KETERBATASAN fisik tidak menjadi penghalang bagi Noni Pongayow (50), untuk menjalani usaha warung makan kecil-kecilan yang dirintisnya selama setahun ini.
Warung makan yang berada di depan gerbang kampus Politeknik Negeri Manado ini terlihat ramai pembeli yang rata-rata adalah mahasiswa dan mahasiswi dari kampus tersebut.
Sebagai penyandang disabilitas, Noni terlihat sigap, sambil sesekali bertanya menu yang diinginkan pembeli. Ada yang minta dibungkus ada pula yang makan di tempat.
“Ikan dan sayur apa. Makan di sini atau bungkus,” tanya Noni kepada pembeli.
Meski sibuk, tetapi senyum Noni terus mengembang, menandakan bahwa aktivitas yang dilakoninya tidak menjadi beban.
Bersama suami, yang juga penyandang disabilitas Kokali Maigel Menggasa (43) dengan dibantu anak semata wayang Gratia (22), ketiganya telah sepakat dan saling membantu untuk mengelola warung makan yang mampu mendongkrak perekonomian mereka.
Ada pembagian tugas, Gratia ke pasar dan memasak, Maigel menjadi kasir, sementara Noni melayani pembeli dan mencuci piring, gelas dan sendok. Sebab, dari usaha inilah mereka dapat mengumpulkan rezeki untuk menyambung hidup, dengan keuntungan bersih di kisaran Rp500.000 hingga Rp600.000 per hari.
“Tidak semua orang punya gaji, tetapi setiap orang punya rezeki. Di mana ada usaha di situ pasti ada jalan,” ujar Noni saat berbincang-bincang dengan Sulutreview.com, Selasa (27/08/2024).
Pembawaan dan karakter Noni yang ramah, menjadi nilai tambah bagi usahanya. Itulah sebabnya para pelanggan yang datang sangat banyak. Di samping itu harga per porsi sangat ramah di kantong.

“Satu porsi makanan, sudah ada nasi, sayur dan lauk, harganya hanya Rp15.000. Ditambah satu gelas es teh,” ungkap Noni.
Bagi Noni, tidak ada yang perlu disesali dalam hidup ini. Karena hidup itu, untuk dijalani dan disyukuri. “Harus banyak bersyukur dan yang penting adalah sehat-sehat,” ucap Noni diiyakan suaminya Maigel yang membantu sebagai kasir.
Dia juga mengatakan jangan menjadikan kekuarangan sebagai alasan untuk tidak berbuat dan melakukan apa pun. “Harus ada usaha, jangan mengandalkan orang tua yang punya banyak modal uang sehingga tidak perlu bekerja,” ucapnya.
Setelah setahun menekuni usaha warung makan, Noni sudah mengalami pertumbuhan usaha. Kalau sebelumnya belum memiliki perlengkapan atau peralatan memasak yang layak. Kini sudah ada lemari atau etalase, alat penanak nasi dengan ukuran besar, alat serut es hingga meja dan kursi plastik yang baik.
Ternyata, kemajuan warung makannya, menurut Noni, tak lepas dari peran komunitas Berdaya Bareng yang di dalamnya terdapat support dari CIMB Niaga.
Bukan hanya pelatihan, tetapi melalui komunitas Berdaya Bareng, yang peduli dengan kaum disabilitas, perempuan dan pemuda itu, Noni mendapat dukungan dana atau pinjaman dari CIMB Niaga tanpa agunan dan bunga.

“Sulit sekali untuk mendapatkan pinjaman dari perbankan. Tetapi berbeda dengan CIMB Niaga yang memberikan pinjaman tanpa agunan dan bunga. Jadi murni untuk pengembangan usaha,” ucap Noni.
Saat ini, Noni mendapatkan pinjaman sebesar Rp20.000.000, mimpinya ingin mengembangkan usaha hingga memiliki catering yang nantinya bisa ditangani oleh Gratia, anak gadisnya.
“Kami punya mimpi untuk bisa membeli tempat usaha ini, karena sekarang statusnya adalah menyewa sebesar Rp35.000.000 per tahun. Semoga, Tuhan dapat melimpahkan rezeki,” harapnya.
Jika berkenan, dan memiliki tempat usaha tanpa harus menyewa, Noni yang juga memiliki ketrampilan menjahit akan membuka usaha tersebut di tempat itu.
“Begitu juga dengan suami saya yang juga memiliki ketrampilan untuk service elektronik, seperti AC, kulkas, TV, mesin cuci dan lainnya,” tukasnya.
