Airmadidi, Sulutreview.com – Pernyataan menarik terkait tingginya tingkat Perceraian di tengah keluarga Kristen khususnya di lingkungan Gereja Masehi Injili Minahasa (GMIM) menuai keprihatinan Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Steven OE Kandouw.
Menurutnya, tingkat perceraian di tengah umat Kristiani mencapai 5 besar se Indonesia. Untuk itu, Kandouw berharap para pemimpin gereja dapat menyampaikan tentang nilai-nilai perkawinan kepada generasi muda saat ini.
“Berdasarkan semua spektrum, gereja harus mampu memberi nilai dan gereja harus mampu menginspirasi anak-anak kita untuk hidup kudus, berbakti kepada orang tua. Harus punya etos kerja. Pelayan khusus harus mampu mengingatkan tentang nilai-nilai perkawinan kepada anak-anak kita,” tegas Kandouw saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 68 jemaat GMIM Bukit Karmel Sarongsong II Kabupaten Minahasa Utara (Minut), pada Minggu (7/7/2024).
Kandouw menjelaskan bahwa ada pendapat yang mengatakan jika sebuah perkawinan yang tidak cocok dapat diakhiri dengan perceraian. Kondisi ini menjadi tanda awas.
“Ini berbahaya,” ucapnya sembari menjelaskan bahwa ada satu wilayah di India yang sudah 300 tahun ini, tidak ada perceraian. “Di India ini tidak ada GMIM tetapi sudah 300 tahun tidak ada perceraian,” ujar Kandouw.
Khusus kepada jemaat GMIM Bukit Karmel Sarongsong II Minut, Kandouw juga menyampaikan agar di usia yang baru, lebih mengutamakan bagaimana membangun iman dan karakter.
“Pembangunan infrastruktur boleh hebat, tetapi yang paling penting adalah nilai di mata Tuhan. “Ini yang perlu menjadi kontemplasi, perenungan atau refleksi. Semoga di HUT ke-68, jemaat tumbuh dengan mengaplikasikan Galatia 5:22-23, khususnya penguasaan diri. Tanpa itu semua jangan harap diakonia akan datang,” katanya mengingatkan.
Menurut Kandouw yang juga merupakan Wakil Ketua Sinode bidang Sumber Daya dan Diakonia, pembangunan infrastruktur gereja adalah penting. Namun, yang patut diperhatikan adalah bagaimana nilai umat Kristiani di hadapan Tuhan.
“Secara infrastruktur, GMIM Bukit Karmel Sarongsong II mungkin sudah bernilai miliaran, seperti mata uang ada nilai nominal dan intrisik. Tetapi bagaimana nilai kita di hadapan Tuhan. Apakah ketua jemaat dan Pelsus sudah betul-betul menciptakan gereja sebagai sumber cinta kasih, damai sejahtera, harapan dan sukacita sebagai yang utama,” ucap Kandouw.
Pada kesempatan itu, Kandouw memberikan bantuan sebesar Rp25 juta.
Turut hadir, Sekprov Sulut Steve Kepel, Sekretaris TP PKK Sulut, Kartika Devi Kandouw-Tanos bersama jajaran pejabat Pemprov Sulut maupun jemaat.(eda)













