Dorong Pertumbuhan Investasi, Olly Minta Menko Luhut Buka Kawasan Berikat

Gubernur Olly Dondokambey di sela-sela pembukaan AIS Forum 2019

Manado, SULUTREVIEW

Pembukaan event Archipelagic and Island States (AIS) Forum 2019 yang dirangkaikan dengan Startup and Business Summit 2019, berhasil memberikan nilai tambah bagi Sulawesi Utara (Sulut), khususnya di sektor ekonomi.

Hal itu dibarengi dengan kerja sama yang dituangkan melalui MoU antara Chinese Investment (Dong Ginechnologies) dengan PT Kawasan Industri Mongondow.

Langkah awal yang baik tersebut disupport penuh oleh Gubernur Olly Dondokambey.

Bahkan sebagai follow up, gubernur akan meminta Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan untuk menyiapkan kawasan berikat atau bonded zone.

Dengan demikian akan memberikan nilai tambah lebih besar bagi perekonomian daerah. Sekaligus akan mendorong pengembangan industri tersebut.

“Seperti yang sudah disepakati, Cina akan membawa industrinya ke Sulawesi Utara. Saya sudah minta ke Pak Luhut untuk menyiapkan tempat untuk mereka membuat kawasan berikat sehingga mereka dapat berinvestasi. Bahkan mereja juga akan mendapatkan keringanan di dalam pajak dan lainnya,” ungkap Olly di se-sela pembukaan AIS forum 2019.

Pemprov Sulut, sambung Olly akan memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi investor yang akan masuk di Bumi Nyiur Melambai.

“Pemprov akan mendorong pertumbuhan investor. Dan sudah pasti akan berbuat yang terbaik tanpa ada batasan regulasi. Kami akan back up investasi dan terus mendorongnya,” ujar Olly.

Pada kesempatan yang sama, Olly berharap di Sulut akan melahirkan startup digital yang besar. “Kami mendorong generasi milenial di Sulut mampu bersaing menciptakan startup digital,” tukasnya.

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, sebelumnya menyampaikan bahwa Indonesia termasuk Sulut merupakan daerah yang kaya sumber daya alamnya.

“Indonesia kaya akan sumber daya alam, Manado juga banyak yang dapat dieksplore. Juga tourism, karena itu jangan buang sampah sembarangan. Sekolah, pemda dan semua instansi sangat diharamkan apalagi sampah plastik yang menjadi micro plastik akan yang merusak lingkungan,” tukasnya.

Luhut mengingatkan kaum milenial di Sulut agar melihat kekayaan alam tersebut, untuk mengelolanya dengan benar sehingga memberikan nilai tambah.

“Saya mengimbau kepada Universitas Sam Ratulangi, lakukanlah studi yang dalam sehingga mendapatkan hasil pengelolaan yang baik,” ujarnya sembari mencontohkan perusahaan freeport yang selama 50 tahun dikuasai asing, tetapi saat ini mulai kita yang melakukan pengelolaan dengan nilai tambah antara 10 sampai 15 kali,” tandasnya.(eda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *