Empat Tahun Membangun Sulut, ODSK Sejahterakan Masyarakat Desa

0
79
Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan, menyentuh masyarakat yang membutuhkan.

KEPEMIMPINAN Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw sampai pada usia empat tahun.

Perjalanan kinerja keduanya mampu mendorong masyarakat semakin sejahtera, khususnya yang ada di desa.

Melalui Dinas Sosial Daerah (Dinsosda) Provinsi Sulut yang dimotori dr Rinny Tamuntuan, tak hentinya menggulir bantuan secara materi maupun moril, sehingga pengentasan kemiskinan yang menjadi target sasaran Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan pun terjawab. Meningkatnya kemampuan keluarga miskin dan rentan serta Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) lainnya, termasuk warga korban bencana penerima manfaat terus direalisasikan. Yakni, untuk penanggulangan bencana alam dengan menyiapkan persediaan logistik/bufferstock untuk korban bencana alam yang diberikan pada 4.400 orang.
Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan menyentuh masyarakat yang membutuhkan.

Penanggulangan bencana sosial persediaan logistik/ bufferstock untuk korban bencana sosial sebanyak 2.300 orang. Berikut peningkatan kapasitas pelaksanaan program Keluarga Harapan Bantuan Sosial bersyarat untuk Keluarga Miskin Penerima Manfaat (KPM) sebanyak 92,907 KPM. Program Pemberdayaan Keluarga Miskin, Komunitas Adat Terpencil (KAT) dan PMKS lainnya serta meningkatnya kemampuan keluarga miskin dan rentan miskin dalam memenuhi kebutuhan dasar. Bantuan Sosial Kelompok Usaha Bersama (KUBE) diberikan kepada 41 kelompok atau (410 KK).

Bantuan Sosial KUBE Perdesaan 120 kelompok atau 1.200 KK, bantuan KUBE perkotaan 120 kelompok atau 1.200 KK, bantuan Usaha Ekonomi Produktif Perorangan Daerah Pesisir 220 KK, pengadaan sarana dan prasarana pendukung usaha bagi keluarga miskin Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RS-RTLH) sebanyak 966 KK, Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil, tersedianya sarana umum di lokasi KAT 16 Unit, bantuan permukiman Sosial KAT sebanyak 388 KK.

Bantuan sosial berdayakan masyarakat desa.

Pelayanan dan rehabilitasii sosial anak bantuan sosial untuk perempuan dan anak korban eksploitasi, untuk 34 Orang.

Bantuan sosial untuk anak, balita terlantar, anak jalanan, anak berhadapan dengan hukum, anak dengan kecacatan, anak yang membrutuhkan perlindungan khusus di luar panti 160 anak.

Bantuan sosial untuk panti anak sebanyak 50 Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) anak atau 2.418 anak.

Pelayanan dan rehabilitasi sosial lanjut usia, bantuan sosial untuk lanjut usia miskin sebanyak 225 orang. Bantuan sosial untuk panti lanjut usia.

Pelayanan dan rehabilitasi sosial orang dengan kecacatan. Jumlah penyandang cacat yang mendapatkan bantuan peralatan 25 orang.

Bantuan sosial untuk penyandang disabilitas 120 Orang. Bantuan soisal untuk LKS/panti cacat 13 LKS cacat (554 Cacat). Pembinaan Rehabilitasi sosial lanjut usia dalam Hari Lanjut Usia Nasional dalam satu kegiatan.

Meningkatnya fungsi sosial PMKS eks penyandang penyakit sosial melalui pelaksanaan pelayanan, perlindungan dan rehabilitasi sosial, persentase PMKS penerima manfaat yang mampu melaksanakan peranan dan fungsi sosial melalui pelaksanaan pelayanan, perlindungan dan rehabilitasi sosial.

Bimbingan Sosial Keterampilan bagi eks penyandang penyakit sosial tuna sosial yang diberdayakan 40 orang dan bantuan sosial untuk korban penyalahgunaan napza 38 orang.

Program pembangunan sarana dan prasarana sosial. Meningkatnya kualitas pelaksanaan program melalui ketersediaan sarana dan prasarana sosial rehabilitasi makam pahlawan nasional hingga rehabilitasi panti sosial lanjut usia, yang direhabilitasi 2 unit, dan program pembinaan anak terlantar.

Masyarakat desa diberikan bantuan dan dilatih ketrampilan.

“Meningkatnya fungsi sosial PMKS Anak terlantar melalui pelaksanaan pelayanan, perlindungan dan pelatihan ketrampilan, persentase anak terlantar yang mampu melaksanakan peranan dan fungsi sosial melalui pelaksanaan pelayanan, perlindungan dan pelatihan ketrampilan dan praktik belajar kerja bagi anak terlantar,” jelas Tamuntuan.

