Bitung, Sulutreview.com– Jiwa keibuan dari Bunda Paud di Kota Bitung dalam memberikan sentuhan kasih sayang untuk selalu dekat dengan anak-anak. Selalu ditunjukannya dalam setiap kegiatan yang melibatkan anak-anak di Kota Bitung Sulawesi Utara.
Buktinya pada kegiatan penamatan Pendidikan Anak Usia Dini (Paud) Raudhatul Athfal (RA) Alkhairaat Girian dalam rangkaian kegiatan Tasyakuran yang berlangsung penuh kehangatan dan kebahagiaan Bunda Paud Ellen Sondakh hadir bersama-sama yang larut dalam kebahagiaan anak-anak Paud Alkhairat Girian.
Dengan penuh rasa syukur, Ellen mengawali sambutannya dengan mengajak seluruh hadirin memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan penyertaan-Nya sehingga seluruh keluarga besar RA Alkhairaat Girian dapat berkumpul dalam suasana penuh kebahagiaan.
Namun lebih dari sekadar seremoni, Ellen mengaku selalu memiliki perasaan khusus setiap kali berada di lingkungan sekolah.
“Setiap kali saya berada di tengah-tengah anak-anak, saya merasa mendapatkan energi baru. Melihat tawa, semangat, dan keceriaan mereka, saya seperti melihat wajah masa depan Kota Bitung yang sedang dipersiapkan hari ini,” ungkapnya.
Menurut Ellen, Anak adalah aset masa depan bangsa, maka di tasyakuran ini saya menghimbau kepada orangtua dapat terus memberikan kasih sayang dan juga mengawasinya sangat penting, sebab bukan hanya perayaan atas pencapaian yang telah diraih, tetapi juga momentum untuk memperkuat kebersamaan antara sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam mendukung tumbuh kembang anak.
Ia memberikan apresiasi tinggi kepada RA Alkhairaat Girian yang dinilai konsisten menghadirkan pendidikan berkualitas sekaligus menanamkan nilai-nilai moral dan karakter kepada para peserta didik.
“Pendidikan bukan hanya soal membaca dan berhitung. Pendidikan adalah proses membentuk karakter, menanamkan akhlak, membangun kemandirian, serta mengajarkan anak-anak untuk mencintai sesama,” katanya.
Di hadapan para guru dan orang tua, Ellen menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak bisa dibangun oleh sekolah sendirian. Dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara keluarga, sekolah, dan lingkungan masyarakat.(zet)













