web analytics

Jokowi Buktikan Pemerataan Pembangunan, Era Kepemimpinan OD-SK Sulut Banjir Infrastruktur

Jokowi Buktikan Pemerataan Pembangunan, Era Kepemimpinan OD-SK Sulut Banjir Infrastruktur

Manado, SULUTREVIEW

Pada rentang waktu kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) sudah begitu banyak kebijakan yang direalisasikan melalui sembilan program prioritas yang diplot dalam program Nawacita.

Selain membangun sumber daya manusia, ternyata Jokowi-JK melakukan pembangunan infrastruktur secara besar-besaran. Bukan hanya fokus di Pulau Jawa. Tetapi juga menyasar daerah hingga pelosok. Tujuannya agar pembangunan merata dan dinikmati masyarakat secara luas.

Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla telah banyak menorehkan keberhasilan pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah Indonesia.

Bagi masyarakat Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), khususnya di era pemerintahan Gubernur Olly Dondokambey SE dan Wakil Gubernur Drs Steven Kandouw (OD-SK), proyek-proyek strategis nasional pun digulirkan. Sehingga tidak mengherankan apabila Sulut banjir dengan pembangunan infrastruktur.

Alhasil hampir selama tahun kepemimpinan Jokowi-JK, masyarakat di Sulut kini dapat menikmati pembangunan yang secara langsung ikut mendorong pertumbuhan ekonomi yang melampaui rata-rata nasional.

Dalam menjalankan pemerintahan, kepemimpinan OD-DK senantiasa mengedepankan kesejahteraan rakyat. Hal itu dilihat dari program pro rakyat yang digulir.

Praktis, dengan laju pertumbuhan ekonomi signifikan, ikut berpengaruh terhadap turunnya tingkat kemiskinan dan terbukanya lapangan pekerjaan.

“Pak Jokowi sudah meletakkan dasar-dasar pembangunan. Proyek-proyek infrastruktur yang ada di provinsi Sulawesi Utara adalah bukti kepedulian Pak Jokowi yang tidak hanya sekedar mengumbar janji tetapi merealisasikannya,” kata Gubernur Olly Dondokambey SE.

Sebagai bentuk kecintaan dan kepedulian kepada rakyat Sulut, Presiden Jokowi sudah beberapa kali melakukan kunjungan ke Sulut, yang terakhir pada 31 Maret-1April 2019 baru-baru ini.

Perhatian Presiden Jokowi pada masyarakat Sulut demikian besar, faktanya sudah melakukan kunjungan berkali-kali. Nanti, jika tidak ada aral melintang Jokowi akan kembali datang ke Sulut untuk meresmikan jalan tol Manado-Bitung yang pengerjaannya tengah dipacu.

“Setelah selesai jalan tol Manado-Bitung kita akan masuk program kedua, yakni jalan tol Manado-Amurang. Itu sudah masuk dalam tahapan perencanaan. Nah, untuk kesemuanya itu tentunya sebagai gubernur yang dapat disampaikan adalah ucapan terima kasih. Karena Pak Jokowi sangat memperhatikan Sulut, bahkan manfaatnya sudah dinikmati masyarakat,” tandasnya.

Dalam menjalankan pemerintahan, OD-SK senantiasa berkiblat pada program andalan Jokowi-JK. Itulah sebabnya, gubernur dan wakil gubernur pilihan rakyat Sulut ini sangat concern dengan berbagai program yang pro rakyat.

Masyarakat dapat melihatnya langsung, bahkan dapat membedakannya seberapa besaran capaian pembangunan infrastruktur yang telah ditorehkan.

Berikut pembangunan infrastruktur yang direalisasikan di Sulut :

1. Pembangunan Jalan Tol Manado-Bitung

Proyek prestisius jalan tol Manado-Bitung merupakan proyek strategis nasional yang mendongkrak pertumbuhan ekonomi Sulut.

Jalan tol Manado-Bitung merupakan salah-satu proyek strategis nasional  yang pengerjaannya terus digenjot dan diproyeksikan akan selesai pada Oktober 2019 dan diresmikan Presiden Jokowi.

Mega proyek tol Manado-Bitung adalah salah-satu proyek prestisius di Sulut yang sangat dinantikan masyarakat Sulut. Sebab melalui proyek ini, akses perekonomian akan terbuka.

