Manado, Sulutreview.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) menjaga pelaksanaan tata kelola pemerintahan yang bersih, pasca Bupati Chyntia Ingrid Kalangit tersandung kasus hukum.
Sebagai tindak lanjutnya, Gubernur Yulius Selvanus bergerak cepat menunjuk Wakil Bupati Heronimus Makainas sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Sitaro, Senin (11/5/2026).
Langkah ini bukan sekadar mengisi kekosongan kursi kekuasaan, melainkan upaya strategis untuk menyelamatkan integritas birokrasi di Kabupaten Kepulauan Sitaro.
”Peristiwa hukum yang terjadi ini, harus menjadi pelajaran berharga,” ujarnya.
Dalam penyerahan nota dinas di Wisma Negara, Gubernur Yulius kembali mengingatkan bahwa fokus utama Heronimus Makainas adalah mengembalikan marwah pemerintahan yang transparan dan akuntabel.
“Fokus utama adalah kepentingan masyarakat. Seluruh jajaran di Sitaro harus bekerja maksimal dan menjaga tata kelola pemerintahan dengan baik. Kita ingin kepercayaan publik pulih kembali,” ungkap Yulius.
Terkait kasus hukum yang menjerat pemimpin sebelumnya terkait dana bantuan pascabencana erupsi Gunung Ruang menjadi perhatian serius.
“Penunjukan ini diharapkan mampu memastikan bahwa program pemulihan bencana ke depan dikelola dengan standar integritas yang lebih tinggi, mengingat masyarakat Sitaro sangat bergantung pada bantuan tersebut,” ucapnya.
Gubernur juga meminta Plt Bupati Makainas adalah untuk memperkuat koordinasi. Khususnya dalam menjaga soliditas ASN agar tidak terpengaruh oleh dinamika hukum yang ada,” tandasnya.
Selain itu, Gubernur Yulius kembali menyampaikan tentang pentingnya transparansi anggaran, yakni dengan menjamin setiap rupiah dana pembangunan dan bencana sampai ke tangan yang berhak.
Dari sisi stabilitas pelayanan, agar memastikan masyarakat di wilayah kepulauan tetap mendapatkan hak layanan dasar tanpa hambatan birokrasi.
Diketahui, penunjukan ini menjadi titik balik bagi Sitaro untuk membuktikan bahwa sistem pemerintahan di daerah kepulauan tersebut tetap kokoh.
Dipastikan, dengan pengawasan ketat dari Pemprov Sulut, langkah Heronimus Makainas dalam beberapa bulan ke depan akan menjadi penentu bagi arah pembangunan Sitaro yang lebih bersih dan berorientasi pada rakyat.
Pemprov Sulut juga berharap, di bawah kendali Plt Bupati, Sitaro tidak hanya pulih secara fisik pascabencana, tetapi juga pulih secara kredibilitas di mata masyarakat dan hukum.
Menyikapi integritas, ujar Yulius perlu diingatkan bahwa pergantian ini adalah respon terhadap masalah korupsi.
.
“Untuk akuntabilitas, fokus pada perbaikan sistem agar kasus serupa tidak terulang, terutama terkait dana bencana,” tandasnya.
Dari sisi kepercayaan publik, Pemprov Sulut menyoroti pentingnya pemerintah mengambil kepercayaan rakyat kembali setelah adanya masalah hukum.(hilda)













