Manado, Sulutreview.com – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara, dr. Fransiskus A. Silangen, SpB-KBD menggelar masa reses ke II dengan menyerap aspirasi-aspirasi warga di beberapa titik yang ada di daerah pemilihan, Nusa Utara.
Adapun beberapa titik tersebut, yakni di Kecamatan Tahuna dan Tahuna Timur yang dipusatkan di Kelurahan Tona 2, Papanuhung, Selasa (2/8/2022).
Reses yang digelar ini yakni untuk menyerap berbagai aspirasi-aspirasi warga yang ada di beberapa titik tersebut. Adapun beberapa aspirasi warga yaitu terkait pembangunan-pembanguan maupun perbaikan infrastruktur yang ada seperti pembangunan talud di pinggiran pantai dan sungai maupun jalan-jalan kelurahan yang rusak dan sudah perlu untuk segera diperbaiki.
Usai mendengarkan pemaparan warga, Silangen menjawab semua aspirasi itu akan tampung untuk dipelajari. Yang menjadi skala prioritas dianggaran tahun depan.
”Silahkan memasukan aspirasi sebanyak–banyaknya, sehingga saya juga tau sejauh mana persoalan yang ada di daerah ini, dan tentu tidak semua aspirasi ini dapat direalisasikan. Namun akan melihat mana yang menjadi prioritas. Juga melihat kemampuan keuangan daerah,” kata Silangen.
Kegiatan yang sama juga dilaksanakan pada sore hari, di Kecamatan Kendahe yang dipusatkan di balai Kampung Pempalaraeng.
Khusus kecamatan Kendahe juga aspirasi yang sama yakni Infrastruktur berupa talud, dan status SMA Petra Sawang dari swasta ke Negeri. Selain itu, soal kebudayaan seperti Masamper dan musik Bambu untuk bisa tampil di Provinsi dalam event khusus.
”Memang semua aspirasi masyarakat ini semuanya sangat baik, dan seharusnya perlu penangganan secepatnya oleh pemerintah. Namun dengan adanya wabah Covid -19, sehingga beberapa tahun ini terjadi refocusing sehingga banyak kegiatan–kegiatan yang ditunda pelaksanaanya,” terang Silangen.
Dia berharap agar masyarakat Sangihe untuk membantu lewat doa, agar semua aspirasi ini dapat terwujud sesuai dengan harapan. Artinya ketika ada dana yang dikucurkan dari Pemerintah Pusat maka aspirasi ini dapat terealisasi.
”Berdoa saja, semua indah pada waktunya, pasalnya ketika dulu ketika reses dulu ada aspirasi soal ruas jalan Pitaloka. akhirnya setelah ada dana PEN dari Pemprov. Maka saat itulah saya perjuangkan sehingga bisa terealisasi seperti kita lihat saat ini,” tukasnya.
Salah satu warga yang ikut hadir dalam reses tersebut mengapresiasi kehadiran FAS di Kampung Pempalaraeng dimana bisa menampung aspirasi. Dia menyampaikan terima kasih terhadap program Indonesia Pintar (PIP) bea siswa bagi anak sekolah yang diprakarsai oleh anggota Dewan dari PDI Perjuangan yang ada di DPR RI.
”Kami bangga ketika hari ini bisa bertatap muka dengan pak Ketua DPRD Sulut. Yang sudah hadir dan bisa menampung aspirasi masyarakat,” ujar Ketua LPM Pempalaraeng.
Dalam kegiatan reses tersebut Silangen selalu memberikan motivasi kepada masyarakat di Kabupaten Kepulauan Sangihe untuk bekerja keras.
Menurut Silangen, bekerja keras melalui karya di bidang masing-masing akan berdampak pada peningkatan ekonomi dan kesejahteraan.
“Saya mengajak semua warga Sangihe terus berkarya sesuai bidang tugas masing-masing untuk meningkatkan pendapatan keluarga,” ajak Silangen.
Silangen lanjut mengatakan bahwa masyarakat Kabupaten Sangihe dikenal sebagai pekerja keras sehingga dapat membiayai pendidikan anak-anak sampai ke perguruan tinggi.
“Orang tua kami berasal dari salah satu pulau di Sangihe dan dapat menyekolahkan kami sampai di perguruan tinggi,” tambah dia.
Silangen juga mengingatkan pemerintah desa mengelola dana dengan baik dan tidak melakukan penyimpangan.
“Dana desa harus dikelola dengan baik dan berpihak untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kampung,” tutup FAS.
Reses ini, FAS didampingi oleh Wakil Ketua DPRD Sangihe Ferdy Sondakh, SE. Sebagai moderator dan Ferdy Bawele,SE sebagai MC dalam kegiatan tersebut.(lina)