“Dengan operasional jalan tol sepanjang 39,9 kilometer ini, secara langsung akan mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat Sulut. Lebih dari itu akan ikut mendorong pariwisata. Terutama terbukanya lintas akses di kawasan Manado, Minahasa Utara dan Bitung,” kata Olly.

Diketahui, pembangunan jalan tol Manado-Bitung terbagi dalam dua tahap pengerjaan. Yakni, tahap pertama Manado-Airmadidi, sedangkan tahap kedua, Airmadidi-Bitung.

Operasional jalan tol, akan memberikan manfaat besar, karena dapat memangkas waktu tempuh perjalanan dari Manado ke Bitung, yang biasanya dalam tempo 1,5 hingga 2 jam, melalui jalur darat akan menjadi 40 menit. Lebih dari itu, tol ini akan mengurai kemacetan yang ada di jalur Manado-Bitung.

Jalan Tol Manado-Bitung yang merupakan jalan tol pertama di Sulut, dikelola oleh kelompok usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Sebut saja, PT Jasamarga Manado Bitung (JMB) yang sejauh ini terus menunjukkan kerja keras.

“Terima kasih kepada Balai Pelaksanaan Jalan Nasional XV, PT Jasa Marga Manado Bitung, serta kontraktor yang berinvestasi untuk mengerjakan jalan tol ini,” kata Olly.

2. Pembangunan Ring Road III

Gubernur Sulut, Olly Dondokambey berharap kehadiran ringroad III mampu mengurai kemacetan lalu lintas.

Pembangunan infrastruktur Ring Roud III juga menjadi fokus perhatian dari Presiden Jokowi melalui pemerintahan OD-SK. Proyek yang dikenal dengan sebutan Manado Outer Ring Roud (MORR) III itu menghubungkan ruas jalan Winangun-Malalayang sepanjang 11,5 kilometer. Sebagaimana fungsinya adalah untuk mengurai kemacetan di Manado.

Pekerjaan proyek ini melibatkan pihak BPN, BPJN XV, Dinas Praskim dan Biro Pembangunan. Berikut dukungan masyarakat sehingga kelancaran pembangunan MORR III sebagai solusi kemacetan Manado, tepatnya di jalur Malalayang-Bahu dan pusat kota. Di mana kendaraan nanti, sebagian akan berpindah ke jalan Ring Road. Contohnya kendaraan dari arah Malalayang ketika menuju bandara, arah Kota Bitung, Kabupaten Minahasa Utara dan Tomohon, tidak harus melintasi pusat kota, tetapi dapat lewat jalur cepat MORR III. Demikian sebaliknya, dari arah Mapanget, Paal Dua, Kota Bitung, Kabupaten Minahasa Utara dan Kota Tomohon yang hendak ke Malalayang dan Tateli tidak harus melewati pusat kota, tetapi sudah melalui MORR III.

Pembangunan konstruksi dari proyek ini, dananya berasal dari APBN. Ringroad III akan terkoneksi langsung dengan Ringroad I yang akan mengurai kemacetan lalu lintas di Kota Manado.

3. Pembangunan Jalan Akses Bandara-Likupang

Infrastruktur akses jalan bandara-Likupang, selain memperlancar arus transportasi juga untuk menunjang sektor pariwisata.

Pembangunan jalan akses Bandara- Likupang-Minahasa Utara juga menjadi perhatian pemerintahan OD-SK. Jalan sepanjang kurang lebih 32 kilometer ini akan menunjang akses pariwisata. Karena saat ini Sulut tengah kebanjiran kunjungan wisatawan. Baik wisatawan mancanegara maupun wisatawan lokal yang sangat tertarik dengan keindahan alam di wilayah Likupang.

“Banyak wisatawan yang sangat tertarik dengan keindahan Likupang. Sehingga dengan adanya jalan bandara-Likupang akan memperlancar arus transportasi dan ekonomi masyarakat,” kata Olly sembari menambahkan bahwa dalam setiap proyek strategis nasional yang memanfaatkan tanah masyarakat, pemerintah berupaya maksimal untuk memberikan penggantian harga yang layak. Makanya istilah ganti rugi dinilai kurang afdol, sebab pemerintah lebih sreg jika menggunakan istilah ganti untung.

Bahkan bagi rumah ibadah yang terkena pembebasan lahan, pemerintah memberikan penggantian dua kali lipat, baik itu tanah dan bangunan yang rusak diberikan tanah serta bantuan untuk pembangunan.

