya netral alias tak memihak parpol atau calon tertentu sesuai AD/ART organisasi, Rondonuwu hanya menyatakan terserah dari rekan-rekan Panji Yosua mau datang ke acara atau tidak. “Nanti terserah mereka mau datang atau tidak. Lagipula kan undangan bersifat informal. Hanya disebar lewat grup-grup WA. Tak ada masalah kita mendoakan untuk sesama rekan-rekan Panji Yosua (yang ikut kontestasi pilkada, red),” tutur Rondonuwu.
Ditanya apakah komandan Panji Yosua Minut Joppi Lengkong juga akan didoakan dalam ibadah di JG-KWL center, Rondonuwu mengatakan juga akan didoakan. “Dua-duanya akan didoakan tapi tergantung nanti pendeta akan bagaimana mendoakannya,” kuncinya sambil tersenyum.
Sementara salah satu komandan wilayah Panji Yosua mengaku dirinya juga tak diundang dalam rapat Panji Yosua di restoran KNT Matungkas Oktober lalu. Rapat yang dihadiri Komandan Panji Yosua Minut Joppi Lengkong itu membahas rencana penyemprotan desinfektan mencegah penyebaran Covid-19 di desa-desa di Minut.(art)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *