Ini 9 Hal Berbeda Bakal Ditemui di Pilkada Minut

0
222
Ketua KPU Minut Stella Runtu (tengah), Komisioner Divisi Parmas dan SDM Hendra Lumanauw MA (kanan dan Komisioner Divisi Teknis Darul Halim SH (kiri) saat memberikan sosialisasi.

Airmadidi, Sulutreview.com – Saat pemilihan kepala daerah (pilkada) Minahasa Utara dan Sulawesi Utara pada 9 Desember 2020 mendatang, bakal ada sembilan hal berbeda yang tidak ditemui pada pemilihan presiden dan legislatif pada 14 April 2019 ataupun sebelumnya.

Hal ini terungkap dalam Sosialisasi Peraturan KPU Nomor 1  tahun 2020 dan peraturan KPU Nomor 6 tahun 2020 oleh KPU Minut kepada media cetak dan elektronik/online yang dihelat di aula H&J Airmadidi, Sabtu (08/08/2020).

Menurut Ketua KPU Stella Runtu,  dalam hari H Pilkada, setiap TPS paling banyak melayani 500 pemilih. Sementara dalam pemilihan sebelumnya sampai 800 pemilih. “Tapi untuk di Minut, kami tetapkan hanya melayani 400 pemilih untuk menghindari penumpukan orang. TPS juga harus memiliki sirkulasi udara yang baik,” kata Runtu didampingi ketua divisi sosialisasi dan SDM Hendra Lumanauw MA.

Selain itu Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) harus sehat dari Covid-19 dan harus menjalani rapid test. Malah personel di KPU dan juga PPK telah mengikuti rapid test lebih dulu. “Khusus PPDP (petugas pemutakhiran data pemilih) yang reaktif sudah kami ganti,” ujar Runtu.

Lanjut Runtu, sebelum TPS dibuka maka akan dilakukan penyemprotan desinfektan agar mencegah Covid-19. Untuk pemilih juga wajib menjalani pengukuran suhu tubuh dan mencuci tangan sebelum masuk TPS serta mengenakan masker.

Mereka yang memiliki suhu tubuh 37,3 derajat Celcius ke atas akan diarahkan ke bilik pencoblosan khusus. Bahkan paku untuk mencoblos juga akan disterilisasi.

“Pemilih akan disediakan sarung tangan plastik saat akan mencoblos. Sarung tangan dilepas saat jari mereka akan ditandai dengan tinta. Untuk pilkada nanti, jari bukan dicelup ke tinta tapi hanya ditetes atau dioles tinta oleh KPPS,” tutur ketua KPU sembari mengimbau pemilih tak usah membawa anak-anak ke TPS.

Nantinya juga akan disediakan tempat sampah khusus menampung sarung tangan bekas pemilih. “Intinya seluruh proses pemilihan wajib menerapkan protokol kesehatan secara ketat demi kesehatan dan keselamatan bersama,” kata Lumanauw menambahkan.(art)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here