Manado, Sulutreview.com — Sinergi kerja antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) SulutGo membuahkan hasil signifikan dalam mendorong budaya finansial masyarakat.
Pada Puncak Hari Indonesia Menabung (HIM) dan Bulan Literasi Keuangan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2026 yang digelar di Graha Gubernuran Bumi Beringin, Kamis (19/8/2026) berhasil mencatatkan nilai tabungan pelajar yang menembus angka Rp18,38 miliar.
Akumulasi nilai tabungan bernilai fantastis tersebut berasal dari pembukaan 41 ribu rekening pelajar baru melalui optimalisasi Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR).
Pencapaian ini didukung oleh gelaran 119 kegiatan edukasi keuangan yang menjangkau lebih dari 90 ribu peserta di 12 kabupaten/kota se-Sulut.
Atas capaian itu, Pemprov Sulut memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi solid antara OJK, Bank Indonesia, industri jasa keuangan, TPAKD, hingga instansi pendidikan di Bumi Nyiur Melambai.
”Sejalan dengan hal tersebut, kita patut bersyukur atas pencapaian konkret provinsi kita. Sebagaimana dilaporkan oleh OJK, telah diselenggarakan sebanyak 119 kegiatan edukasi keuangan yang tersebar di 12 kabupaten/kota dengan menjangkau lebih dari 90 ribu peserta. Dari sisi inklusi, tercatat pembukaan 41 ribu rekening pelajar baru dengan akumulasi nilai tabungan mencapai Rp18,38 miliar. Keberhasilan ini membuktikan kekuatan kolaborasi yang nyata,” ujar Gubernur Yulius Selvanus.
Meskipun capaian angka inklusi dan jumlah tabungan menunjukkan peningkatkan pesat, Gubernur Yulius mengingatkan bahwa keberhasilan gerakan ini tidak boleh berhenti sekadar pada catatan administratif atau statistik belaka.
”Perjuangan kita tidak boleh berhenti pada angka statistik. Tugas kita selanjutnya adalah memastikan rekening-rekening tersebut tetap aktif, bertumbuh, dan mentransformasikan pengetahuan menjadi kebiasaan hidup sehari-hari,” sebut Gubernur Yulius.
Sebagai langkah nyata untuk memperkuat sinergi dan memastikan nilai tabungan terus bertumbuh, Pemprov Sulut bersama OJK menetapkan empat arah kebijakan strategis ke depan.
Fokus utama terletak pada perluasan inklusi keuangan sejak dini, diversifikasi literasi keuangan ke arah yang lebih produktif seperti pembiayaan UMKM dan pasar modal, akselerasi kecakapan transaksi digital, hingga penegakan pelindungan konsumen secara ketat.
Sinergi lintas sektor ini diharapkan terus terjaga hingga ke wilayah pelosok desa dan kepulauan, guna memastikan seluruh generasi muda Sulawesi Utara memiliki fondasi finansial yang kuat dan aman demi menyongsong Indonesia Emas 2045.
Kepala OJK SulutGo, Robert Sianipar, menyampaikan bahwa kondisi geografis Indonesia yang luas dan jumlah penduduk mencapai 284 juta jiwa membawa potensi besar yang diiringi dinamika sektor jasa keuangan yang makin kompleks.
Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 menunjukkan indeks inklusi keuangan nasional berada di angka 93,61 persen dengan indeks literasi 69,57 persen. Sementara di Sulawesi Utara, indeks inklusi mencapai 94,37 persen dan literasi 69,98 persen.
Namun, tantangan tersendiri muncul pada kelompok generasi muda, di mana tingkat inklusi pelajar dan mahasiswa baru berada pada angka 92,76 persen dan tingkat literasi sebesar 62,72 persen.
”Akses terhadap produk keuangan sudah sangat tinggi, namun pemahaman untuk mengelolanya secara bijak masih perlu ditingkatkan. Kita melihat ada kesenjangan yang menjadi perhatian bersama, karena memiliki rekening saja tidak cukup, tetapi memahami dan bertanggung jawab merupakan kunci kesuksesan dan kesejahteraan,” ungkap Sianipar.
Ia menambahkan bahwa dari total 284,4 juta penduduk Indonesia, sekitar 31 persen atau 88 juta jiwa di antaranya adalah generasi muda yang menjadi pilar utama perekonomian masa depan.
Menanggapi fenomena kejahatan digital, maraknya pengeluaran impulsif, hingga hadirnya produk keuangan baru seperti aset kripto, perluasan akses keuangan harus berjalan selaras dengan edukasi yang masif.
Hal ini sejalan dengan amanat Keputusan Presiden Nomor 26 Tahun 2019 tentang Hari Indonesia Menabung serta Visi Indonesia Emas 2045 yang menetapkan inklusi dan literasi keuangan sebagai pilar utama pertumbuhan ekonomi.
Penyerahan Inklusi Keuangan :
- Bank BSG
- Produk: Pembukaan Tabungan Bohusami Young
- Penerima: SRMP 21 Manado & SMA Negeri 1 Manado
- Pimpinan IJK: Direktur Umum, Bapak Joubert Dondokambey
- Pegadaian
- Produk: Tabungan Emas nominal total Rp13.000.000
- Penerima: 84 Mahasiswa FISIP Unsrat
- Pimpinan IJK: Bapak Andy Novriza
- Bank Matuari
- Produk: Tabungan SimPel nominal total Rp300.000
- Penerima: Pelajar SD Tridharma
- Pimpinan IJK: Bapak Andiwanto
- BRI
- Produk: 24 Rekening BRI Junio nominal total Rp3.600.000
- Penerima: Gabungan peserta CCK (SMA Negeri 7 Manado, SMA Negeri 2 Bitung, SMA Lentera Sangihe, SMA 1 Modayag)
- Pimpinan IJK: Bapak Endry
- Bank Mandiri Taspen
- Produk: Mockup Al-Qur’an
- Penerima: Peserta Man Model 1 Manado
- BPR Citra Dumoga
- Produk: Pembukaan Rekening Simpanan Pelajar
- Penerima: 10 Pelajar SD Negeri 16 Manado
- BNI
- Produk: 100 Rekening Tabungan SimPel nominal total Rp2.500.000
- Penerima: SMA Kristen Eben Haezer
- Pimpinan IJK: Bapak Didi Suprijanto
- Bank Banten
- Produk: 20 Rekening Tabungan SimPel nominal total Rp2.000.000
- Penerima: SMP Kristen Tabitha Manado
- Pimpinan IJK: Ibu Sonya Tangkere
- Bank BCA
- Produk: Flazz Card BCA untuk 5 orang (@Rp250.000, total Rp1.250.000)
- Penerima: SMP Kristen Eben Haezer Manado
- Pimpinan IJK: Ibu Farida Hotma Siregar
- Bank Mandiri
- Produk: 100 Rekening Tabungan SimPel nominal total Rp2.500.000
- Penerima: SMA Katholik Frater Don Bosco Manado.(hilda/*)






