Bitung, Sulutreview.com– Pemkot Bitung menggelar Upacara memaknai momentum Hari Lahir Pancasila di tahun 2026.
Pada upacara ini, dipimpin langsung Wakil Walikota Randito Maringka S.Sos dan dihadiri istri Jacinta Marrybel Gumolung Maringka serta jajaran pejabat dan Forkopimda.
Menurut Randito Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026, Randito Maringka Tegaskan Nilai-Nilai Pancasila Harus Hidup di Tengah Masyarakat
Pada pembacaan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia pada Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 menekankan semangat kebangsaan dan persatuan kembali digaungkan dalam Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang berlangsung khidmat di Lapangan Kantor Wali Kota Bitung.
Momentum peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, yang menegaskan pentingnya nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya dalam menjaga keutuhan bangsa Indonesia, tetapi juga sebagai kontribusi nyata Indonesia dalam mewujudkan perdamaian dunia.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Randito Maringka membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia. Dalam amanatnya ditegaskan bahwa Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi untuk memastikan api Pancasila terus menyala dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Hari ini kita kembali berdiri di atas tanah pusaka untuk memperingati Hari Lahir Pancasila. Lebih dari sekadar seremoni tahunan, hari ini adalah momen refleksi untuk memastikan bahwa api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia,” kata Marungka.
Amanat tersebut juga menegaskan bahwa Pancasila merupakan “bintang penuntun” yang telah terbukti mampu menjaga Indonesia tetap kokoh di tengah berbagai tantangan global. Dengan keberagaman lebih dari 17 ribu pulau dan ratusan etnis, Indonesia menjadi contoh nyata bagaimana perbedaan dapat dipersatukan dalam satu ikatan kebangsaan yang kuat.
Di tengah dinamika geopolitik dunia dan perkembangan teknologi yang semakin cepat, Pancasila disebut sebagai jangkar moral bangsa dalam menghadapi berbagai bentuk ketidakpastian dan ancaman fragmentasi sosial.
Dalam amanat tersebut juga ditekankan pentingnya menjadikan Pancasila sebagai living ideology atau ideologi yang hidup dalam keseharian masyarakat. Generasi muda diajak menjadi garda terdepan dalam menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital.
Selain itu, pemerintah pusat dan daerah diingatkan agar setiap kebijakan publik yang dihasilkan selalu berlandaskan keadilan sosial, menjamin hak-hak masyarakat, serta tidak membiarkan ada kelompok yang merasa tertinggal dalam pembangunan.
Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 menjadi pengingat bahwa kekuatan bangsa Indonesia terletak pada persatuan dalam keberagaman.(zet)