Melalui komunitas Berdaya Bareng, yang dikoordinir Ferly Kolinug, Noni bersama pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Manado dan sekitarnya, jadi tahu bagaimana upaya meningkatkan potensi dan menangkap peluang yang ada.
“Kami mengikuti pertemuan dan pelatihan, secara online dan offline. Semuanya sangat membantu dan menambah wawasan,” sebutnya.
Menurut keterangan Kolinug, program CIMB Niaga telah memberi dampak positif bagi pelaku UMKM, baik disabilitas, perempuan maupun pemuda.
“Program CIMB Niaga ini merupakan pemberdayaan ekonomi berkelanjutan khususnya untuk wilayah Indonesia Timur, yakni Makassar, Manado, Kupang, Samarinda yang berlangsung sejak tahun 2020 dengan berbagai program,” katanya.
Melalui platform pembelajaran Berdaya Bareng, komunitas yang ada di dalamnya dapat mengakses informasi. “Ada 200 peserta yang mengikuti kegiatan selama 3 bulan. Mereka mendapatkan pelatihan, mereka saling berkenalan, mendapatkan pengetahuan serta informasi tentang marketing, digital marketing, wirausaha. Artinya banyak materi yang didapatkan,” jelasnya.
CIMB Niaga-Berdaya Bareng untuk Ekonomi Berkelanjutan
PT CIMB Niaga Tbk telah menggandeng Berdaya Bareng guna mendukung ekonomi berkelanjutan di Indonesia Timur (Intim).
“Kami bersama CIMB Niaga telah menjalankan program ini selama tiga tahun untuk mengembangkan potensi UMKM di Indonesia,” kata Founder Berdaya Bareng Nicky Clara, dalam Kegiatan CIMB Niaga
Dukung Ekonomi Berkelanjutan di Indonesia Timur di Manado baru-baru ini.
Dia mengatakan sebanyak 90 persen perekonomian Indonesia itu ditopang oleh UMKM. Jadi seharusnya sektor ini menjadi salah satu perhatian penting bukan hanya dari pemerintah saja tetapi dari seluruh pemangku kepentingan.
Dia mengatakan hal ini adalah bentuk kontribusi yang luar biasa kolaborasi dengan Bank CIMB Niaga dari tahun 2017.
Pihaknya berkomitmen secara penuh untuk mendukung perempuan penyandang disabilitas dan juga pemuda dan awalnya di Indonesia Barat, tetapi sekarang pihaknya mulai di Indonesia Timur.
Menurutnya, CIMB Niaga sudah memberikan bantuan sebesar Rp350 juta di musim pertama, musim kedua diberikan lagi Rp350 juta dan totalnya ada sekitar 100 UMKM yang dibantu.
“Dari Manado ada sebanyak 17 UMKM, ini adalah bentuk perhatian di musim ketiga, dan ke depan diharapkan akan bertambah,” katanya.
Head of Regional Timur dan Bali Nusra Region CIMB Niaga Ahmad S Ilham mengatakan CIMB niaga saat ini fokus ke Indonesia timur dan apa yang dilakukan saat ini adalah bagian dari memberikan kontribusi terhadap lingkungan masyarakat sekitar di Manado khususnya, dan Indonesia Timur secara umum.
“Kami mengangkat tema dukung ekonomi berkelanjutan untuk Indonesia timur karena lebih membutuhkan dibanding dengan Indonesia Barat,” katanya.
Lanjut kata Ilham, saat ini CIMB Niaga terus konsisten mengutamakan pengalaman terbaik bagi nasabah atau customer experience melalui layanan yang lengkap, baik secara konvensional maupun digital.
CIMB Niaga juga didukung dengan kantor cabang, serta 12 mesin ATM/CRM yang tersebar di sejumlah titik, nasabah dapat melakukan beragam aktivitas perbankan dengan mudah.
Selain itu, untuk layanan yang lebih fleksibel, nasabah juga bisa memanfaatkan channel digital seperti aplikasi mobile banking OCTO Mobile dan internet banking OCTO Clicks, yang memberikan kemudahan akses layanan perbankan kapan saja dan di mana saja. Adapun nasabah bisnis CIMB Niaga mendapat dukungan maksimal melalui BizChannel@CIMB yang membuat berbagai transaksi bisnis menjadi lebih efisien. Bagi nasabah merchant atau pemilik toko termasuk di Manado, CIMB Niaga juga menyediakan aplikasi OCTO Merchant, sehingga transaksi jual beli menjadi lebih praktis.
