Jakarta, Sulutreview.com – Langkah pemulihan ekonomi diseriusi Dewan Komisioner OJK yang melakukan pertemuan dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto di Kantor Menko Perekonomian di Jakarta, Jumat (19/08/2022).
Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengatakan pertemuan dilakukan untuk koordinasi dan meningkatkan komunikasi untuk memperkuat sinergi dalam percepatan pemulihan ekonomi.
“Kami membahas sejumlah hal sebagai persiapan kami untuk meningkatkan koordinasi dengan Kemenko Perekonomian,” kata Mahendra.
Pembahasan utama adalah tentang kondisi industri jasa keuangan dan prioritas kebijakan OJK dalam memberikan kontribusi bagi pembangunan ekonomi dan menjaga stabilitas sektor jasa keuangan.
Pembahasan juga fokus pada peningkatan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR),
perkembangan restrukturisasi kredit Covid-19, peningkatan literasi dan inklusi keuangan maupun langkah antisipatif memitigasi risiko dampak pelemahan perekonomian global terhadap pemulihan perekonomian nasional.
Berkaitan dengan kebijakan restrukturisasi Covid-19, Mahendra menyampaikan jumlah debitur dan nilai kredit yang direstrukturisasi telah turun secara signifikan, namun demikian masih terdapat sektor dan daerah tertentu yang masih membutuhkan stimulus dan menjadi fokus perhatian dalam arah kebijakan selanjutnya.
Berkaitan dengan peningkatan literasi dan inklusi keuangan, saat ini OJK telah memiliki beberapa program antara lain Program Satu Rekening Satu Rekening (KEJAR) yang sampai dengan triwulan II tahun 2022 tercatat sebanyak 49,59 juta rekening tabungan total nominal Rp27,66 triliun serta berbagai program melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di seluruh Indonesia yang saat ini telah dibentuk sebanyak 398 TPAKD dengan rincian 34 TPAKD tingkat provinsi dan 364 TPAKD tingkat kabupaten/kota.
OJK juga menyampaikan berbagai kolaborasi dengan Kemenko Perekonomian seperti keterlibatan OJK dalam Sekretariat Dewan Nasional Keuangan Inklusif (SDNKI) dan Kelompok Kerja (Pokja) DNKI.
Menko Perekonomian berharap OJK terus mendukung program pengembangan UMKM, meningkatkan pendalaman produk khususnya untuk industri keuangan nonbank serta pemahaman literasi dan inklusi keuangan secara keseluruhan hingga ke daerah.(srv)