Pembangunan bypass Bandara-Likupang Minahasa Utara ini, merupakan proyek prestisius yang juga diharapkan dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

4. Pembanguman TPA Regional Ilo-ilo Wori

TPA Ilo-ilo Wori, terobosan pengolahan sampah yang terintegrasi bakal hadir bagi masyarakat.

Pembangunan tempat pengelolaan sampah yang dibangun terintegrasi regional, dengan label Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ilo-ilo Wori ini, Provinsi Sulut merupakan daerah dari 34 provinsi pertama dan 540 kabupaten di Indonesia, di mana hanya 10 daerah yang mendapat bantuan pengelolaan sampah yang memanfaatkan teknologi.

“TPA Ilo-ilo ini bukan tempat pembuangan sampah terakhir melainkan tempat pengelolahan industri sampah. Bahkan jika ditinjau dari sisi manfaat, pengelolaan industri sampah ini untuk mensuplai listrik sebesar 10 MW yang diperuntukkan bagi masyarakat,” sebut Olly.

Diketahui, para investor telah siap untuk membangun lokasi ini, rencananya proyek ini akan rampung pada 2021 mendatang. Maksud dari proyek ini, pemerintah memastikan akan memberikan yang terbaik bagi masyarakat.

Untuk itu, warga diharapkan cerdas dalam menerima informasi terkait tempat pengelolaan industri sampah ini. Jangan sampai ada isu bahwa pemerintah tidak berupaya mensejahterakan masyarakat. Sebab proyek ini semata-mata diperuntukkan bagi kepentingan rakyat.

5. Pembangunan Rumah Susun di Tomohon dan IAIN

Pembangunan Rumah Susun di Tomohon dan IAIN Manado, berhasil dirampungkan dan diresmikan Presiden Jokowi pada kunjungan 31 Maret hingga 1 April 2019.

Keberadaan fasilitas ini, diperuntukkan bagi masyarakat yang sampai sejauh ini belum memiliki rumah tinggal.

6. Palapa Ring Paket Tengah

Proyek Palapa Ring, akses kelancaran informasi yang menjangkau wilayah kepulauan saat diresmikan.

Untuk menunjang akses komunikasi, pemerintah menghadirkan Palapa Ring Tengah di Sangihe. Fasilitas
bernilai Rp1,38 triliun ini telah diuji coba oleh Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara saat melaksanakan kunjungan kerja ke Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, Jumat (18/01/2019).

Uji coba jaringan Proyek Palapa Ring Paket Tengah bernilai Rp 1,38 Triliun, dilakukan di Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN), Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama dan Stasiun Terminal Palapa Ring Tengah.

Dalam kunjungan ke Kantor KPP Tahuna, Olly, Rudiantara dan Sri Mulyani memantau dan mencoba akses internet yang sudah terhubung dengan jaringan serat optik Palapa Ring Tengah.

Akses point-of-presence (PoP) Palapa Ring Tengah yang terhubung dengan jaringan PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. digunakan untuk mendukung layanan perpajakan secara online. Selain itu, jaringan serat optik ini dapat dipakai untuk layanan publik, seperti pajak dan kesehatan.

Olly mengapresiasi pemerintah pusat atas uji coba jaringan Palapa Ring Tengah yang mampu membuat semua wilayah Indonesia terdiri dari ribuan pulau dapat terkoneksi secara online. “Palapa Ring membuat pembangunan semua daerah termasuk Kabupaten Sangihe dapat berjalan terus dan semakin maju,” ujar Olly.

Untuk itu, Olly mengapresiasi kinerja Presiden Jokowi-JK atas pesatnya pembangunan infrastruktur di seluruh nusantara termasuk Palapa Ring Tengah. “Saya juga berterima kasih kepada Pak Jokowi dan Pak Jusuf Kalla,” katanya.

Keunggulan Palapa Ring, bukan saja untuk komunikasi tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk semua sektor termasuk pariwisata.

Peresmian Palapa Ring.

“Jaringan Palapa Ring ini mampu mendukung pembangunan pariwisata termasuk di Sangihe yang dapat memasarkan produk pariwisatanya secara langsung,” ucap Olly.

Pada kesempatan tersebut, ketiganya juga melakukan video conference dengan Menteri Kesehatan Nila Moeloek yang didampingi Direktur Utama Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta.

