Melepas Sekat Politik, Gubernur Yulius Selvanus dan Olly Dondokambey Sinergi Majukan Sulut

Manado, Sulutreview.com – Suasana penuh keakraban menyelimuti Wisma Negara, Bumi Beringin, pada Senin (11/5/2026).

Pemandangan menarik tersebut, tersaji saat Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Yulius Selvanus, duduk semeja dengan tokoh sentral PDI Perjuangan Sulut, Olly Dondokambey.

Pertemuan ini seolah mengirimkan pesan kuat bahwa kontestasi telah usai, kini saatnya untuk berkolaborasi.

​Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Yulius Selvanus secara khusus menggaungkan filosofi lokal “Baku Tongka” yakni, sebuah semangat gotong-royong dan saling menopang yang menjadi ciri khas masyarakat Bumi Nyiur Melambai.

​Gubernur ​Yulius mengatakan bahwa jabatan gubernur adalah amanah untuk seluruh rakyat, tanpa memandang warna politik. Karenanta, ia memuji peran Olly Dondokambey dan PDI Perjuangan dalam membangun fondasi di Sulut pada periode-periode sebelumnya.

​”Pembangunan dan kemajuan yang majemuk ini, tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Kita membutuhkan semangat ‘Baku Tongka’. Saya sangat mengapresiasi dukungan PDI Perjuangan sebagai mitra strategis untuk memastikan program kesejahteraan rakyat berjalan lancar,” ujar Yulius.

Pada kesempatan ini, Olly Dondokambey yang datang bersama jajaran fungsionaris partai, menyampaikann bahwa PDI Perjuangan berkomitmen menjaga stabilitas pemerintahan. Baginya, kepentingan masyarakat Sulawesi Utara jauh lebih penting daripada ego kelompok atau politik praktis.

​”Kami datang membawa komitmen untuk mengawal keberlanjutan pembangunan. PDI Perjuangan siap menjadi mitra yang konstruktif bagi pemerintah,” jelas Olly.

​Pertemuan dua kekuatan besar ini dinilai para pengamat sebagai sinyal positif bagi iklim investasi dan stabilitas sosial di Sulut.

Dengan sinergi antara eksekutif dan partai pemenang legislatif, hambatan birokrasi diharapkan berkurang, memperkuat posisi Sulut sebagai gerbang ekonomi di kawasan Timur Indonesia.

​Agenda silaturahmi ini diakhiri dengan diskusi santai mengenai tantangan ekonomi global, dengan menjunjung semangat “Baku Tongka”.

“Sulawesi Utara siap melangkah lebih maju tanpa terbelenggu perbedaan pandangan politik. Fokusnya adalah menonjolkan bagaimana dua kutub politik bertemu untuk kepentingan daerah. Kemudian, menghargai capaian pemimpin terdahulu (Olly) sambil mendukung pemimpin sekarang (Yulius),” tukasnya.

Diketahui, melalui filosofi “Baku Tongka” dihatapkam akan menjadi branding utama perdamaian politik.(hilda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *