Hadapi Tantangan Zaman, Wagub Victor Mailangkay Ingatkan Lulusan Unsrat Asah Karakter

Wagub Victor Mailangkay bersama pimpinan Unsrat. Foto:ist

Manado, Sulutreview.com — Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Wagub Sulut), Victor Mailangkay, menghadiri wisuda gelombang I tahun akademik 2026/2027 Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) yang dilaksanakan di Auditorium Prof Soemitro Djojohadikoesoemo, Kamis (20/8/2026).

​Mailangkay menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada para wisudawan serta jajaran civitas akademika Unsrat. Ia menekankan bahwa keberhasilan yang diraih para lulusan hari ini bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal dari perjalanan pengabdian yang lebih besar bagi daerah dan bangsa.

​Menghadapi dinamika pesat seperti perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan, dan perubahan ekonomi global, para lulusan diharapkan tidak hanya mengandalkan ijazah formal semata.

“Karakter, integritas, kreativitas, serta kemampuan beradaptasi dan bekerja sama akan menjadi penentu seberapa besar ilmu yang diperoleh dapat memberikan manfaat nyata di tengah masyarakat,” tukasnya.

​Wagub mengajak lulusan Unsrat untuk merubah pola pikir dari sekadar pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja. Potensi besar Sulut di sektor pertanian, perikanan, perkebunan, pariwisata, UMKM, hingga teknologi membutuhkan keberanian generasi muda untuk melihat peluang dan mengubahnya menjadi kekuatan ekonomi.

Ia menyampaikan bahwa kolaborasi erat antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat merupakan kunci utama mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Ia berharap, para wisudawan tidak perlu takut memulai perjalanan dari bawah maupun menghadapi kegagalan, serta senantiasa memegang teguh kompas integritas dalam mengarungi lautan kehidupan.

​”Pelaut yang hebat bukanlah mereka yang tidak pernah menghadapi badai, melainkan mereka yang tetap mampu menjaga arah ketika badai datang,” sebut Mailangkay.

​Agenda wisuda Unsrat, turut dihadiri Plt. Rektor Unsrat Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., jajaran pejabat sipil, TNI, Polri, civitas akademika, serta para orang tua wisudawan.

Pelaksanaan upacara wisuda Unsrat diikutu sebanyak 1.017 wisudawan dan wisudawati.

Pada kesempatan itu, Plt Rektor Unsrat mengajak seluruh lulusan untuk sejenak memberikan penghormatan mendalam kepada keluarga dan orang tua. Menurutnya, keberhasilan akademik yang dirayakan hari ini tidak lepas dari kerja keras dan pengorbanan besar yang telah diberikan oleh keluarga di balik layar.

​”Di balik setiap toga yang dikenakan hari ini, ada tangan orang tua yang tidak pernah lelah menopang, ada doa keluarga yang diam-diam dipanjatkan, serta ada ketulusan para dosen dan tenaga kependidikan yang mendampingi perjalanan Saudara. Tataplah wajah-wajah yang mungkin hari ini menyimpan air mata kebahagiaan. Dalam hati, sampaikanlah terima kasih. Sebab, boleh jadi, sebagian dari mereka menunda banyak impian agar dapat meraih impian pada hari ini,” ungkap Plt Rektor.

​Acara wisuda kali ini juga merefleksikan nilai kesetaraan hak menuntut ilmu. Kampus secara bangga mengumumkan kelulusan seorang wisudawan Program Magister penyandang disabilitas netra yang sukses menyelesaikan masa studinya melalui Beasiswa Unsrat.

​”Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih prestasi, selama ada tekad, kesempatan, dan dukungan yang inklusif,” jelasnya.

​Menghubungkan momen wisuda dengan semangat HUT Kemerdekaan RI, pimpinan kampus mengingatkan para alumni bahwa tantangan di dunia nyata setelah kelulusan akan membutuhkan keteguhan mental dan semangat pantang menyerah.

​”Wisuda adalah perayaan atas kemerdekaan berpikir, kemerdekaan dari ketidaktahuan, kemerdekaan dari rasa takut untuk mencoba, dan kemerdekaan untuk menentukan masa depan dengan pengetahuan serta integritas. Ketika saat tantangan datang, jangan menganggap diri Saudara gagal. Ingatlah perjuangan para pendiri bangsa. Mereka tidak berhenti ketika menghadapi keterbatasan,” tuturnya.

Ia berpesan agar para lulusan selalu memegang teguh falsafah luhur Si Tou Timou Tumou Tou sebagai pedoman dalam berkarya dan mengabdi di masyarakat kelak.

​”Pergilah dengan kepala tegak, tetapi tetaplah memiliki hati yang menunduk dalam kerendahan. Bermimpilah setinggi mungkin, tetapi jangan pernah melupakan mereka yang berjalan bersama Saudara dari awal. Jadilah insan yang merdeka dalam berpikir, tulus dalam mengabdi, teguh dalam integritas, dan senantiasa hadir untuk memanusiakan sesama,” tandasnya.(hilda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *