Wabup Robby dan HKTI Minahasa Tanam Padi M70D

0
92

Tondano, SULUTREVIEW

Wakil Bupati Robby Dondokambey SSi melakukan penanaman padi M70D, lewat program Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI)  Minahasa bekerja sama dengan Universitas Negeri Manado (Unima) Fakultas MIPA, Dinas Pertanian dan Kelompok Tani Kecamatan Kakas Barat, Senin (17/02).

Penanaman Padi ini berlangsung di lahan pertanian Desa Touliang, Kecamatan Kakas Barat.

Wakil Bupati yang juga Ketua HKTI Minahasa, atas nama Pemerintah Kabupaten Minahasa mengapresiasi program HKTI pusat dan provinsi, yang telah membantu pemerintah dan masyarakat Minahasa khususnya dibidang pertanian, untuk mewujudkan swasembada pangan.

Adapun petani yang terpilih dalam menjalankan program ini, adalah kelompok tani yang ada di Minahasa.

“Kiranya dengan adanya padi M70D ini dapat turut mensejahterakan kehidupan petani yang ada di Minahasa,” katanya.

Sementara itu, menurut Sekretaris HKTI Minahasa, Tito Manopo, padi varietas M70D ini merupakan hasil penelitian oleh Himpunan Kerukunan Tani Indonesia pusat yang diketuai Jendral TNI Purn Moeldoko.

“Ini merupakan sinergitas HKTI pusat, provinsi dan kabupaten, dalam rangka menunjang sektor pertanian yang ada di kabupaten Minahasa,” ujarnya.

Kadis Pertanian Minahasa, Yeittij Roring, SP menambahkan, penanaman padi M70D merupakan salah satu program Pemkab dari pemerintah Provinsi lewat Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan (OD-SK). “Program ini merupakan sinergitas dari Pemkab Minahasa lewat dinas pertanian, Pemprov Sulut bekerjasama dengan HKTI dan Fakultas MIPA Unima, dalam rangka mengentaskan kemiskinan,” tandasnya.

Ketua Dewan Pakar HKTI Sulut, Prof. DR. Orbanus Naharia, MSi, mengatakan program ini dalam rangka tahap uji coba yang dilakukan di beberapa daerah. Diantaranya Minahasa Utara, Kotamobagu, Bolaang Mongondow, Minahasa, Minsel dan Tomohon. Namun menurutnya, padi jenis ini belum di tanam secara besar besaran, tapi ini masih tahap uji coba.

Di sisi lain padi jenis ini mempunyai keunggulan yakni meningkatkan hasil produksi dan hemat waktu, karena 70 hari sudah bisa di panen. Sedangkan jenis yang lain masa panennya bisa lebih dari 100 hari.(engel)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here