Jakarta, Sulutreview.com – PT PLN (Persero) berkomitmen mendukung transisi energi nasional menuju masa depan rendah karbon.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengatakan bahwa hingga tahun 2040, PLN menargetkan penambahan kapasitas energi sebesar 100 gigawatt (GW), di mana 75 persen di antaranya berbasis energi baru terbarukan (EBT).
Menurut Darmawan, pengembangan masif EBT tersebut akan membutuhkan pembangunan transmisi hijau sepanjang 70 ribu kilometer sirkuit (kms) yang akan menghubungkan sumber energi di daerah terpencil (remote area) dengan pusat permintaan listrik di kawasan perkotaan.
“Kami tengah menyiapkan green-enabling super grid, yaitu sistem jaringan hijau nasional yang akan menghubungkan Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, hingga Sulawesi,” ujar Darmawan, Jumat (…).
Dari Energi Impor ke Energi Domestik
Darmawan menegaskan, langkah ini menjadi bagian dari upaya Indonesia dalam memitigasi perubahan iklim dan memastikan keberlanjutan kehidupan generasi mendatang.
“Kita akan beralih dari energi impor menuju energi domestik, dari energi mahal menuju energi yang terjangkau. Dari situ akan lahir lapangan kerja baru, investasi hijau, dan pengurangan kemiskinan. Di saat yang bersamaan, kita juga menurunkan emisi karbon,” jelasnya.
Ia menambahkan, keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan akan menjadi arah masa depan pembangunan Indonesia.
Perlunya Kolaborasi Global
Darmawan menyadari bahwa misi besar transisi energi ini tidak mungkin dijalankan oleh PLN sendiri. Permasalahan krisis iklim, menurutnya, merupakan tanggung jawab global yang membutuhkan kerja sama internasional di berbagai bidang — mulai dari investasi, transfer knowledge, hingga alih teknologi.
“Tidak ada satu negara pun yang bisa menghadapi krisis iklim sendirian. PLN siap bekerja sama dengan semua mitra internasional dalam investasi, transfer knowledge, hingga pengembangan teknologi untuk mempercepat pencapaian Net Zero Emissions,” tegasnya.
Dukungan terhadap langkah strategis PLN juga datang dari JERA Co., Inc, perusahaan energi asal Jepang. CEO JERA Asia, sekaligus Managing Executive Officer and Head of Platform Business Division JERA Co., Inc, Izumi Kai, menyatakan bahwa pihaknya siap bersinergi dengan Indonesia untuk mempercepat pencapaian target Net Zero Emissions (NZE) tahun 2060.
“Kami siap bekerja bersama mitra konsorsium serta berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan utama di Indonesia, termasuk PLN,” ujarnya.
Izumi juga menyoroti tantangan nyata dalam implementasi energi rendah karbon dan mendorong Indonesia untuk menerapkan strategi all of the above, yaitu memanfaatkan semua solusi dekarbonisasi secara seimbang.
“Satu hal yang jelas adalah bahwa Indonesia membutuhkan pendekatan ‘semua di atas meja’ agar hasilnya selaras dengan trilemma energy—yakni keamanan energi, keberlanjutan lingkungan, dan keterjangkauan,” tutupnya.
Langkah Menuju Masa Depan Energi Bersih
Inisiatif PLN dalam pengembangan green enabling super grid dan peningkatan kapasitas energi berbasis EBT menjadi bagian penting dari peta jalan nasional menuju Net Zero Emission pada 2060. Langkah ini diharapkan tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga mempercepat transformasi ekonomi hijau di Indonesia.(hilda)













