Safari Natal di Bitung, Gubernur Olly Bagikan Kontemplasi

Gubernur Olly Dondokambey saat menyalakan lilin. Foto : istimewa

Bitung, Sulutreview.com – Sukacita menyambut Natal Yesus Kristus mewarnai aktivitas umat Kristiani di Bumi Nyiur Melambai.

Berbagai perayaan digelar oleh masyarakat, bahkan pemerintah pun aktif melaksanakan Safari Natal di berbagai daerah.

Tradisi ini, terus berlangsung dari generasi ke generasi, demikian juga dengan pemerintah yang menjadikannya sebagai momentum untuk mengunjungi berbagai daerah yang tersebar di 15 kabupaten/kota.

Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Olly Dondokambey yang berkesempatan melakukan Safari Natal di Kota Bitung, menyapa masyarakat dan pemerintah yang ada, dengan harapan semuanya dalam lindungan Tuhan.

“Safari Natal di Kota Bitung merupakan yang kedua kalinya setelah Kabupaten Minsel. Yakni untuk memperingati kelahiran Yesus Kristus di bumi,” tuturnya di hadapan masyarakat dan Pemerintah Kota Bitung, di GOR Duasudara Bitung, Jumat (08/12/2023).

Olly memanfaatkan pertemuan ibadah itu, dengan berkontemplasi, tentang karya pengorbanan Tuhan Yesus untuk menyelamatkan umat manusia.

“Pada saat kelahiranNya telah menimbulkan kecemburuan pemerintah saat itu, yakni Raja Herodes yang memerintah dengan sangat berkuasa dan sangat otoriter, sehingga kalau ada orang yang akan muncul, akan dihalangi,” tukasnya.

Pemerintah yang melakukan hal-hal yang menghalangi, sebut Olly, tujuannya agar dia bisa berkuasa terus. “Memang kalau kita baca-baca di Injil, bahwa pemerintah itu pilihan Tuhan, makanya kita semua tidak bisa marah, karena pemerintah Tuhan yang pilih,” tukasnya sembari menambahkan, saat Herodes mengetahui ada raja yang baru lahir, dia mengutus 3 orang majus dengan membawa 3 persembahan yang sangat berbeda dan mahal pada saat itu, yaitu emas, mur dan kemenyan. Tapi pada saat itu, tujuan Herodes untuk mencari tahu tentang bayi Yesus yang lahir.

“Tuhan mengirim anakNya untuk menyelamatkan umatNya. Jadi begitu orang Majus mengetahui kelahiran Yesus, mereka pulangnya melalui jalan lain, karena takut dengan Raja Herodes. Demikian juga
dalam hidup di dunia ini, kita harus menghormati pemerintah dan Tuhan. Tetapi kalau pemerintah tidak baik, jangan pilih lagi,” ujarnya.

Ngoni rasa-rasa jo (kalian rasa saja-red), pilih mana orang yang baik. Sebab, dewasa ini, setiap rekam jejak seseorang mudah diketahui,” ujarnya.

Olly juga mengajak jemaat dan pemerintah yang hadir di momen Natal untuk betul-betul mengalami pertobatan. “Bukan berobat yah. Tetapi bertobat. Karena kalau berobat, ketika sembuh akan kembali lagi melakukan dosa,” sebutnya.

Sebagaimana makna Natal yang sesungguhnya yang berbicara tentang kasih, Gubernur Olly juga mengajak semua yang hadir, untuk menebar kasih. “Makna Natal adalah tentang kasih kepada sesama. Jadi miliki sifat-sifat kasih dan jadikan perbedaan menjadi warna dalam kehidupan,” tukasnya.

Olly juga mengisahkan bagaimana upaya pemerintah saat berjuang di kala pandemi Covid-19

“Meski sempat mengalami badai Covid-19, namun ekonomi Sulut tumbuh dengan baik, demikian juga dengan El Nino atau musim kemarau panjang, namun Sulut masih ada hujan biar satu-satu, karena kita semua adalah ciptaan Tuhan yang saling menghormati dan menyayangi,” jelasnya.

Dalam hidup ini, kata Olly, ada 3 hal yang harus dilakukan sebagai panggilan gereja, yaitu bersekutu, bersaksi dan melayani.

“Yang tak kalah pentingnya adalah bagi-bagi berkat, di mana yang berkelimpahan menopang yang berkekurangan,” tandasnya..

Di akhir sambutan, Ia menyampaikan telah menerima penghargaan Pena Emas dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).(eda).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.