Minut, Sulutreview.com – Pelaksanaan program dan kegiatan yang ada di OPD Kabupaten/Kota ternyata tidak semuanya menggunakan biaya APBD saja, namun bisa juga di fasilitasi dari dana CSR, Sponsor atau stakeholder bahkan bisa juga dari dana APBN.
Hal ini dibuktikan oleh Dinas Pariwisata Minahasa Utara yang berkolaborasi dengan Balai Pelestarian Kebudayaan wilayah XVII SulutGo yang akan menggelar kegiatan untuk mempromosikan DPSP dan KEK Likupang dengan tema ‘Mari jo Ka Likupang’.
Rencananya Kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada tanggal 5 juli 2024 di JG Center, desa Matungkas kecamatan Dimembe.
Pamong Budaya Ahli Muda Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XVII SulutGo Ricky Rumagit M.Hum mengatakan bahwa dari BPK wilayah XVII Sulawesi Utara Gorontalo (SulutGo) ada kegiatan kolaborasi untuk menunjang DPSP dan KEK Likupang.
“Berarti dengan adanya ini, kita bekerja sama dengan Pemerintah kabupaten Minahasa Utara dalam hal ini, melalui Pak Bupati Minahasa Utara Joune Ganda dan beliau sudah menyetujuinya. ” ucap Rumagit.
Menurut Rumagit, kegiatan tersebut bertujuan untuk membangun hubungan erat didalam rangka menunjang kemajuan kebudayaan berkelanjutan. Jadi bukan hanya dilihat dalam satu sisi tapi kita membangun ada item-item didalamnya.
” Minahasa Utara mempunyai Wisata budaya, Cagar budaya, dan kegiatan nilai budaya seperti adat istiadat, tari, kolintang, dan banyak sekali yang harus kita tunjang. Untuk itu, saat ini diberikan bagian dari kementerian melalui dijemput yaitu berkolaborasi dalam rangka menunjang kegiatan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara.” ungkap Pamong Budaya.
Lanjutnya, kegiatan ini dikemas dalam bentuk karapan budaya. Jadi, karapan budaya ada atraksi- atraksi, tarian lokal khas minut, pergelaran budaya, dan talkshow.
“Dengan tema ‘Marijo ka Likupang’ berarti kita harus tampilkan terutama budaya-budaya lokal, karena tidak ada playing selain budaya lokal. Itu yang menarik sekarang dengan mempromosikan UMKM. Tahun depan mudah-mudahan bisa berkelanjutan dengan adanya kegiatan awal ini, karena setahun awalnya dari 5 DSP yang ada di Indonesia spesifik sekali di DSP Likupang.” jelasnya.
Ditambahkannya, untuk awal pengembangan di 2024 kita perlu bekerjasama dengan Pemkab Minut tinggal melihat rekomendasi dari pemerintah apa yang bisa diharapkan kesana. Contohnya ke sekolah, OPD-OPD, dan lain-lain.
Untuk persiapan sejauh ini sudah sekitar 70 persen, hanya tinggal kordinasi terakhir tempat dan ada narasumber tambahan.
“Harapan kami dari BPK Wilayah XVII SulutGo kedepan bisa lebih berkembang dari awal perencanaan sehingga dapat berkelanjutan,” kata Rumagit
Sementara itu, Bupati Minahasa Utara Joune Ganda melalui Kepala Dinas Pariwisata Minut Dra Femmy A. M Pangkerego MPd, ME menyebutkan sesuai arahan Bupati dan Wakil Bupati Minahasa Utara, selaku DPSP Likupang dalam hal ini kita memang tidak boleh ‘stuck’ harus berkelanjutan terus-menerus mempromosikan.
Kesempatan kali ini Dinas Pariwisata Kabupaten Minahasa Utara bekerja sama dengan Balai Pelestarian Kebudayaan dengan mengangkat tema ‘Marijo ka Likupang’. Disana akan ada banyak atraksi, melibatkan UMKM yang berkaitan dengan pariwisata dalam hal ini kuliner, pameran-pameran, dan atraksi yang mencerminkan kearifan lokal.
“Kami juga memberi apresiasi kepada Kepala Balai Pak Sugi dalam hal ini, dengan rencana mereka untuk melaksanakan kegiatan tepatnya tanggal 5 Juli di JG Center. Nanti promosinya akan dilanjutkan di tanggal 20 Juli 2024 di Mantos, disitu akan ada ‘booth-booth’ pameran.” terang kadis Femmy.
“Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara harus tampil bawa materi pamerannya. Disitu pasti menjual Minahasa Utara dalam hal ini, menjual DPSP Likupang. Jadi, ‘Marijo Ka Likupang’,” tutupnya.(Josh)













