Bitung, Sulutreview.com– Gejolak yang terjadi belum lama ini di Kelurahan Pinasungkulan Kecamatan Ranowulu Kota Bitung Sulawesi Utara yaitu pemblokiran jalan yang sempat viral di media sosial. Membuat Pemerintah Kota Bitung mengambil langkah startegis dengan melakukan pertemuan antara warga dan pihak PT MSM.
Hal ini bertujuan agar kegaduhan warga Pinasungkulan dapat meredah dan terselesaikan dalam rangka untuk meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan guna tercipta stabilitas kemanan yang kondusif aman dan terkendali.

Pertemuan ini digelar di Aula BPU Kantor Walikota Bitung Selasa (15/07/2025) yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Bitung Hengky Honandar SE dan Wakil Wali Kota Randito Maringka serta Sekda Ir Rudy Theno ST MT serta jajaran Kepala Dinas, Camat dan Lurah dan lintas Forkopimda serta perwakilan masyarakat Pinasungkulan serta pihak PT MSM/TTN yang dihadiri langsung Presiden Direktur David Sompie.
Dalam aspirasi warga, mereka menginginkan agar jalan lama kampung Pinasungkulan yang dulunya dilalui kendaraan truck PT MSM dapat berfungsi kembali dengan tidak menggunakan jalan baru yang dibangun PT MSM.
“Sebab kalau kendaraan perusahan sudah tidak lagi lalu lalang di jalan lama Pinasungkulan, UKM-UKM yang ada disana seperti warung-warung akan berpengaruh pendapatannya. Sebab kalau masih ada kendaraan truck yang lewat biasanya biar cuma beli rokok atau air minum dan lainya dapat menambah pendapatan UKM yang ada disitu,” kata Agus Pangalila tokoh masyarakat Pinasungkulan.
Pangalila pun masih pesimis, soal relokasi warga di Danowudu. Sebab baginya sangat mahal itu adalah kenangan atau history kami sejak kecil sampai besar di kampung Pinasungkulan yang kami cintai.
Warga pun menyentil soal harga tanah yang tidak maksimal, padahal dalam tanah di Pinasungkulan diduga kuat sudah mengandung emas. Serta jalan lama di Pinasungkulan dapat diperbaiki agar dilalui kendaraan perusahan tanpa mengalihkan ke jalan yang baru.
“Penaksir harga tanah (apraisel) menurut kami tidak maksimal karena penaksiranya sangat murah, kami minta hal ini dapat ditinjau kembali. Masa tanah contohnya di Girian masih lebih mahal dari di Pinasungkulan. Kami minta Pak Wali Kota dapat mengevaluasi kembali hal tersebut” tutur Hendrik Lule.
jajaran anggota DPRD yang hadir yaitu Alexander Wenas meminta agar harga tanah dapat ditinjau lagi karena terlalu murah, selain itu Ramlan Ifran meminta agar PT MSM dapat memperhatikan kerusakan lingkungan yang berdampak ke masyarakat. Serta Yosef Katopo meminta agar PT MSM dapat memperbaiki jalan di Pinasungkulan.
Pada kesimpulan Wali Kota Hengky Honandar meminta agar PT MSM dapat melakukan duduk bersama berembuk untuk mencari solusi soal harapan-harapan dan permintaan masyarakat di Pinasungkulan.
Gayung pun menyambut, Presiden Direktur PT MSM David Sompie mengatakan akan menindaklanjuti terkait arahan Pak Walikota untuk dapat duduk bersama dengan masyarakat dalam mencari solusi untuk terciptanya kondusifitas keamanan dan ketertiban masyarakat terkait jalan dan harga tanah.
Soal pengalihan kendaraan, kata Sompie hal itu bukan disengaja melainkan kami melihat kondisi jalan lama di Pinasungkulan sudah tidak memungkinkan makanya dialihkan ke jalan yang baru itu pun ada saat-saat tertentu.
“Namun hal ini kami akan rapatkan bersama dengan masyarakat Pinasungkulan dalam mencari solusi yang tepat,” pungkasnya.(zet)













