Noer Fajrieansyah Apresiasi Atensi Rio Dondokambey di KNPI Sulut

Noer Fajrieansyah hadir pada saat Musda KNPI di hotel Mercure

Manado, SULUTREVIEW

Ketua Umum DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Noer Fajrieansyah memberikan apresiasi setinggi-setingginya kepada para pemuda di Sulawesi Utara (Sulut) yang telah berkontribusi dalam pembangunan.

Menurut Fajrieansyah, apa yang ditorehkan para pemuda Sulut tidak lepas dari peran KNPI, di mana dalam komposisi kepengurusan terdapat Rio Dondokambey yang tidak lain merupakan putra sulung Gubernur Sulut Olly Dondokambey.

Hal itu dianggapnya sebagai fenomena yang menarik dan merupakan hal yang tidak biasa.

“Walaupun anaknya pejabat kepala daerah tetapi Rio mau berkorban meluangkan waktu, mengabdikan diri untuk membesarkan organisasi pemuda yang ada di Sulawesi Utara. Sebab, tidak semua putra pejabat atau kepala daerah mau berkeringat menjadi tokoh dalam sebuah organisasi,” ungkapnya di sela-sela Musyawarah Daerah ke-XIV Pemuda/KNPI Sulawesi Utara yang digelar di hotel Mercure Minahasa, Rabu (27/11/2019).

Melalui tema ‘Satu Nafas, Pemuda Hebat’, Fajrieansyah kembali mengatakan Sulut sebagai portofolio pemuda, diharapkan dapat mencetak pemimpin yang berpengaruh bagi kemajuan daerah dan bangsa.

“Melalui tema ‘Satu Nafas, Pemuda Hebat’ kiranya akan meningkatkan kolaborasi KNPI bersama Pemprov Sulut untuk membangun Sulut lebih produktif dalam program,” ujarnya sambil menambahkan KNPI Sulut tidak mengabaikan kaderisasi serta pemgembangan potensi pemuda.

“KNPI Sulut harus fokus pada pengembangan kaderisasi. Harus ada yang mewakili di iven nasional maupun internasional, seperti olimpiade keilmuan dan lainnya,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw memgungkapkan bahwa Musda KNPI merupakan sejarah. Karena dilaksanakan di tengah Sulut berada dalam bonus demografi.

“Kenapa ini menjadi sejarah. Karena pada bonus demografi setengah penduduk kita adalah pemuda. Oleh karena itu saya optimis pemuda KNPI akan memberikan kontribusi bukan hanya dari sisi formal saja tetapi juga informal,” katanya.

Wagub bilang, ada banyak pekerjaan dan tantangan yang dihadapi pemuda Sulut. Kiprah pemuda Sulut, menurut wagub masih kurang ‘nendang’.

“Saya berharap KNPI akan jadi tandem pemerintah untuk bersinergi mengisi pembangunan,” ujarnya sambil menambahkan tantangan berat yang dihadapi pemuda adalah radikalisme, fundamentalisme dan terorisme. Jangan pernah merasa bahwa itu tidak ada di daerah kita,” tukasnya.

Selain itu, ancaman yang perlu diantasipasi adalah ekonomi global.

“Penurunan ekonomi global menjadi ancaman kita. Oleh karena itu pemuda harus berpartisipasi. Saya juga tantang pemuda untuk lawan kemiskinan fundamentalisme dan radikalisme,” ujarnya.

Kandouw berharap berbagai riak yang mewarnai keberadaan KNPI, dengan usainya Musda ke-XIV dapat menghasilkan pemimpin yang bijak.

“Awali dengan yang baik sehingga organisasi pemuda/KNPI dapat menghasilkan pemimpin pemuda yang bijak yang tahu membaca arah arus air. Karena orang yang pandai adalah orang yang mampu menyikapi persoalan,” tandasnya.

Sementara itu, dikatakan caretaker Sekretaris KNPI Sulut, Rio Dondokambey, KNPI dapat menampung aspirasi pemuda, yang mampu berkreasi dan menyongsong masa depan dengan mengembangkan potensi yang ada.

“Program yang ingin saya perjuangkan adalah bagaimana pemuda dapat berkreasi dan bersinergi dengan program Pak Jokowi,” ujarnya.

Di sisi lain, caretaker Ketua KNPI Almanzo Bonara, menjelaskan selama Musda telah membuka pendaftaran kandidat calon ketua KNPI, yang dibuka kepada semua komponen pemuda yang ada di Sulut. “Sampai saat ini ada 100 OKP yang sudah mendaftar,” tukasnya.

Diketahui, Musda akan digelar hingga Kamis (28/11/2019).

Turut hadir, jajaran pejabat pemprov Sulut dan OKP dari berbagai daerah di Sulut.(eda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *