Bitung, Sulutreview.com – PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) memperkuat komitmennya dalam menjaga kelestarian ekosistem maritim dengan menggandeng berbagai elemen masyarakat melalui aksi pembersihan pantai (coastal clean up) dan edukasi pesisir yang dipusatkan di kawasan Pantai Tangkoko, Kelurahan Batuputih Bawah, Kota Bitung, Sulawesi Utara (Sulut).
Langkah kolaboratif ini melibatkan lintas sektor, mulai dari jajaran Pertamina Group yang beroperasi di wilayah Bitung, Pemerintah Kota Bitung melalui Dinas Lingkungan Hidup serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, hingga Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Bitung.
Selain jajaran instansi, kegiatan ini turut melibatkan penggerak swadaya masyarakat seperti pemerintah kelurahan, pengurus Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), komunitas pegiat lingkungan, masyarakat lokal, serta para siswa sekolah dasar.
Plt Direktur Utama PTK, Eko Cahyadi, menyatakan bahwa aksi bersih pantai ini dirancang tidak hanya untuk meminimalisasi volume sampah, terutama limbah plastik di kawasan pesisir, tetapi juga untuk mencegah ancaman pencemaran bagi biota laut.
Sampah yang menumpuk di area pantai berisiko tinggi terseret ombak ke laut lepas dan tanpa sengaja dikonsumsi oleh satwa marin.
”Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya diajak memahami pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga secara langsung mengambil tindakan nyata untuk menjaga kebersihan dan kelestarian kawasan pesisir. Perubahan besar selalu dimulai dari tindakan-tindakan sederhana yang dilakukan secara bersama dan berkelanjutan,” ujar Eko Cahyadi saat memberikan keterangan di Bitung dalam siaran pers Senin (20/7/2026).
Eko menuturkan, Pantai Tangkoko memegang peranan yang sangat strategis dalam ekosistem maritim global. Berdasarkan studi Seascapes Working Group CTI-CSS, kawasan ini terletak di dalam wilayah Coral Triangle atau Segitiga Terumbu Karang, yang dikenal sebagai pusat keanekaragaman hayati laut dunia.
Oleh karena itu, pembenahan dan kelestarian lingkungan di kawasan Tangkoko dinilai vital untuk memulihkan daya tarik kawasan tersebut sebagai destinasi wisata unggulan di Sulawesi Utara. Dengan pesisir yang bersih dan terawat, diharapkan dapat menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bitung sekaligus menciptakan dampak berganda (multiplier effect) bagi kesejahteraan ekonomi masyarakat sekitar.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Armada PTK, Dewi Susanti, menegaskan bahwa kehadiran dan keterlibatan aktif PTK di Sulawesi Utara merupakan bagian dari tanggung jawab korporasi untuk mewujudkan ekosistem maritim yang bersih. Hal ini sejalan dengan visi industri pelayaran nasional yang lebih ramah lingkungan (green shipping).
“Sebagai pilar utama dalam industri maritim, kesehatan ekosistem laut menjadi prioritas jangka panjang bagi PTK. Komitmen keberlanjutan tersebut memastikan operasional industri dan kelestarian alam dapat berjalan beriringan,” tutur Dewi.
Inisiatif lingkungan ini juga menjadi langkah konkret PTK dan Pertamina Group dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya Target #14 tentang Ekosistem Laut serta Target #13 mengenai Penanganan Perubahan Iklim.(hilda)












