Manado, Sulutreview.com – Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara (KPw BI Sulut), Joko Supratikto, memperkenalkan sembilan inisiatif strategis ekonomi dan keuangan syariah dalam agenda Hijrah Sulut Festival atau Festival Halal, Inklusif dan Hijau Ramadan Sulawesi Utara 2026, di atrium Megamall, Sabtu (28/02/2026).
Ke-9 rangkaian program tersebut dirancang untuk memperkuat ekosistem halal, mendorong inklusi keuangan, mempercepat digitalisasi transaksi, sekaligus menumbuhkan kesadaran lingkungan di momentum Ramadan 1447 Hijriah.
Pertama, sebagao upaya mendorong ekosistem halal ini,
BI Sulut menghadirkan Program SERUMA (Sertifikasi Halal UMKM). Melalui gerai konsultasi di booth BI yang bersinergi dengan LP3H Pondok Pesantren Hidayatullah, pelaku UMKM difasilitasi dalam proses sertifikasi halal. Selain itu, digelar pula kompetisi pendamping halal terbaik sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dalam memperluas jumlah produk bersertifikat halal di daerah.
Kedua, program JULEHA (Juru Sembelih Halal), BI bekerja sama dengan Dewan Pimpinan Pusat JULEHA menyelenggarakan pelatihan dan sertifikasi berstandar BNSP bagi 20 peserta perwakilan kabupaten/kota se-Sulawesi Utara.
“Program ini turut mendukung penguatan rantai nilai halal serta implementasi kebijakan Jaminan Produk Halal, termasuk dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG),” ujar Joko.
Ketiga, dalam mendorong dan memperkuat transaksi digital yang inklusif, BI Sulut meluncurkan program RAHMANI (Berkah Ramadan QRIS). Masyarakat cukup bertransaksi menggunakan QRIS minimal Rp1.447 untuk memperoleh voucher makan senilai Rp25.000.
“Voucher tersebut dapat digunakan di tenant UMKM maupun ditukar dengan paket kopi dan roti hasil unit usaha pesantren bersama WANUA. Seluruh hasil penjualan akan dialokasikan untuk program wakaf produktif di Sulawesi Utara,” tukasnya.
Keempat, adalah program WAFA (Wakaf Digital dan Wakafein) juga menjadi bagian penting dalam penguatan wakaf produktif. Melalui kolaborasi dengan HEBITREN, saat ini tengah berjalan pembangunan glamping di Pondok Pesantren Darul Istiqomah Manado serta pendirian minimarket di Hidayatullah Tomohon.
“Bank Indonesia memfasilitasi pembayaran wakaf melalui QRIS dan menghadirkan WAKAFEIN, yakni gerakan wakaf dengan apresiasi minuman berkafein produk UMKM lokal,” ucap Joko.
Pada program kelima, akses pembiayaan UMKM diperluas lewat program BUCIN (Business Matching Pembiayaan UMKM) yang telah digelar pada 20 Februari 2026. Kegiatan ini melibatkan OJK SulutGo, sejumlah perbankan seperti BRI, BNI, Bank Mandiri, BPD SulutGo (BSG), serta PNM, dan diikuti 80 pelaku UMKM. Tujuannya meningkatkan literasi pembiayaan dan mempercepat pertumbuhan usaha.
Program keenam, BI Sulut juga konsisten menggelar LIQRA (Literasi QRIS, Cinta Bangga Paham Rupiah, dan Ekonomi Syariah) guna memperkuat pemahaman masyarakat terhadap transaksi non-tunai, kecintaan terhadap Rupiah, serta pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di daerah.
Selanjutnya, Menyambut Ramadan dan Idul Fitri, dalam layanan Rupiah dan kompetisi syariah, BI menghadirkan program ketujuh, yakni SERAMBI (Semarak Rupiah Ramadan 2026) untuk memastikan ketersediaan uang layak edar. Layanan penukaran berlangsung 18 Februari hingga 13 Maret 2026 melalui kas keliling di berbagai titik, termasuk Lapangan Parkir Megamall. Hingga 26 Februari 2026, tercatat 2.963 penukar dengan total realisasi Rp12,73 miliar.
Program kedelapan, untuk kemeriahan festival juga diramaikan melalui KORMA (Kompetisi Seputar Ekonomi Syariah) yang mencakup lima lomba, yakni Halal Chef Competition, Dai/Daiyah Competition, Singing Competition, Konten Ekonomi Syariah, dan Olimpiade Ekonomi Syariah Nasional (OESN). Ajang ini diharapkan melahirkan generasi muda yang kreatif sekaligus menjadi duta ekonomi syariah Sulut.
Program kesembilan, yang bertema Ramadan ramah lingkungan, maka sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan, BI Sulut menginisiasi HIKMAH (Hijaukan Ramadan Berkah).
“Program ini mengajak masyarakat menukarkan lima botol plastik bekas dengan voucher makan di tenant UMKM. Targetnya, 4.000 botol plastik terkumpul untuk diolah bersama WANUA, yakni Bank Sampah Induk Likupang, menjadi produk home decor bernilai jual,” jelas Joko.
Melalui sembilan program tersebut, BI Sulut menghadirkan Ramadan yang tidak hanya religius, tetapi juga produktif, inklusif, dan berkelanjutan bagi perekonomian di Bumi Nyiur Melambai.(hilda)













