Sulut Tidak Kebal Corona, Tetaplah Berdoa dan Berharap kepada Tuhan

0
520
Dra Ivonne Rency J Kawatu

Penulis : Dra. Ivonne R.J Kawatu

TIDAK ada yang kebal terhadap pandemi virus Corona (Covid-19), menyusul pernyataan resmi Pemerintah Pusat yang mengeluarkan statemen bahwa Sulawesi Utara (Sulut) masuk salah satu daerah yang terpapar penyebaran virus.

Atas fenomena tersebut, Pemerintah Provinsi Sulut melalui Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw bersama jajaran terkait menyikapinya dengan langkah cepat dan tanggap, berikut membuat imbauan dan instruksi yang terkait dengan keamanan masyarakat seutuhnya.

Ketika mendengar di Sulut sudah masuk Covid-19 pasti reaksinya berbeda-beda ada yang menjadi takut, gentar, kaget, bingung, kuatir ataupun panik.

Walaupun sebelumnya sudah marak didahului oleh negara lainnya dan sudah mendunia bahkan di sebagian Italia telah menjadi ‘kota mati’, karena lumpuh total dan tidak dapat beraktifitas sebagaimana biasanya.

Tetapi kita pun tak rela ketika virus ini telah mewabah di beberapa negara termasuk Indonesia dan di dalamnya ada Provinsi kita Sulawesi Utara.

Penyakit mematikan ini tidak memandang bulu baik kepada rakyat biasa, pejabat, pengusaha, artis, si miskin ataupun si kaya, semuanya dihinggapi sehingga membuat kita tak berdaya.

Sebagai umat yang percaya janganlah kita menjadi lemah melainkan kita harus kuat dan bangkit bersatu dengan mengambil langkah-langkah seperti yang sudah diviralkan dalam protokol kesehatan untuk hidup sehat. Yakni, mengkonsumsi makanan bergizi lebih kepada buah-buahan dan rempah. Sebagai masyarakat yang modern menjaga kebersihan diri dan lingkungan dan tidak lupa mencuci tangan menggunakan sabun dan tissue basah bahkan antiseptik.

Imbauan yang diberlakukan ini membuat kita untuk mampu memproteksi diri, tidak hidup asal-asalan, lebih berdisiplin, istirahat yang cukup sehingga dapat
terhindar dari penyebaran virus Corona ini.

Dalam situasi ini yang paling menyedihkan ketika kita dianjurkan untuk tidak berjabat tangan, padahal ini merupakan tanda selamat baku dapa dan ungkapan shalom di antara kita dan bukan hanya berlaku di satu tempat tapi juga di rumah ibadah yang hanya bisa menempelkan kedua tangan kita dan berjarak.

Dan setiba di rumah kita pun segera membersihkan diri dengan mencuci tangan dan dianjurkan juga untuk tidak berada di tempat keramaian sungguh meresahkan.

Memilukan dan mengoyakkan Hati ketika mendengar, melihat di sana sini yang terkena, diisolasi dan tidak dapat berkomunikasi dengan siapa pun termasuk keluarga, sahabat, kerabat kecuali para medis, bahkan di negara sana ada yang sudah meninggal tidak dapat dikuburkan selayaknya.

Ini benar-benar membuat kita terguncang karena dunia semakin menakutkan apakah ini menjadi peringatan! Tuhan bagi umat ciptaanNya sehingga kota-kota menjadi sunyi sepi dan tidak didiami lagi. Melenyapkan bagi Orang yang lalu lalang dan apakah ini pertanda dunia semakin jahat, karena Allah memberi amanat kepada manusia untuk memelihara dan mengusahakan ciptaanNya tapi bukan menyamai dan melebihi kemahakuasaanNya.

Kita boleh mengembangkan Ilmu pengetahuan dengan penelitian-penelitian tapi janganlah terjerumus yang pada akhirnya membawa malapetaka
bagi kita sendiri.

Ataukah kita telah menyakitinya
karena di hati kita masih ada cemburu, dengki, iri hati, sombong , pemarah, dendam dan egois. Atau apakah kita terlalu sibuk, sehingga menjauh dan melupakanNya?.

Saat ini sudah banyak yang dirumahkan, sekolah diliburkan, universitas terhenti B
beraktifitas, ruang gerak dan aktualisasi.

Bersosialisasi menjadi terbatas, tidak dapat bepergian jauh, dan apakah ini pertanda menjadi teguran sehingga diberi waktu berdiam diri sejenak menjaga keluarga kita untuk mengoreksi diri?

Seperti dalam firman “Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat dengan pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan tiba-tiba jatuh keatas dirimu seperti suatu Jerat”. Bahkan diingatkan untuk “Berjaga jagalah senantiasa sambil berdoa supaya
Kamu beroleh Kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia”.

Ini pertanda Tuhan terlalu sayang kepada kita sehingga masih ditegur dengan caraNya, Untuk menyadarkan berbaliklah kepadaNya dalam pertobatan dan selalu mendekatkan diri dan mau berlindung d ibawah kepak sayapnya. Agar kita boleh terhindar dari malapetaka KLB yang
mematikan virus Corona.

“Tapi dibalik itu juga bersyukurlah karena mujizat Tuhan berlaku sehingga sudah ada yang
disembuhkan. Karena Tuhanlah yang empunya kuasa, yang sanggup melakukan perkara besar
dan sanggup memulihkan dan menyembuhkan bahkan keluar dari cengkraman mematikan virus
Corona. Hal yang sama pernah terjadi mewabah penyakit DBD bahkan Virus SARS yang berjangkit dan memakan korban juga sehingga, janganlah takut dan gentar. Janganlah bimbang karena Dialah Gunung Batuku dan Kota Bentengku biarlah iman kita semakin kuat, teguh dan kokoh dengan menyerahkan segala kekuatiran dan kepanikan, karena kita ada Tuhan yang tetap menjaga dan melindungi di tengah-tengah kehimpitan dunia ini. Bahkan dalam Nyanyian Mazmur 91 mengatakan orang yang duduk dalam lindungan yang maha tinggi dan bermalam dalam naungan yang Maha Kuasa akan berkata kepada Tuhan tempat perlindunganku dan kubu pertahananku Allahku yang kupercayai.

Kembangkan terus rasa solidaritas, dengan saling mendukung, saling menguatkan terlebih mampu menterjemahkan langkah-langkah yang sudah diambil oleh pemerintah provinsi yang telah membuat
tim reaksi cepat, dengan menyemprot disinfektan, membuat laboratorium daerah dan dengan bijak Gubernur Olly Dondokambey telah memikirkan
sampai kepada hal-hal yang terburuk sekalipun dan apabila virus ini berkembang bukan tidak mungkin acara besar yang sudah direncanakan dan dimatangkan akan di tunda sampai semuanya
menjadi kondusif dan bukan tidak mungkin pula Sulawesi Utara di lockdown.

Tapi berharap semua itu dijauhkan dan dapat terhindar .

Menyikapinya marilah kita tetap semangat dalam kehidupan yang fana ini, dan hiduplah dalam kasih karena kasih menutupi banyak sekali dosa.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here