Selain menghadirkan beragam produk dan layanan yang inovatif, CIMB Niaga juga terus konsisten dalam mendorong praktik bisnis yang lebih bertanggung jawab sesuai prinsip Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG). Pada semester I 2024, hampir 26% dari total pembiayaan Bank (atau setara dengan Rp56,4 triliun) mendukung transisi yang berkelanjutan menuju ekonomi rendah karbon, Perjanjian Paris, dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG).
“Hal ini merupakan bukti komitmen CIMB Niaga untuk tidak sekadar mengejar profit, namun juga berkontribusi menjaga kelestarian lingkungan dan bumi untuk generasi mendatang, sejalan dengan pesan keberlanjutan CIMB Niaga #SekarangUntukMasaDepan,” kata Ilham.
CIMB Niaga juga terus berkontribusi aktif terhadap pemberdayaan ekonomi, sosial, dan lingkungan di Indonesia, termasuk melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Salah satunya melalui Community Link #JadiBerkelanjutan yang membina pelaku UMKM di Indonesia Timur, termasuk Manado, dengan fokus kepada wanita dan teman disabilitas. Saat ini terdapat 423 pelaku UMKM yang sudah mendapatkan pelatihan kewirausahaan dan 100 di antaranya mendapatkan bantuan modal kerja tanpa bunga.
Raih Kinerja Positif pada Semester I 2024
Beragam inisiatif dan kemudahan layanan yang diberikan CIMB Niaga termasuk di Manado, baik melalui kantor cabang maupun kanal digital, turut berkontribusi terhadap pertumbuhan kinerja CIMB Niaga secara nasional. Pada semester pertama 2024, CIMB Niaga melaporkan perolehan laba sebelum pajak konsolidasi (unaudited) sebesar Rp4,4 triliun pada semester pertama 2024 (1H24), naik sebesar 5,8% year-on-year (Y-o-Y).
“Kinerja positif kami pada semester pertama 2024 didorong oleh pertumbuhan aset produktif, pengelolaan efisiensi operasional, serta pencadangan yang baik. Kami terus menjaga kualitas aset secara efektif dengan mempertahankan rasio gross non-performing loan (NPL) sebesar 2,1%, di bawah rata-rata industri. Kami optimis bisa meraih hasil yang baik di sisa tahun 2024, sejalan dengan strategi jangka panjang yang telah kami tetapkan,” ujar Ilham.
Total Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat menjadi Rp249,8 triliun (+6,0% Y-o-Y), dikontribusikan dari pertumbuhan current account and savings account (“CASA”) sebesar 7,4% Y-o-Y menjadi Rp162,9 triliun. Hal ini merupakan hasil upaya Bank untuk membina hubungan nasabah yang lebih erat dan meningkatkan pengalaman nasabah secara keseluruhan melalui layanan digital, yang berkontribusi terhadap rasio CASA menjadi sebesar 65,2%.
Jumlah kredit/pembiayaan naik 5,9% Y-o-Y menjadi Rp217,1 triliun, terutama berasal dari pertumbuhan Usaha Kecil Menengah (UKM) yang naik 10,0% Y-o-Y dan Perbankan Konsumer yang tumbuh 5,8% Y-o-Y. Kenaikan tertinggi di kredit/pembiayaan retail terutama dikontribusikan dari pertumbuhan Kredit Pemilikan Mobil (KPM) yang meningkat sebesar 13,1% Y-o-Y.
Di perbankan Syariah, Unit Usaha Syariah (UUS) CIMB Niaga (CIMB Niaga Syariah) berhasil mempertahankan posisinya sebagai UUS terbesar di Indonesia, dengan total pembiayaan Rp58,1 triliun (+11,6% Y-o-Y) dan DPK sebesar Rp48,1 triliun (+8,1% Y-o-Y) per 30 Juni 2024. Pertumbuhan pembiayaan signifikan tersebut sebagian besar dikontribusi oleh segmen ritel. CIMB Niaga Syariah tetap fokus pada peningkatan komposisi pendanaan, khususnya pendanaan murah dengan terus mengembangkan jaringan komunitas.
Corporate Communications Head CIMB Niaga Hery Kurniawan dan Branch Area Head Indonesia Timur dan Bali Nusra Region Area II CIMB Niaga Chandra Hamber menambahkan CIMB Niaga memiliki perhatian besar kepada kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
“Perseroan bekerja sama dengan United Nations Children’s Fund (UNICEF) mendukung upaya Pemerintah dalam mencegah dan mengurangi masalah gizi buruk dan stunting di Indonesia, khususnya di Nusa Tenggara Timur,” ungkapnya.(hilda)













