Fuel Terminal Bitung Suplai Energi di 65 SPBU Sulut

0
51
Aktivitas Fuel Terminal Bitung

Bitung, Sulutreview.com – Kapasitas dan operasional berikut cara kerja  Fuel Terminal Bitung, tak banyak yang mengetahuinya. Bahwa perjalanan aktivitas itu sebenarnya bersumber dari tempat ini.

Bagaimana tidak, untuk bepergian ke suatu tempat dibutuhkan energi yang berasal dari bahan bakar minyak (BBM).

Fuel terminal Bitung, sebelumnya disebut sebagai terminal BBM Bitung yang menyuplai 65 SPBU di Sulawesi Utara (Sulut), 5  APMS, 6 Stasiun Pengisian Dealer Nelayan dan 1 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Bunker yang mengawali perjalanan energi fossil di Sulut.

Fasilitas ini, dibangun pada tahun 1968 dan resmi beroperasi pada 1969. Dan saat ini, terminal BBM Bitung menjadi penyangga ketersediaan stok di daerah lain. Bahkan menjadi ‘tempat persinggahan’ minyak sebelum sampai di Fuel Terminal (FT) Gorontalo, Tahuna, Luwuk, Poso, bahkan hingga Ternate dan Tobelo.

Kini Fuel Terminal Bitung memiliki 20 Tanki dengan total kapasitas lebih dari 44.000 kilo liter (kl) dengan varian Produk meliputi Premium, Pertamax, Pertalite, Dexlite, Biosolar, Solar, Pertadex, Kerosene dan Avtur menyesuaikan kebutuhan konsumen.

Rata-rata tiap hari Terminal BBM Bitung menyalurkan 1200 hingga 1800 kl/hari. Dengan workload sedemikian rupa, beragam prestasi tetap diraih dan dipertahankan. Diantaranya raihan PROPER Hijau selama 3 kali berturut-turut sejak 2017 yang membuktikan ketaatan terhadap aspek sosial dan lingkungan.

Terminal BBM Bitung memiliki Program CSR unggulan yakni Pemberdayaan Komunitas Peduli Bisu Tuli Bitung, melalui pelatihan keterampilan aneka kerajinan dan sablon dan Program Konservasi Yaki Pantat Merah, (macaca nigra) di Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Tasikoki.(srv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here