Peduli Serikat Buruh di Sulut, Gubernur OD Kucurkan Bantuan

0
114

Manado, SULUTREVIEW

Hari Buruh atau May Day yang diperingati pada 1 Mei 2020, bertepatan dengan pandemi Covid-19. Pada kondisi itu dibarengi dengan ancaman PHK.

Namun pada momentum tersebut, Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Olly Dondokambey menyatakan kepeduliannya dengan membantu meringankan beban para pekerja, melalui pemberian 3.000 paket sembako.

Paket sembako dari Pemprov Sulut tersebut, difasilitasi Dinas Sosial Sulut yang dikemas dalam tas berisi mie instant 10 bungkus, beras 5 kg, minyak goreng 1 liter, 3 kaleng ikan siap saji dan 5 buah masker yang diterima secara simbolis oleh pimpinan serikat buruh di Sulut.

Olly mengatakan, bahwa pandemi Covid-19 berdampak pada PHK, di mana banyak tenaga kerja yang dirumahkan.

“Pada peringatan hari buruh ini, kita bekerja sama dengan seluruh asosiasi buruh yang ada di Sulut. Salah satunya kita memberikan sembako kepada anggota yang kena PHK,” sebut Olly usai menyerahkan paket sembako di Kantor Gubernur, Jumat (1/5/2020).

Pada kesempatan ini, Olly mengajak serikat buruh untuk bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan, juga seluruh asosiasi yang ada di Sulut.

Selain itu, Pemprov Sulut juga telah memberikan paket sembako kepada para pekerja informal yang terdampak Covid-19.

“Tahap pertama kita sudah bagikan kepada ojek, sopir angkot dan buruh yang betul-betul terdampak. Berikut Kartu Prakerja untuk mendapatkan bantuan dana dan pelatihan bagi seluruh para karyawan yang di PHK,” papar Olly.

“Pemerintah juga dari sisi lain tetap memberikan perhatian khusus kepada seluruh tenaga kerja yang mengalami , misalnya tenaga pariwisata, tenaga pabrik juga kita lakukan semua ini. Kalau ada yang terlewat tolong informasikan supaya kita juga bisa menangani hal-hal yang belum kita tangani,” lanjutnya.

Sementara itu, Ketua Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Sulut, Lucky Sanger mengapresiasi perhatian Pemprov Sulut kepada kalangan buruh yang terdampak Covid-19.

Menurut Sanger, peringatan hari buruh tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya karena tidak adanya penyampaian aspirasi lewataksi turun ke jalan akibat dampak penyebaran Covid-19.(srv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here