Lulusan SMK Sumbang Pengangguran Tertinggi di Sulut

0
225

Manado, SULUTREVIEW

Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menyumbang angka pengangguran tertinggi di Sulawesi Utara (Sulut).

Hal itu didasarkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menurut pendidikan tertinggi yang ditamatkan.

Dilihat dari tingkat pendidikan tertinggi yang ditamatkan, tingkat pengangguran tertinggi adalah lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yakni sebesar 12,42 persen.

Tertinggi kedua adalah Perguruan Tinggi (PT) sebesar 7,70 persen diikuti oleh Sekolah Menengah Atas (SMA) dengan TPT sebesar 5,52 persen.

“Dengan kata lain, ada penawaran tenaga kerja yang tidak terserap terutama pada tingkat pendidikan SMA, SMK dan PT,” ungkap Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Sulut, Dr Ateng Hartono.

Mereka yang berpendidikan rendah cenderung mau menerima pekerjaan apa saja, dilihat dari TPT SD ke bawah (2,49 persen) terendah diantara semua tingkat pendidikan.

Dibandingkan kondisi setahun yang lalu, tingkat pengangguran terdidik (menengah ke atas) kelompok SMA dan SMK mengalami penurunan masing-masing sebesar 2,47 poin dan 0,98 poin.

“Sementara itu kelompok perguruan Tinggi justru mengalami kenaikan 2,09 poin,” tukasnya.

“Berdasarkan jenis kelamin, masih terdapat diskrepansi antara TPAK laki-laki dan perempuan.

Dari 100 penduduk usia kerja laki-laki, sekitar 81 orang berpartisipasi aktif secara ekonomi, sedangkan dari 100 penduduk usia kerja perempuan, hanya sekitar 47 orang berpartisipasi aktif secara ekonomi.(hil)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here