Pemprov Sulut Fokus Entaskan Kemiskinan 12 Desa Sangat Tertinggal

0
469
Kadis Roy Mewoh

Manado, SULUTREVIEW

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) di bawah kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw (ODSK) menyatakan fokus majukan 12 desa yang masuk dalam indeks desa miskin, yakni desa sangat tertinggal.

Dikatakan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Daerah Sulut Roy Mewoh, 12 desa sangat tertinggal ini, menjadi pekerjaan rumah yang akan dituntaskan di tahun 2020.

Berdasarkan catatan, tahun 2015 ada 84 desa sangat tertinggal. Kemudian pada 2018 ada 66 desa dan 2019, menyisakan 12 desa.

Selanjutnya untuk klasifikasi desa tertinggal tahun 2015 ada 852 desa, tahun 2018 ada 640 dan 2019 ada 321 desa. Untuk desa berkembang tahun 2015 ada 554 desa dan tahun 2018 ada 734 desa dan tahun 2019 ada 976 desa.

“Desa maju tahun 2015 ada 15 desa, tahun 2018 ada 66 desa dan tahun 2019 ada 197 desa. Total tahun 2015 ada 1505 desa, tahun 2018 ada 1506 dan tahun 2019 ada 1506 desa.

Progres perubahan desa mengalami kemajuan yang cukup signifikan. Hanya saja, di tengah upaya pengentasan tersebut, masih terkendala. “Sebenarnya selang empat tahun terakhir, banyak desa yang naik kelas menjadi desa maju. Dengan demikian masyarakat di pedesaan mulai mengalami perubahan sosial,” tukasnya Rabu (8/1/2020).

“Intinya pemerintahan OD-SK berupaya mengentaskan desa sangat tertinggal. Terutama di satu periode ini,” ujarnya.

Mewoh menegaskan dalam satu periode ini, OD-SK berharap tidak ada lagi desa yang sangat tertinggal. “Mudah-mudahan di kepemimpinan pertama OD-SK sudah tidak ada lagi desa sangat tertinggal di Sulut,” tandasnya.

Ditambahkannya, indikator yang menjadikan desa itu masih tertinggal diantaranya dilihat dari sisi pemerintahan, kesehatan, lingkungan hidup, pendidikan hingga jarak pemerintah ke pelayanan kesehatan diukur.

“Dan sesuai analisis lapangan ditetapkan kurang 12 desa yang masih sangat tertinggal di Sulut,” tukasnya.

Ke-12 desa sangat tertinggal itu berada di Sangihe 6 desa, Minsel 1 desa, Bolmut 3 desa dan 2 desa di Bolsel.

Dikatakannya, berkurangnya jumlah desa sangat tertinggal ini tak lepas dari program-program yang melekat pada kepentingan desa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, di antaranya dana desa. Berkurangnya jumlah desa sangat tertinggal ini menunjukkan adanya penggunaan dana desa yang tepat sasaran untuk kebutuhan masyarakat.

“Untuk tahun anggaran 2020, dana desa untuk turun sebesar dan akan disebar untuk1.506 desa. Sebenarnya ada 1.507 tapi satu desa belum ada pemerintahnya,” ujar Mewoh.(srv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here