Konferensi video ini merupakan inisiasi kerja sama konsultasi kesehatan jarak jauh dengan memanfaatkan jaringan telekomunikasi yang telah dibangun oleh Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti).

Di Sangihe, Bakti Kemenkominfo telah membangun 1 menara telekomunikasi seluler jaringan 4G dan 6 tower 2G. Saat ini Bakti Kemenkominfo tengah mempersiapkan proses migrasi ke 4G.

Selain itu juga, Bakti telah menyediakan akses internet di 51 lokasi, yaitu satu Puskesmas, tiga kantor desa, satu lokasi layanan publik dan 46 sekolah yang siap terkoneksi dengan jaringan Palapa Ring Tengah.

Sementara itu, Menkeu Sri Mulyani mengatakan Palapa Ring merupakan perwujudan dari Program Nawacita Jokowi. “Ini adalah komitmen dari Presiden Jokowi untuk membangun dari pinggiran dan memperkuat NKRI yang diwujudkan dengan pembangunan infrastruktur,” ujarnya.

Sri Mulyani menuturkan, Palapa Ring mampu diselesaikan meskipun dana APBN terbatas. Tambah dia, skema pembiayaan infrastruktur dapat dilakukan bervariasi. “Walaupun tidak semua proyek infrastruktur bisa dibangun dengan APBN namun dapat diatasi juga dengan instrumen penjaminan oleh PPI (Penjaminan Pendanaan Infrastruktur) sehingga mampu mempercepat proses pembangunan,” ungkap Menkeu.

Untuk diketahui, Palapa Ring Tengah melintasi Provinsi Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara dan Maluku Utara. Jaringan serat optik ini terdiri atas kabel darat sepanjang 1.326,22 kilometer kabel darat dan 1.787,06 km kabel laut.

Menkominfo Rudiantara menerangkan, Palapa Ring merupakan bangunan tol informasi dalam bentuk serat optik yang menghubungkan seluruh wilayah Indonesia. “Sebagai infrastruktur tulang punggung jaringan telekomunikasi pita lebar, Palapa Ring terdiri dari tiga paket, yaitu Palapa Ring Paket Barat, Palapa Ring Paket Tengah, dan Palapa Ring Paket Timur,” kata Rudiantara.

Menurut Menkominfo, proyek yang memungkinkan akses kecepatan internet 4G sampai dengan 30 Mbps bakal selesai di seluruh Indonesia pada tahun ini. Adapun Palapa Ring Tengah sendiri baru selesai pada 21 Desember 2018. “Proyek Palapa Ring ditargetkan selesai di seluruh Indonesia pada pertengahan tahun ini,” jelas Rudiantara.

7. KEK Bitung

Presiden Jokowi telah meresmikan operasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung-Sulawesi Utara (Sulut). Hal itu ditandai dengan penandatanganan prasasti di terminal keberangkatan Bandara Sam Ratulangi (Samrat) Manado, Senin (1/4/2019).

Presiden mengatakan, dengan operasional KEK secara langsung akan berdampak pada pertumbuhan berbagai sektor, seperti industri pengolahan perikanan, kelapa, farmasi maupun pabrik akan ada di kawasan ini. Sehingga akan menbuka lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya.

“Saya sudah tanya ke Pak Gubernur (Olly Dondokambey) terkait KEK di Bitung, akan banyak investor yang ngantri,” ujarnya.

Tak tanggung, sesuai catatan di Kementerian dengan adanya KEK Bitung, maka Sulut kecipratan dana yang nilainya fantastis dengan besaran Rp35 triliun. Ditambah pekerjaan fisik jalan tol dengan nilai investasi sebesar Rp9,7 tiliun, diikuti pelabuhan sebesar Rp373 miliar

“Membangun KEK harus diimbangi dengan pembangunan infrasrtuktur. Seperti perluasan bandara harus lebih panjang lagi. Sama artinya bahwa selain membangun kawasan-kawasan ekonomi khusus, maka fasilitas infrastruktur pemerintah wajib direalisasikan guna memenuhi daya saing,” tandasnya sembari menambahkan KEK Bitung nanti akan semakin terbuka dengan diselesaikannya pekerjaan jalan tol Bitung-Manado yang sudah selesai 80%.

