North Sulawesi Investment Forum Bidik Potensi Investasi dan UMKM

Gubernur Olly Dondokambey saat hadir di NSIF. Foto : ist

Manado, Sulutreview.com – Potensi investasi di Sulawesi Utara (Sulut) semakin terbuka luas, sehingga membuka peluang bagi siapa saja untuk mengembangkannya.

Salah satunya melalui agenda North Sulawesi Investment Forum (NSIF) 2024 dan Kawanua Digital Implementation (Digitation) yang dilaksanakan di Sentra Hotel Manado, pada Jumat (9/8/2024).

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Filianingsih Hendarta mengatakan kolaborasi pemerintah dan bertujuan mendorong akselerasi digitalisasi dan investasi di daerah.

Ia menjelaskan, peluang investasi sangat besar didukung stabilitas ekonomi nasional. Hal itu ditunjukkan oleh pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I sebesar 5,11 persen dan kuartal kedua 5,05 persen.

Filianingsih yang didampingi Kepala Perwakilan BI Sulawesi Utara, Andry Prasmuko menyatakan meski terkontraksi tetapi aktivitas ekonomi domestik terjaga baik.

“Dengan inflasi yang juga terjaga, tren positif akan berlanjut,” katanya.

Pada kesempatan itu, hadir Gubernur Sulut Olly Dondokambey memberikan apresiasi atas kerja sama antara Pemerintah Provinsi Sulut dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulut.

Ia mengatakan bahwa tujuan NSIF akan membuka peluang kerja sama dan kemitraan dengan para stakeholder untuk mengetahui tingkat awareness potential buyer atau investor terhadap fasilitas investasi dan UMKM orientasi ekspor di Sulawesi Utara. Sekaligus juga merupakan serangkaian regional investor relations unit (RIRU) yang bertujuan untuk terus mendorong promosi investasi proyek clean and clear, promosi ekspor UMKM, dan akselerasi digitalisasi di Sulut.

“Pastinya juga akan ikut mendorong digitalisasi sistem pembayaran dan memperkuat stakeholder ngagement, sinergi, serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan terkait,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kondisi Sulawesi Utara yang kondusif dan relatif aman memberikan dampak positif bagi investor untuk semakin meningkatkan pertumbuhan perekonomian di sini.

“Dengan potensi besar yang dimiliki, ini menjadi ajakan dan dorongan bagi inestasi melalui mari jo ba investasi di Sulut,” ujarnya.

Dari kegiatan tersebut diperoleh hasil penilaian dengan urutan peringkat teratas secara berturut-turut yaitu Kota Tomohon dengan proyek pengembangan Danau Linow, Kabupaten Minahasa dengan proyek pengembangan potensi pariwisata Pulau Likri, dan Kabupaten Bolaang Mongondow dengan proyek refused derived fuel (RDF).

Gubernur berkesempatan menyerahkan apresiasi pemenang NSIC 2024 kepada Bupati/Walikota terkait. Lebih lanjut, ketiga proyek pemenang NSIC tersebut mendapatkan kesempatan untuk dapat dipromosikan pada kegiatan NSIF bersama dengan 3 proyek eksisting lainnya yaitu kawasan ekonomi khusus (KEK) Likupang, KEK Bitung serta kawasan industri (KI) Mongondow.

Turut hadir dalam acara ini Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta, Direktur Pengembanga Promosi Kementerian Investasi/BKPM Rakhmat Yulianto, Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Candra Wijaya, Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Yudhiawan, Rektor Universitas Sam Ratulangi Prof. Dr. Ir. Oktavian Berty Sompie, Walikota Manado Andrei Angouw, para kepala daerah, pengusaha, pelaku UMKM.(hilda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *