Manado, Sulutreview.com – Mengantisipasi kekosongan pemerintahan di lima daerah, yakni Minahasa Selatan, Minahasa Utara, Bolaang Mongondow Timur, Bolaang Mongondow Selatan dan Kota Tomohon, Pemprov Sulut secara resmi menugaskan lima orang penjabat.
Kelima penjabat tersebut, berperan sebagai pelaksana harian (Plh) bupati dan wali kota, untuk selanjutnya bertanggung jawab menjalankan roda pemerintahan sampai dilantiknya pejabat definitif.
Dari lima penjabat yang mendapat mandat sebagai Plh, empat diantaranya merupakan Sekretaris Daerah (Sekda). Masing-masing Danny Kaawoan Minahasa Selatan, Jemmy Kuhu Minahasa Utara, Sonny Warokah (Boltim) dan Advan Ohy (Bolsel).
Sementara itu, Jemmy Ringkuangan, yang sebelumnya adalah Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setdaprov Sulut, terlebih dahulu dilakukan prosesi Pelantikan dan Pengambilan Janji Jabatan Penjabat Sekretaris Daerah Kota Tomohon Provinsi Sulut, untuk kemudian diberikan kepercayaan sebagai Plh Wali Kota Tomohon.

Wakil Gubernur Sulut, Steven OE Kandouw, berkesempatan melakukan prosesi pelantikan yang diikuti dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Plh bupati dan wali kota. Sekaligus membacakan radiogram Gubernur Sulut Olly Dondokambey yang menyebut bahwa pengisian Plh bupati/wali kota di lima daerah.
Sebelum bertugas Wagub Kandouw menyampaikan pesan kepada Plh bupati dan wali kota bahwa, berakhirnya jabatan bupati dan wali kota adalah pada 17 Februari 2021. Dan sesuai rencana akan dilakukan pelantikan pada tanggal 26 atau 27 Februari 2021.
“Nah untuk menghindari kekosongan harus ada Plh bupati/walikota. Untuk Tomohon, harus ada penjabat sekda baru Plh wali kota,” katanya di ruang CJ Rantung Kantor Gubernur Sulut, Kamis (18/2/2021).
Kandouw juga menyebutkan bahwa jabatan yang dipercayakan adalah penting. Di mana tugas utamanya adalah menjaga kontinuitas, keberlangsungan pemerintahan di daerah masing-masing. “Selain itu adalah mempersiapkan pelantikan bupati dan wali kota definitif,” tukasnya.
“Pesan saya, jaga jalannya pemerintahan ini selama 9 hari. Waktu yang singkat, makanya manfaatkan semua kesempatan dengan sebaik-baiknya, output dan outcome. Tunjukkan siapa kita, boleh menjadi pamong dan pemimpin daerah masing-masing,” urainya.
Selanjutnya, terkait dengan adanya pemeriksaan BPK, Kandouw mengingatkan untuk mempersiapkan dengan baik.
“BPK akan memulai pemeriksaan, kita harus kondusif, respon cepat. Begitu juga dengan penanganan Covid-19, adalah mutlak untuk kita laksanakan,” tandasnya.(hilda)