Gubernur Sulut turut menyaksikan penandatanganan prasasti oleh Presiden Jokowi.

“Pada September 2019 atau maksimal Oktober 2019, jalab tol akan diresmikan. Ini adalah pemerataan pembangunan di kawasan timur. Baik itu di Maluku Utara, Sulawesi Utara,” tukasnya.

“Dengan adanya KEK, kita harapkan daerah yang dulunya selalu mengekspor, akan mengirim produk ke luar negeri bukan lagi dalam bentuk bahan mentah. Tetapi nantinya akan ada pengolahan industri di dalam negeri. Baik untuk pengolahan perikanan, kelapa dan produk lainnya, termasuk di dalamnya adalah pariwisata,” jelas Jokowi.

Jokowi memastikan KEK akan membawa perubahan. Kalau dulu ekspor mentah, nanti akan ada diversifikasi sehingga ada nilai tambah.

“KEK masih dalam proses berjalan. Jadi industrinya apa, pabriknya apa itu masih berproses,” katanya.

KEK Bitung memiliki kegiatan utama industri pengolahan kelapa, industri pengolahan perikanan, industri farmasi, dan logistik.

KEK Bitung dibangun di area seluas 534 hektar. KEK Bitung ditargetkan mampu menarik investasi dan mampu menyerap hingga 34.710 tenaga kerja. KEK Bitung juga diproyeksikan memberikan efek terhadap perekonomian nasional dengan peningkatan output sebesar Rp 92,1 triliun pada 2025.

Selain meresmikan KEK Bitung, Presiden Jokowi juga meresmikan KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan, KEK Morotai, Rusun Mahasiswa IAIN Manado dan UKIT Tomohon.

Pada kunjungan terakhir di Sulut yang disambut antusias masyarakat, Jokowi memuji perubahan wajah Bumi Nyiur Melambai yang diikuti dengan pesatnya pembangunan.

Map KEK Bitung.

“Daerah ini mengalami banyak perubahan yang sangat pesat. Ini membuktikan perekonomian tumbuh lebih baik dari sebelumnya. Saya lihat jalan-jalan lebih lebar. Pada malam hari juga kegiatan dan aktivitas perekonomian terlihat ramai,” tambahnya.

Menurut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Ir Jenny Karouw MSi, ada tiga perusahaan yang sedang melengkapi syarat administrasi, yakni PT Futai Indonesia, PT Pasific Ocean Fishery, dan PT Indojaya Fortuna. Untuk PT Futai Indonesia, akan membangun industri pengolahan biji plastik dengan rencana investasi senilai US $ 200 juta dan tahap I senilai Rp1,4 triliun. Saat ini PT Futai Indonesia sedang melaksanakan kegiatan pembangunan fisik senilai Rp300 miliar.

Selanjutnya, PT. Pasific Ocean Fishery, akan membangun industri perikanan dengan rencana investasi senilai Rp. 650 miliar. PT Pacific Ocean Fishery telah membebaskan lahan seluas 1,5 Ha dan saat ini dalam proses pengukuran lahan untuk melakukan MoU dengan PT MSH. Kemudian, PT Indojaya Fortuna. Perusahaan yang bergerak di bidang logistik ini akan membangun cold storage dengan rencana investasi sebesar Rp350 miliar. PT Indojaya Fortuna telah menguasai lahan seluas 5.230 meter persegi dan sedang melakukan pembangunan pabrik.

8. Pembangunan Waduk Kuwil

Presiden saat meninjau prmbangunan waduk Kuwil didampingi Gubernur Olly.

Progress pembangunan waduk Kuwil terus dipacu.

Progress pembangunan Waduk Kuwil yang berada di Desa Kawangkoan dan Kuwil, Kecamatan Kalawat, Kabupaten Minahasa Utara (Minut) merupakan proyek pro rakyat, yang diharapkan menjadi solusi antisipasi banjir, pertanian bahkan pariwisata.

Pekerjaan pembangunan terus digenjot, dengan harapan selesai pada waktu yang ditetapkan. Demikian juga dengan terowongan Kuwil-Kawangkoan menjadi program proyek strategis nasional OD-SK. Hingga kini terus dipacu. Gubernur Olly dan Wagub Steven melihat langsung tembusnya terowongan di pembangunan Waduk Kuwil.(eda)

(Advetorial Biro Protokol dan Humas Setdaprov Sulut)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply