Manado, Sulutreview.com — Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Yulius Selvanus resmi melantik Tahlis Gallang sebagai Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sulut di Aula Mapalus, Kantor Gubernur Sulut, Senin (04/05/2026).
Pada prosesi Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Pimpinan Tinggi Madya Sekdaprov Sulut itu, Gubernur Yulius menyampaikan tentang pentingnya soliditas dan kesamaan komando dalam menjalankan roda pemerintahan.
Ia mengajak seluruh jajaran untuk bekerja selaras demi kemajuan daerah, dalam irama satu komando petarung.
“Satu komando dan petarung, artinya tidak ada perintah lain selain dari gubernur. Kalau gubernur belok kanan, ya belok kanan, jangan melawan. Kita harus satu komando,” tegasnya.
Gubernur juga menekankan pentingnya profesionalitas dalam bekerja, serta menghindari sikap aji mumpung dalam jabatan.
Menurutnya, seluruh aparatur harus berorientasi pada kepentingan masyarakat Sulut.
“Kita harus sama-sama memikirkan kelangsungan masyarakat Sulut agar maju dan sejahtera. Kita harus bekerja keras meskipun dengan keterbatasan anggaran dan efisiensi saat ini,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) sebagai wadah penyerapan aspirasi masyarakat.
Gubernur meminta agar anggaran yang tersedia benar-benar dimanfaatkan secara tepat guna dan menyentuh kebutuhan rakyat secara luas.
“Kita harus peka dengan situasi saat ini, harus berani berinovasi, tidak boleh pasrah dengan kondisi yang adasaat ini. Jangan menunggu tahun depan, manfaatkan apa yang ada sekarang,” tambahnya.
Gubernur juga mengungkapkan bahwa, jika dirunut mundur mengikuti perputaran anggaran tahun sebelumnya, Sulut mengalami penurunan.
“Saat ini, kita kehilangan anggaran hingga Rp1 triliun, bahkan mencapai sekitar Rp2 triliun jika dihitung bersama kabupaten/kota,” tukasnya sembari mendorong agar anggaran tetap beredar dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas perhatian yang besar terhadap Sulut. Hal itu dibuktikan dengan perhatian Presiden Prabowo Subianto dengan berbagai program.
“Wakil Presiden Gibran serta para menteri yang melakukan kunjungan di Sulut dalam beberapa waktu terakhir dinilai membawa dampak positif bagi daerah. Ini adalah bukti perhatian pusat,” ujarnya.

Sementara itu, Sekda Sulut yang baru dilantik, Tahlis Gallang, menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan.
Ia mengatakan siap menjalankan tugas sebagai motor penggerak organisasi pemerintahan daerah.
“Di tengah efisiensi, kita harus keluar dari keterbatasan, tentunya dengan inovasi. Kita perlu melakukan lompatan dengan menggali sumber-sumber pendapatan daerah,” ujarnya.
Ia juga menyoroti potensi sektor pertambangan, kelautan, dan pertanian yang dapat dioptimalkan guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta mengurangi ketergantungan terhadap pemerintah pusat.
Tahlis menambahkan, pengelolaan izin wilayah pertambangan rakyat (WPR) yang mencapai ratusan titik, dan saat ini ada 63 blok yang mendapatkan izin dapat menjadi peluang strategis dalam meningkatkan kemandirian fiskal daerah.
Dengan pengalaman pengabdian selama 33 tahun, Tahlis Gallang optimistis dapat menjalankan amanah sebagai Sekda Sulut dan berkontribusi bagi kemajuan daerah.
“Tidak ada resep khusus, saya hanya bekerja dengan ikhlas dan menjalankan kewajiban sebaik-baiknya. Penilaian ada di pimpinan,” katanya.(hilda)













