Worang : Patuhi Protokol Covid-19, Kunci Perputaran Perekonomian Sulut

0
140
Pengamat Ekonomi Sulawesi Utara Dr Fredrik Gerdy Worang

Manado, Sulutreview.com – Seruan berbagai kalangan yang diikuti dengan upaya penertiban dan penegakkan disiplin protokol Covid-19 belakangan ini, mendapat dukungan dan apresiasi.

Langkah strategis yang bermuara pada pemutusan penyebaran Covid-19 tersebut juga direspon pengamat ekonomi Sulawesi Utara (Sulut) Dr Fredrik Gerdy Worang.

Menurut Worang, kedisiplinan terhadap protokol Covid-19, akan mempercepat pemulihan kesehatan. Bahkan utamanya adalah pemulihan ekonomi nasional.

“Sosialisasi, ajakan dan seruan belakangan ini terus dilakukan berbagai kalangan, tujuannya masyarakat makin sadar untuk menerapkan protokol Covid-19,” ungkap Worang yang juga akademisi Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Universitas Sam Ratulangi Manado.

Bukan hanya penting, mematuhi protokol Covid-19 sejatinya akan memacu dan mendongkrak perputaran ekonomi di Sulut.

“Saya memberikan apresiasi kepada semua pihak yang telah bekerja keras untuk memberikan dorongan dan sosialisasi kepada masyarakat untuk mematuhi protokol Covid-19. Untuk itu, saya harapkan penjabat sementara (Pjs) Gubernur Sulut Agus Fatoni menindak lanjuti dengan memberikan imbauan keras. Juga kepada walikota dan bupati agar tetap memberikan arahan kepada warga agar patuh pada 3 T dan 4M disertai sanksi,” ujarnya sembari merinci 3 T yang dimaksud meliputi Test, Tracking, dan Treatment, serta melaksanakan 4M yaitu Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak dan Menjauhi kerumunan.

“Sanksi perlu dikenakan jika tidak  mematuhi 3T dan 4M,” tegasnya.

Worang juga mengatakan landasan dan kunci perputaran roda ekonomi di Sulut, adalah patuh pada 3T dan 4M.  “Dampak positifnya akan dirasakan nanti, tepatnya saat akhir tahun, di mana pertumbuhan ekonomi di Bumi Nyiur Melambai akan terkoreksi positif,” ungkap lulusan S3 dari School of Management & Governance, Murdoch University ini.

Worang juga prihatin, karena di tengah upaya pemulihan ekonomi saat ini, didapati adanya pelaku usaha yang belum sepenuhnya sadar dan mematuhi protokol Covid-19.

“Saya sempat ke salah satu resto yang berada di kawasan Paniki. Saya melihat pegawainya hanya menggantung masker di leher dan tidak memakainya. Begitu juga dengan penjual air kelapa di ring-road juga pelayan di kawasan Mega Mas dan resto di Airmadidi. Hal-hal seperti ini harus disikapi dengan tegas,” kata Worang.

Mengapa hal seperti ini harus disikapi, karena akan berdampak negatif pada perekonomian. Itulah sebabnya, penerapan protokol Covid-19 di tempat-tempat usaha harus dilakukan. Artinya, bagi yang tidak patuh ada sanksi. Bisa saja dengan penutupan operasional.

“Untuk kelangsungan dan pemulihan ekonomi kuncinya adalah mematuhi protokol Covid-19,” tambah Worang.(hil)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here