Jumlah anak terlantar yang mendapatkan pelatihan keterampilan dan praktik belajar kerja 60 anak, 8 program pembinaan

panti asuhan/panti jompo.

“Meningkatnya fungsi sosial PMKS
penerima manfaat melalui pelaksanaan pelayanan, perlindungan dan rehabilitasi sosial, persentase PMKS penerima manfaat yang mampu melaksanakan peranan dan fungsi sosial melalui pelayanan, perlindungan dan rehabilitasi sosial dalam panti milik pemerintah serta pengadaan obat-obatan dan perbekalan bagi lanjut usia.

“Jumlah lanjut usia miskin yang mendapatkan perlindungan dan jaminan hidup dalam panti 55 lanjut usia dan 9 program Pemberdayaan Kelembagaan Kesejahteraan Sosial,” tambah Tamuntuan.

Meningkatnya fungsi PSKS dalam
pelayanan dan pemberdayaan sosial peningkatan jenjang kerja sama pelaku-pelaku usaha kesejahteraan sosial masyarakat.

Bantuan untuk masyarakat pascabencana.

Bantuan operasional untuk potensi sumber kesejahteraan sosial, seperti pekerja sosial masyarakat, tenaga kesejahteraan sosial kecamatan, karang taruna, organisasi sosial 126 PSKS pembinaan dan pemberdayaan karang taruna.

Selang empat tahun, Pemprov Sulut, melalui Dinas Sosial telah meraih banyak penghargaan dan tanda jasa, yakni :

1. Piagam Penghargaan Aditya Karya Mahatva Yodha Karang Taruna
2. Gelar Pahlawan
3. HKSN
4. Penghargaan dan tanda jasa
penganugerahan gelar pahlawan nasional almarhum AA Maramis dari Presiden RI
5. Tanda kehormatan SLKS Satyalencana Kebaktian Sosial Tahun 2019 dari Presiden kepada Gubenur Sulut

Selain penanganan kemiskinan, juga diberikan bantuan sosial untuk menunjang kebutuhan pokok kepada keluarga miskin dengan kategori terlantar, termarginalkan yaitu Pemberian bantuan langsung (cash transfer) kepada orang dengan kecacatan berat (ODKB) di kabupaten/kota melalui program asistensi sosial orang dengan kecacatan berat (ASODKB), bantuan langsung (cash transfer) juga diberikan kepadaLanjut Usia Terlantar di 15 kabupaten/kota melalui program asistensi sosial lanjut usia terlantar dengan sumber dana APBN Kementerian Sosial RI.

Bantuan sosial permakanan bagi penyandang eks penyakit kronis, eks kusta dalam pemukiman di Pandu sebanyak 21 orang setiap tahun melalui dana APBD Provinsi Sulawesi Utara.

Pada tahun 2017 hingga 2019 program ADODKB dan ASLUT yang diberikan melalui cash transfer sudah diarahkan ke Program Keluarga Harapan.

Penanganan orang miskin, terlantar termarginalkan berupa bantuan kebutuhan pokok kepada anak, lanjut usia, penyandang cacat dalam panti milik masyarakat maupun di luar panti program pembinaan para penyandang cacat dan trauma.

Bantuan sosial kebutuhan dasar bagi penyandang eks penyakit kronis (eks kusta) dalam pemukiman (Pandu) sebanyak 21 orang setiap tahun melalui dana APBD Provinsi Sulawesi Utara.

Program pembinaan eks penyandang penyakit sosial eks narapidana, PSK, narkoba dan penyakit sosial lainnya.

Bantuan sosial berupa usaha ekonomi produktif kepada tuna sosial eks penyandang penyakit sosial sebanyak 40 orang, dan tuna sosial yang diberdayakan dan 38 orang untuk korban penyalahgunaan napza.

Gubernur Olly dan Menteri Sosial memberikan perhatian kepada masyarakat.

Program pemberdayaan fakir miskin, KAT dan PMKS lainnya percepatan pelaksanaan program pembangunan   RS-RTLH yang merupakan target ODSK sampai tahun ketiga, yakni 2019 rumah yang berhasil dibangun sebanyak 966 unit.

Penanganan kemiskinan juga diupayakan melalui pemberian bantuan usaha ekonomi produktif kepada KUBE bagi keluarga miskin dengan total bantuan berjumlah 303 kelompok atau 3.030 KK.

Penanganan kemiskinan juga diarahkan untuk daerah-daerah terpencil melalui kegiatan pemberdayaan KAT yaitu berupa bantuan permukiman sosial KAT sejak tahun 2016 s/d 2019 sebanyak 388 unit.

(Advertorial Dinas Komunikasi, Informaka, Persandian dan Statistik Daerah Provinsi Sulut)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here