Berkat CIMB Niaga, Keripik Pisang Goroho Marindi Berdayakan Ekonomi Keluarga

Marina Poluakan dengan keripik goroho buatannya. Foto : Hilda

CAMILAN pisang goroho buatan Marina Poluakan (53) telah menjadi usaha yang kini mampu menghidupi dan meningkatkan ekonomi keluarga.

Berbahan baku sederhana, yakni pisang goroho yang merupakan pisang endemik Sulawesi Utara ini, Marina memproduksi keripik sebagai produk unggulan dengan skala Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Dia menamai bisnisnya dengan sebutan Marindi yang diambil dari penggalan nama bersama suami Handri Sendoh (51) yang sehari-harinya adalah pekerja tenaga harian lepas di salah satu instansi pemerintahan.

Usaha yang dirintis sejak tahun 2020, tepatnya saat Covid-19 merebak, telah melecut semangatnya sebagai seorang perempuan yang tangguh. Tidak cengeng saat keadaan tidak sedang baik-baik saja.

Marina memiliki effort yang kuat untuk dapat memiliki usaha kecil-kecilan. Maksud tersebut ternyata mendapat dukungan dari suami yang turut membantu manakala bahan baku pisang harus dibeli di pasar atau langsung ke petani.

Setiap hari dia mampu memproduksi sekitar empat hingga enam tandan pisang atau lebih yang disesuaikan dengan permintaan
reseller dengan harga Rp15.000 per satu kemasan. Nilai tersebut akan lebih murah jika pembeliannya dalam skala besar.

Ada sejumlah varian rasa yang disediakan, yakni original, gula merah, keju dan coklat.

“Kalau saat ini produk yang sangat diminati pembeli adalah varian rasa gula merah,” ujarnya saat bersua dengan Sulutreview.com, pada Selasa (27/08/2024).

Bisnisnya saat ini, bukan hanya mengolah camilan pisang goroho tetapi juga membuat abon cakalang, abon roa dan abon tuna.

Untuk tenaga kerja, Marina dibantu oleh sejumlah orang yang adalah tetangganya sendiri. “Ada tiga orang yang membantu usaha ini. Mereka adalah tetangga,” ucapnya.

Pertumbuhan usaha yang ditekuni Marina selama 2 tahun ini, telah membuka banyak kesempatan dan peluang, terlebih saat bergabung dengan komunitas Berdaya Bareng yang di dalamnya terdapat disabilitas, perempuan dan pemuda.

Mereka mendapatkan pelatihan, arahan, bimbingan yang selanjutnya dapat mendorong orang lain untuk dapat meraih sukses bersama.

Tidak heran jika Marina kemudian sering diundang sebagai speaker sekaligus juga memberi pelatihan bagaimana cara membuat camilan pisang goroho dan abon ikan sehingga menjadi sebuah bisnis.

“Melalui komunitas ini, kami juga didorong untuk memberdayakan orang lain, sehingga kita bisa sama-sama sukses meraih mimpi,” ucap Marina.

Selain itu,, melalui komunitas Berdaya Bareng yang di dalamnya turut didukung oleh CIMB Niaga, usaha yang dikerjakan Marina semakin berkembang.

Dia mendapatkan pinjaman dana sebesar Rp7.000.000 dengan tahapan pengembalian yang sangat ringan.

“Pinjaman ini diberikan CIMB Niaga tanpa agunan dan bunga. Nilai cicilannya juga lunak, artinya tidak memberatkan,” ungkap Marina.

Mendapat dukungan dari CIMB Niaga, kini tampilan keripik pisang dan abon produksinya dikemas cantik dengan desain penari lenso.

“Pinjaman tersebut saya manfaatkan untuk memesan kemasan di Jakarta dengan nominal Rp2.000.000 untuk 1.000 eksemplar. Sehingga dengan kemasan seperti itu, produk keripik pisang maupun abon menjadi lebih menarik untuk oleh-oleh,” jelasnya.

Dia juga bermimpi suatu saat bisa memiliki mobil pick up murah, sehingga mempermudah aktivitas saat membeli bahan baku. Sekaligus juga untuk memperluas pasar.

Diketahui, PT CIMB Niaga Tbk menggandeng Berdaya Bareng guna mendukung ekonomi berkelanjutan di Indonesia Timur (Intim). “Kami bersama CIMB Niaga telah menjalankan program ini selama tiga tahun untuk mengembangkan potensi UMKM di Indonesia,” kata Founder Berdaya Bareng Nicky Clara, dalam Kegiatan CIMB Niaga Dukung Ekonomi Berkelanjutan di Indonesia Timur, di Manado, Selasa (13/02024)

Dia mengatakan 90 persen perekonomian Indonesia itu ditopang oleh UMKM, jadi seharusnya sektor ini menjadi salah satu perhatian penting bukan hanya dari pemerintah saja tetapi dari seluruh pemangku kepentingan.

Menurutnya, hal ini adalah bentuk kontribusi yang luar biasa kolaborasi dengan Bank CIMB Niaga dari tahun 2017. Pihaknya berkomitmen secara penuh untuk mendukung perempuan penyandang disabilitas dan juga pemuda dan awalnya di Indonesia Barat, tapi sekarang pihaknya mulai di Indonesia Timur. Ia mengatakan CIMB Niaga sudah memberikan bantuan sebesar Rp350 juta di musim pertama, musim kedua diberikan lagi Rp350 juta dan totalnya ada sekitar 100 UMKM yang dibantu.

“Dari Manado ada sebanyak 17 UMKM adalah bentuk perhatian di musim ketiga, dan ke depan diharapkan akan bertambah,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *