Kemensos Optimalkan Sistem Pengawasan Berbagai Program Sosial

0
131

Jakarta, SULUTREVIEW

Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial (Kemensos) Hartono Laras mengaku kementeriannya berupaya mengoptimalkan sistem pencegahan penyelewengan anggaran yang dialokasikan untuk berbagai program sosial tahun 2020.

“Memperbanyak satuan kerja untuk zona integritas wilayah bebas korupsi, dan meningkatkan kualitas program-program sosial,” katanya kepada wartawan siang usai rapat dengar pendapat dengan Komisi VIII DPR RI, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa(12/02)

Menurutnya Jangan sampai ada penyelewengan. Sehingga dirinya mengharuskan optimalkan sistem pencegahan, sebagai upaya untuk melaksanakan good government.
Selain memperbanyak satuan kerja untuk zona integritas wilayah bebas korupsi dan meningkatkan kualitas progam, inspektur jenderal juga terus mengawal dan melakukan pendampingan, tambahnya.

Komisi VIII DPR RI, kata Hartono, mendukung penuh berbagai terobosan program yang akan diimplementasikan Kemensos pada tahun anggaran 2020.

Salah seorang anggota dewan yang memberikan dukungan adalah Buchori Yusuf dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Tapi, Buchori memberikan sejumlah catatan, seperti peningkatan kualitas data masyarakat penerima bantuan sosial, kemudian mendorong Kemensos untuk terus menjaga akuntabilitas pengelolaan keuangan, sehingga diharapkan anggaran Kemensos semakin meningkat.

Sekadar informasi, Tahun Anggaran 2020, Kementerian Sosial mendapat anggaran belanja Rp62,767 triliun. Alokasi anggaran terbesar untuk program bantuan sosial.

Porsi anggaran untuk belanja bantuan sosial sebanyak Rp58,089 triliun (sekitar 92,55 persen), dengan rincian Program Keluarga Harapan (PKH) sebanyak Rp29,129 triliun, dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)/Sembako senilai Rp28,080 triliun.(rizal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here