Manado, Sulutreview.com – Menyikapi arahan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo terkait ancaman resesi ekonomi yang akan melanda Indonesia pada 2023 mendatang, membuat anggota legislator DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Ir. Julius Jems Tuuk buka suara, Rabu (16/11/2022).
Resesi ekonomi global tahun 2023, katanya, harus segera diantisipasi serius oleh pemerintah.
Tuuk mengatakan bahwa usaha pertambangan rakyat bisa jadi solusi ekonomi masyarakat ketika terjadi resesi.
Sebagai Ketua Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (APRI) Sulut, dia mengungkapkan beberapa alasan, yakni tambang rakyat merupakan sumber lapangan pekerjaan bagi ribuan orang dengan pendapatan minimum relatif tinggi.
“Usaha tambang rakyat relatif cepat menghasilkan uang dibandingkan usaha lain,” jelas Tuuk.
Tambang emas rakyat, sebutnya, akan menjadi penopang nilai tukar rupiah. Semua negara di dunia saat ini melakukan segala cara yang belum pernah terjadi sebelumnya, yaitu berusaha untuk mengumpulkan, memproduksi emas sebanyak-banyaknya.
“Untuk point ini, tambang rakyat Indonesia secara nasional dapat memproduksi sedikitnya 120 ton emas per tahun,” tukas Tuuk.
Begitu vital kontribusi pertambangan rakyat bagi perekonomian nasional, sehingga Jems Tuuk mendorong pemerintah melakukan beberapa hal penting, di antaranya segera memperjelas petunjuk teknis (Juknis) dan petunjuk pelaksanaan (Juklak) penerbitan Izin Pertambangan Rakyat (IPR).
“Merampingkan aturan atau regulasi yang tumpang tindih dan cenderung tidak ada kepastian bagi masyarakat dan memperbanyak kegiatan sosialisasi serta pembinaan, bukan mendahulukan penegakan hukum,” pungkasnya.(lina)













